Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 23 Mei 2013

IRT Bentuk Forum Perempuan Rahimku

TAMBOLAKA -- Sekitar 60 ibu rumah tangga (IRT) sepakat membentuk forum perempuan yang diberi nama Forum Perempuan Rahimku (FPR) Kabupaten Sumba Barat Daya.
 

Kesepakatan ini terjadi dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman mama Katrina N Bili di Desa Pogotena, Kecamatan Loura, Minggu (12/5/2013). Kegiatan ini difasilitasi Martha Hebi dari Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II.

Ini merupakan pertemuan kedua.  Pertemuan sebelumnya, berlangsung di Hotel Oro Beach, 21 April lalu. Peserta yang hadir adalah IRT berasal dari Desa Weekokor, Kecamatan Wewewa Tengah; dari Desa Pala, Kecamatan Wewewa Utara; serta dari Desa Pogotena dan Desa Weepangali, Kecamatan Loura.

Dalam pertemuan selama lima jam, dimulai pukul 11.30 Wita, mereka sepakat perlu adanya forum perempuan SBD. Peserta juga sepakat mengangkat sembilan ibu sebagai tim persiapan untuk acara deklarasi FPR Kabupaten SBD serta menggodok hal-hal organisatoris lainnya. Tim persiapan dikoordinir oleh Fransiska Lali. Selain itu, menyepakati tempat pertemuan berikutnya di kediaman ibu Margaretha Pudjiharwati, SH di Desa Weepangali, 9 Juni mendatang.

Pertemuan diawali dengan perkenalan peserta. Kemudian, setiap peserta diminta menuliskan cita-cita pada secarik kertas dan menempelkannya pada kertas yang sudah lebih dulu tertempel pada dinding. Selanjutnya, peserta membentuk kelompok, berdiskusi dan merumuskan visi dan misi. Hasil diskusi dipresentasikan oleh perwakilan kelompok.

Suasana semakin hidup karena saat presentasi perwakilan kelompok berekspresi dengan ragam gaya. Ada yang berlenggak lenggok seperti seorang model pakaian, ada yang menari, menyanyi dan membaca puisi.

Dari hasil presentasi terungkap bahwa perempuan SBD bertekad menjadi perempuan yang mandiri dan berkualitas. Selain itu, membebaskan perempuan SBD dari belenggu diskriminasi apapun bentuknya.

Forum itu juga menyadari bahwa keterwakilan perempuan dalam posisi-posisi strategis, baik itu di eksekutif, yudikatif dan legislatif masih sangat menim. Oleh karena itu mereka menyerukan agar perempuan mendukung perempuan.

"Perempuan harus mendukung perempuan. Perempuan harus pilih perempuan," seru Margaretha Pudjiharwati yang juga Caleg dari PDI-P untuk DPRD Propinsi NTT dari daerah pemilihan Pulau Sumba ini.

Fransiska Lali mengucapkan terima kasih karena dipercayakan sebagai koordinator. Menurutnya, kehadiran wadah ini untuk menguatkan dan memperjuangkan kepentingan kaum perempuan SBD. Ia mengharapkan kerja sama antarperempuan SBD, di antaranya perempuan mendukung/memilih perempuan dalam Pemilu legislatif tahun 2014. (aca)



STRATEGI MEMANDIRIKAN PEREMPUAN SBD
-----------------------------------------------------------------
* Perempuan mau berorganisasi.
* Menggalang kerja sama antarperempuan.
* Meningkatkan kemampuan personal (pendidikan).
* Memiliki keterampilan.
* Berusaha untuk memperbaiki ekonomi rumah tangga serta memiliki kehidupan      rohani yang baik.
*Perempuan dilibatkan dalam perencanaan pembangunan.
* Mendesak pemerintah mengalokasikan anggaran yang adil untuk kepentingan     perempuan.



Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD