Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 01 April 2013

Manggulu, yang Khas Sumba

Indonesia kaya akan ragam kuliner daerah, salah satunya adalah Manggulu atau dodol Sumba. Kuliner khas Pulau Sumba tersebut cukup sehat, karena bebas bebas gula buatan dan bahan pengawet.

Saat ini, memang tidak begitu mudah mendapatkan Manggulu. Dodol Sumba itu semakin terpinggirkan dengan hadirnya berbagai makanan instan.

Selain menjadi panganan khas Sumba, Manggulu juga memiliki nilai historis. Ketika masa penjajahan, makanan manis itu sangat disukai serdadu Belanda. Maenggulu selalu dibawa para serdadu Belanda ketika masuk ke wilayah pelosok Sumba Timur, karena rasanya yang manis cukup ampuh untuk menahan lapar.

Bahan dasar Manggulu sangat mudah didapat, yaitu pisang yang telah masak dan kacang tanah. Namun, proses pembuatannya cukup memakan waktu karena melalui proses alami. Pengupasan pisang hingga menjadi Manggulu membutuhkan waktu hingga dua pekan.

Menurut seorang pembuat Manggulu, Katarina, Manggulu dapat bertahan hingga enam bulan, karena bebas bahan pengawet. Satu kotak Manggulu dijual dengan harga Rp9 ribu hingga Rp10 ribu.

Saat ini, Manggulu hanya diproduksi dalam jumlah kecil di industri rumahan. Namun, dodol Sumba itu ternyata cukup membantu ekonomi keluarga sebagian ibu-ibu di Sumba.

Anda tertarik mencicipi Manggulu? Silahkan berkunjung ke Sumba.

 

---

Diversifikasi pangan menjadi hal yang penting dalam mencapai ketahanan pangan. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah pemanfaatan pangan lokal. Manggulu merupakan sejenis dodol yang dibuat dari pisang kepok dan kacang tanah, suatu pangan khas dari Sumba, Nusa Tenggara Timur. 
 
Pisang kepok(Musa paradisiaca L.) masak pohon dikeringkan sehingga berwarna kecoklatan, dikukus dan dihaluskan. Kacang tanah digoreng dan dihaluskan. Kedua bahan ini dicampur, kemudian dibentuk silinder dan dibungkus dengan daun pisang kering. 
 
Berdasarkan perhitungan kadar gizi  bahan bakunya, manggulu dengan berat 30 g memiliki nilai kalori 147,6 kkal sehingga dapat dikategorikan sebagai pangan berkalori tinggi. Kandungan serat manggulu sebesar 2,2 g/30 g memenuhi aturan Codex alimentarius sebagai produk pangan yang baik untuk sumber serat dan dapat diarahkan sebagai pangan fungsional. 
 
Manggulu dibuat dari bahan alami dan dapat dikategorikan sebagai pangan alami atau natural food menurut Canadian Food Inspection. Manggulu juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan darurat.Eksplorasi dan dokumentasi pangan lokal diharapkan melestarikan kearifan lokal dan menunjang upaya diversifikasi pangan.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD