Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 17 April 2013

Buang BBM ke Laut: Kapal Tanker Sempat Ditahan KP3 Laut Waingapu


Waingapu -  Kapal Tanker pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) bernama Lambung Puteri Jelita, sempat ditahan aparat Pos Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut dan Depot Pertamina Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) NTT, Karena diduga membuang BBM jenis solar ke laut. Seperti terpantau hingga sore (10/04) lalu, Kapal Tanker itu terpaksa harus tetap bersandar di Pelabuhan Depot Pertamina Waingapu, dan tidak diperkenankan berlayar menuju Kupang guna melanjutkan aktifitasnya distribusinya.

Ditemui di Kantornya beberapa saat kemudian, Bripka. Melianus Sunbanu, Kepala Pospol KP3 Waingapu kepada wartawan menjelaskan, pihaknya bersama depot Pertamina Waingapu melakukan penahanan Tanker ini karena berdasarkan laporan masyarakat dan nelayan, sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) Kapal itu membuang lebih dari seribu liter solar ke laut, Rabu (10/04) dini hari tadi.

”Kami masih lakukan pemeriksaan terhadap kapten dan ABK. Karena informasi yang kami dapat dari masyarakat menyebutkan bahwa lebih dari 1000 liter solar dibuang ABK dari dalam 25 jerigen ke laut. Jadi sementara kapal ini tidak diperbolehkan berlayar. Hal inni telah kami koordinasikan dengan pihak depot,” jelas Sunbanu.

Nampak pula kala itu Roni Lole, selaku Kapten dan sejumlah ABK-nya diperiksa intensif di Pos KP3 Laut setempat. Kepada wartawan dan aparat di Pospol, Roni Lole membantah ABK-nya melakukan penimbunan dan upaya penyelundupan BBM. Menurutnya, BBM yang tumpah adalah karena adanya kerusakan berupa patahnya pipa penyalur solar untuk kebutuhan internal mesin kapal.

“Kami tidak sengaja tumpahkan minyak kelaut, namun itu karena pipa patah. Jadi tidak benar ABK saya mau menyelundupkan minyak, namun karena ketahuan lalu buru-buru buang kelaut,” tandasnya.

Adapun informasi yang berhasil dihimpun wartawan di sekitar Depot,baik dari warga maupun petugas depot, dan para sopir tanki BBM yang enggan namanya dipublikasikan menyebutkan, para ABK terpaksa membuang solar yang ditampung dilebih dari 20 drum (kapasitas 200 liter) karena ketahuan menimbun solar di atas kapal oleh petugas depot, padahal proses pemindahan (transfer) BBM dari Tanker ke tempat penimbunan Depot Pertamina Waingapu telah selesai. Sehingga menguatkan dugaan solar dalam drum akan kembali di jual di penadah.

Kekuatiran laut akan tercemar, baik oleh warga maupun para pemerhati lingkungan yang menyatakan pendapatnya baik secara langsung maupun lewat situs jejaring social akhirnya harus terbentur pada kenyataan, bahwa Kapal Tanker Puteri Jelita bersama Kapten dan seluruh ABK telah dilepas dan berlayar kembali.

“Kemarin (11/04, -red) kapalnya telah kita lepas sekitar jam 11 siang. Ini setelah kami mendapatkan petunjuk dari pimpinan juga setelah melakukan pemeriksaan terhadap Kapten dan sejumlah AB,” jelas Sunbanu melalui Handphonenya menjawab sms wartawan perihal kelanjutan kasus ini, Jumat (12/04) siang tadi.

Lebih lanjut Sunbanu menyatakan, sebelum dilepas Kapten, Kepala Kamar Mesin (KKM) dan tiga ABK yang piket kala terjadinya kasus itu telah diminta untuk menandatangani surat pernyataan. “Mereka telah tanda tangan surat pernyataan yang intinya siap untuk dipanggil kembali jika nanti diperlukan dan ditemukan kembali adanya unsur pencemaran lingkungan setelah pemeriksaan lebih lanjut nantinya,” imbuh Sunbanu seraya menambahkan bahwa satupun oknum dari pihak Depot Pertamina tidak diperiksa karena menurut pihak Depot Pertamina masih menunggu pemeriksaan tim dari Kantor Pusat.



Sumber : Waingapu.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD