Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 11 Februari 2013

Perbaiki Pipa Air, Dua Tewas Dipotong

Anggota keluarga dan kerabat kenalan meratapi jenazah Samuel Bewe saat tiba di rumah duka di Kampung Rai, Sabtu (9/2/2013)
TAMBOLAKA -  Berawal dari perbaikan pipa air bersih, dua orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka berat dalam peristiwa pembunuhan di Dusun III Desa Letekonda, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Sabtu (9/2/2013), sekitar pukul 12.30 Wita.

 
Kepala Polsektif Loura, Komisaris Polisi (Kompol) Antonia Pah, saat ditemui wartawan, Sabtu (9/2/2013), menyebut  dua korban tewas bernama Samuel Bewe (39). warga Kampung Rai, Desa Letekonda dan  Ester Kalumbang (35), wanita yang belum menikah asal Kampung Dore, Desa Letekonda.

Informasi sementara, kata Antonia, Kepala Desa Letekonda, Daniel Karel Gawu bersama Samuel Bewe dan beberapa warga lainnya memperbaiki pipa air yang bocor, persis di depan rumah almarhum Ama Koni.

Entah bagaimana, tiba-tiba terjadi keributan dan pembunuhan. "Informasi sementara, ada beberapa versi. Menurut Pice, mamanya Dina Koni dan Ester dipotong. Melihat kejadian itu, ia tidak terima sehingga emosi dan menyerang pihak sebelah. Saya juga tanya kepala desa yang kondisinya sudah mulai baik, tapi informasinya belum jelas. Nanti polisi dalami lagi," ujar  Antonia, saat  ditemui kembali oleh wartawan, Minggu (10/2/2013) pagi
Informasi yang dihimpun Pos Kupang, Sabtu (9/2/2013) menyebutkan, korban tewas bernama Samuel Bewe (39) menderita luka potong di punggung, leher dan mulut hingga melebar sampai kepala bagian belakang.


Jenazah Samuel baru bisa dievakuasi aparat polisi Polsektif Loura, Polres Sumba Barat dan anggota Brimob dari tempat kejadian perkara (TKP) empat jam kemudian. Jenazahnya diantar ke rumah duka di Kampung Rai. Anggota keluarga dan kerabat kenalan menyambut jenazah Samuel dengan ratapan.

Korban tewas lainnya, Ester Kalumbang (35). Wanita yang belum menikah, asal Kampung Dore, Desa Letekonda ini dipotong pada bagian dahi, kedua lengan tangan yang nyaris putus. Ester dilarikan ke Rumah Sakit Caritas Weetabula, namun nyawanya tidak tertolong.

Dari kamar mayat, jenazah Ester dibawa mobil ambulans dengan pengawalan mobil patroli polisi Polsektif Loura dan mobil Brimob ke rumah duka di Dusun III, Desa Letekonda.

Jenazah Samuel Bewe dan Ester Kalumbang telah dimakamkan anggota keluarga masing-masing. Sedangkan korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Caritas, yaitu Daniel Karel Gawu (39) yang kini menjabat Kepala Desa Letekonda.

Daniel menderita luka potong di bahu dan luka di dada yang diduga terkena lemparan. Daniel dirawat di ruangan operasi. Korban luka lainnya, Dina Koni (59). Istri almarhum Ama Koni (mantan Kades Letekonda yang dibunuh tahun 2011 lalu), menderita luka di dahi, di atas mata kanan yang diduga terkena lemparan.

Selain itu,  Vinsensius Kalumbang alias Pice (19). Pice mengalami luka potong pada lengan kiri dan telapak tangan kanan. Keduanya dirawat di instalasi rawat darurat.
Peristiwa pembunuhan itu membuat suasana di Desa Letekonda tidak seperti biasanya. Warga berdiri berkelompok-kelompok di jalan raya. Di pinggang lelaki dewasa dan remaja terselip parang, ekspresi mereka marah.

Polisi Polsektif Loura dibantu anggota dari Polres Sumba Barat dan Brimob langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara. Selain bertujuan mengambil jenazah Samuel Bewe, aparat yang dipimpin Kapolsektif Loura, Kompol Antonia Pah, juga menenangkan warga.

Unsur pemerintah, di antaranya Kepala Kesbangpol dan Linmas, Alex Kodi, Camat Loura, Aloysius Ngongo Bili dan Kepala Badan Pembanguan dan Pemerintahan Desa, Andreas juga berada di Letekonda untuk menenangkan warga.

Suasana berbeda juga terlihat di Rumah Sakit Caritas. Halaman parkir dan taman dipadati warga. Mereka berdiri berkelompok sambil berbincang. Mereka mau mengetahui perkembangan kondisi korban yang dirawat. Pintu masuk Rumah Sakit Caritas dijaga aparat polisi dan Brimob. Aparat memperkenan setiap orang yang menjenguk korban. Jika mencurigakan, tidak diperkenankan masuk menjenguk.
                                     
Siagakan Polisi
Kepala Polsektif Loura, Kompol Antonia Pah, yang juga mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Kabid Humas Polda) NTT ini mengatakan, korban yang dirawat sebagai saksi dan tersangka. "Karena kondisinya belum sehat, kami belum bisa melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, keluarga Ester Kalumbang sudah membuat laporan kepala Polsektif Loura. Sementara dari keluarga Daniel Karel Gawu dan Samuel Bewe belum membuat laporan.

Antonia mengatakan, agar kasus ini tidak berkembang lebih lanjut, pihaknya melakukan langkah antisipasi dengan menyiagakan polisi di setiap rumah duka, termasuk terus memantau Desa Letekonda.

"Kami mengimbau warga agar selalu tenang. Tidak terpancing sehingga kasusnya tidak terulang lagi. Serahkan kepada polisi untuk menyelesaikan kasus ini," tegas Antonia. (aca)


Diduga Dendam

KEPALA Kesbangpol dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kabupaten Sumba Barat Daya, Alex Kodi, menjelaskan, peristiwa pembunuhan itu tidak direncanakan sebelumnya. Peristiwa itu terjadi tiba-tiba.

"Berdasarkan keterangan Babinsa, kepala desa bersama sekelompok warga membersihkan pipa air bersih menuju Dusun Katewel. Tiba-tiba terjadi pembunuhan," kata Alex, saat ditemui di Kampung Rai, Sabtu (9/2/2013) sore.

Menurut analisisnya, pembunuhan kali ini ada hubungan dengan pembunuhan Ama Koni, mantan Kepala Desa Letekonda pada  tahun 2011 lalu. "Kalau tidak antisipasi, akan berlanjut," ujarnya.

Untuk meredam agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, kata Alex, pemerintah akan melakukan pembinaan kepada masyarakat.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, sebelum peristiwa ini, pada tahun 2011 lalu terjadi pembunuhan Kepala Desa Letekonda, Ama Koni. Ama Koni dibunuh dalam rumahnya saat sedang tidur. Jauh sebelumnya juga terjadi pembunuhan terhadap orangtua yang adalah Kepala Desa Letekonda saat ini.

Kapolsektif Loura, Kompol Antonia Pah, mengatakan, kasus ini diduga tidak terlepas dari peristiwa pembunuhan sebelumnya. "Jadi, semacam ada dendam di antara mereka," ujar Antonia.
 
 
 
 
Sumber : Pos Kupang

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD