Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 10 Maret 2013

Rusuh, Peserta Pasola Kejar-kejaran dengan Parang Terhunus

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alons Nedabang
TAMBOLAKA--Festival Pasola, mempertunjukkan keahlian penduduk Sumba berperang sambil menunggang kuda di lapangan pasola Desa Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (7/3/2013) siang, rusuh. Sambil menghunus parang, peserta dan penonton saling kejar-kejaran. Selain itu, saling melempar kayu, batu dan botol. Sedikitnya empat orang terluka.
 
Polisi dan anggota TNI mengendalikan keadaan dengan mengeluarkan tembakan peringatan lebih dari 20 kali. Situasi kembali normal namun pasola tidak dilanjutkan. Peserta yang terlihat emosi ditenangkan, sementara satu per satu penonton pulang meninggalkan lapangan pasola.

Pasola yang dimulai jam 10.30 Wita menampilkan dua kelompok untuk berlaga. Kelompok yang menempati bagian barat lapangan adalah Bangedo, sedangkan yang menempati bagian timur lapangan dari Balaghar.

Lapangan berbentuk segi empat, menyerupai lapangan bola kaki, sisi utara dan baratnya dibatas kubur-kubur Marapu, tidak digunakan seluruhnya. Ini sebagai akibat tidak teraturnya penonton yang berada di tepi lapangan. Penonton selalu merangsek masuk hingga memperkecil arena perang. Meski berulangkali ditegur aparat keamanan namun penonton mengabaikan.

Peperangan mulai, ditandai dengan masuknya Rato Nyale berkuda. Kedua kelompok, awalnya lima kuda namun dalam perjalanan jumlahnya bertambah menjadi belasan, saling melempar numbu, kayu sebesar ibu jari orang dewasa dengan panjang sekitar 2 meter.

Baru berlangsung 30 menit, terjadi keributan di antara peserta. Hal ini dipicu kelompok Balaghar yang dalam posisi tidak siap (kuda berhenti) diserang seorang peserta dari Bangedo. Perang mulut diikuti dengan saling lempar batu. Situasi bisa dikendalikan setelah polisi keluarkan tembakan sekali. Acara pun dilanjutkan.

Pada pukul 12.15 Wita, kembali terjadi keributan. Dua kelompok, masing-masing terdiri dari peserta dan penonton, saling lempar batu kayu. Terlihat juga menghunus parang. Polisi mengeluarkan lima kali tembakan. Setelah situasi normal, acara kembali dilanjutkan.

Kerusuhan kembali terjadi pukul 13.30. Entah bagaimana, peserta dari kelompok Bangedo bersama suporternya menyerbu kelompok Balaghar. Mereka berlari sambil menghunus parang, melempar batu dan kayu. Kelompok Balaghar kocar kacir. Polisi dan tentara berupaya menenangkan, termasuk memberi tembakan peringatan lebih dari 10 kali.

Situasi berangsur normal namun Festival Pasola tidak dilanjutkan. Peserta dan ribuan penonton meninggalkan lapangan menyelamatkan diri. Biasanya, Pasola diakhiri dengan masuknya Rato Nyale berkuda, namun hal itu tidak terjadi kemarin
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD