Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 09 Maret 2013

Kelompok Pembantai Tujuh Orang di Sumba Dibekuk Polisi

Polres Sumba Barat menangkap 18 orang tersangka dan menetapkan dua orang lainnya sebagai buron dalam kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Langga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (6/3) lalu. Aksi sadistis itu setidaknya memakan tujuh korban jiwa.



Hal ini dikatakan oleh Kapolres Sumba Barat AKBP Lily Apriyanto saat dihubungi Beritasatu.com Jumat (8/3) malam.

"Motif pembunuhan dendam karena masalah sengketa tanah. Penangkapan itu dilakukan secara bertahap yakni tanggal 6 Maret ditangkap lima tersangka, tanggal 7 Maret ditangkap lima tersangka, dan tanggal 8 Maret ditangkap delapan tersangka. Mereka sudah kami tahan," kata Lily.

Perwira dengan dua melati di pundaknya itu menjelaskan identitas para tersangka itu dengan nama lengkap namun meminta mereka untuk ditulis inisialnya saja.

Mereka adalah LLM alias Ama Lia (kepala desa), ADM alias AN, N, BM, dan M. Bersama kelima tersangka yang dibekuk pada tanggal 6 Maret itu turut disita anak panah dan berbagai batu.

Lalu pada tanggal 7 Maret yang ditangkap adalah SB, JB, AT, FD, dan SN. Mereka berusia antara 22 hingga 13 tahun.

Sedangkan yang dibekuk pada tanggal 8 Maret adalah OB, JA, S, PN, UR, JK, UL, dan ON. Mereka ini berusia antara 25 hingga 18 tahun.

"Masih ada dua buron lagi. Tapi identitasnya sudah kita ketahui, semoga segera tertangkap," tambahnya.

Seperti diberitakan, para korban yang dibantai itu adalah Lede Bobo (55), Mila Kaka (45)--keduanya suami istri--, lalu Yohanes Lede (22), dan Agustinus Molo Tanggu (28). Anak kandung Lede Bobo bernama Yakobus Lelu Ngongo (28) dan menantunya yang bernama Yohanes Umbu Lele (26) ikut dibunuh.

"Tadi pagi (Kamis) korban bernama Mido Fit Bobo berusia 3,4 tahun akhirnya juga ikut meninggal setelah mendapatkan perawatan sehingga total korban menjadi 8 orang," urainya.

Para korban itu dibantai usai menghadiri pesta masuk rumah baru pada Rabu. Saat itu mereka berkumpul di salah satu rumah warga. Tiba-tiba datang pelaku yang langsung membunuh mereka secara sadis dan keji.

Penyidikan kasus ini di-back up oleh sejumlah penyidik Direktorat I Pidana Umum Bareskrim Polri yang juga sudah berada di lokasi kejadian.

"Bareskrim memang kemari karena info awalnya akan ada perang tanding (saling serang) ternyata ini pembunuhan murni. Para korban ini juga dikenal meresahkan di lingkungan. Makanya akhirnya dibunuh," beber Lily.

Sumber: beritasatu
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD