Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 18 April 2013

UJIAN NASIONAL 2013: Di Sumba Naskah Difotokopi, Dimulai Pukul 10.00 Wita

Para siswa peserta ujian nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMA Luar Biasa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur terpaksa menggunakan naskah ujian di foto copy karena keterbatasan jumlah naskah asli.

“Naskah asli UN yang dikirim dari Jakarta tidak sesuai kebutuhan siswa di Sumba Barat Daya (SBD), sehingga panitia terpaksa mengambil kebijakan untuk menggandakan materi UN tersebut sesuai kebutuhan,” kata Ketua Panitia Penyelenggara UN tingkat nasional untuk wilayah NTT Prof Frans Umbu Datta kepada pers di Kupang, Kamis.

Umbu Datta yang juga Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang itu mengatakan akibat kebijakan panitia menggandakan materi UN tersebut, pelaksanaan UN di SBD terpaksa dimulai pukul 10.00 Wita dari jadwal yang ditetapkan pukul 07.00 Wita.

Ia menjelaskan penggandaan materi UN tersebut dapat dibenarkan sesuai surat dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No.3868/G/EP/2013 tertanggal 17 April 2013 yang ditandatangani oleh Kepala Badan Litbang Anwar Notodiputro.

Dalam penjelasannya disebutkan bahan UN yang akan digandakan harus sesuai dengan kebutuhan sekolah, penggandaan bahan UN harus menjaga variasi soal-soal sehingga setiap peserta ujian dalam satu ruangan akan memperoleh soal dengan tipe yang berbeda.

Terkait dengan penggandaan bahan UN tersebut, panitia hanya membuka satu amplop berisi 21 naskah soal untuk digandakan sesuai dengan kebutuhan.

“Naskah soal yang telah digandakan dimasukkan kembali ke dalam amplop standar UN dan disegel. Prosedur ini sudah ditempuh oleh panitia UN di Sumba Barat Daya. Jika saja panitia UN di Kota Kupang juga mengambil prakarsa seperti itu, saya pikir UN untuk semua daerah di NTT dapat dilaksanakan hari ini (Kamis, 18/4),” kata Umbu Datta.

Ia mengatakan dalam proses penggandaan harus tetap menjaga kerahasiaan dan keamanan naskah soal dan dibuat berita acara penggandaan bahan UN dengan melibatkan aparat keamanan.

Ia menambahkan pihaknya sudah menyarankan kepada panitia UN di Kota Kupang untuk menggandakan bahan UN tersebut, namun tidak dikabulkan dengan alasan para siswa peserta UN sudah diminta pulang oleh guru-gurunya.

“Kami telah menawarkan agar UN dapat dimulai pukul 15.00 Wita setelah materi UN digandakan, tetapi tetap ditolak sehingga UN untuk Kota Kupang baru akan dilaksanakan pada Jumat (19/4),” ujarnya.

Rektor Undana Kupang itu mengatakan penundaan UN yang ketiga kalinya ini hanya terjadi di Kota Kupang, sedang kabupaten lainnya di NTT tetap melaksanakan UN pada Kamis (18/4).

Ia menambahkan salah satu Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Nagekeo (Pulau Flores), terpaksa menggandakan beberapa materi ujian dari salah satu MA di Kabupaten Ende, karena materi UN tersebut belum diterima.

“Mereka cukup lentur dan fleksibel dalam menghadapi masalah ini, tetapi anehnya tidak bisa dilakukan oleh panitia UN di Kota Kupang, sehingga harus menundanya lagi sampai Jumat (19/4),” katanya.

Umbu Datta mengatakan meskipun sebagian besar sekolah-sekolah di NTT sudah menyelenggarakan UN, pihaknya tetap menjamin tidak akan terjadi kebocoran materi ujian, karena setiap peserta ujian akan memperoleh materi ujian dengan tipe yang berbeda.

“Mungkin saja ada kebocoran, tetapi materi UN yang didapat, saya optimistis tidak akan sama dengan materi UN yang bakan dikerjakan nanti. Soal materi UN bervariasi sehingga peserta UN dalam satu ruang kelas sekali pun tidak akan sama,” katanya menegaskan

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD