Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 25 Februari 2013

Masalah Panwaslu dan Bupati Sumba Barat, Gubernur Harus Turun Tangan

WAIKABUBAK - Dua tokoh masyarakat Kabupaten Sumba Barat, Toda Lero Ora, S.H dan  Drs. Julianus Pote Leba, M.Si, meminta Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya harus turun tangan memfasilitasi penyelesaian persoalan antara Panwaslu dan Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd.

 

Ditemui terpisah, Jumat (22/2/2013) di Waikabubak, Toda Lero Ora dan Julianus Pote Leba mengatakan, Gubernur NTT sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di wilayah ini jangan  tinggal diam menyaksikan kemelut Panwaslu Sumba Barat dan Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango.

Toda dan Julianus ditemui untuk meminta pendapat dan saran atas penolakan  keanggotaan Panawaslu Sumba Barat oleh Bupati  Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango.

Sebelumnya, Bupati  Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd menegaskan, sampai kapan pun tetap menolak keanggotaan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumba Barat, termasuk panwaslu tingkat kecamatan.

Penegasan itu disampaikan Bupati  Jubilate Pieter Pandango dalam sambutannya ketika membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanah Righu di kantor kecamatan itu di Malata, Rabu (20/2/2013). Pernyataan itu disambut tawa peserta musrenbang.

Bupati Pandango beralasan penolakan keanggotaan Panwaslu Sumba Barat karena proses perekrutan tidak berkoordinasi dengan Pemkab Sumba Barat.  Apalagi, lanjutnya, semua anggota Panwaslu Kabupaten Sumba Barat dari unsur tertentu saja. Keanggotaan panwaslu dari satu unsur saja justru menimbulkan pertanyaan dari unsur masyarakat lainnya (Pos Kupang, 22/2/2013).

Toda dan Julianus menegaskan, harus ada pihak yang memfasilitasi komunikasi antara Pemkab Sumba Barat dalam hal ini Bupati Jubilate Pieter Pandango dan Panwaslu Sumba Barat agar persoalan yang terjadi segera selesai.

Untuk itu, kata Toda dan Julianus, meminta Pemerintah Propinsi NTT harus turun tangan memfasilitasi komunikasi kedua pihak. Apalagi, lanjut keduanya, proses penyelenggaraan Pemilu Gubernur (Pilgub) NTT periode 2013-2018 sedang berlangsung dan akan memasuki masa kampanye terbuka tanggal 1 Maret 2013.

Julianus dan Toda mengatakan, keberadaan panwaslu dijamin undang-undang, dan pemerintah mempunyai kewajiban sesuai perintah undang-undang, yaitu memfasilitasi kegiatan panwaslu berupa penempatan tenaga pegawai negeri sipil (PNS), gedung kantor dan sarana pendukung lainnya agar panwaslu dapat menjalankan tugas dengan baik.
Kedua tokoh masyarakat itu menyatakan, sesuai undang-undang penyelenggaraan pemilu harus diawasi lembaga pengawas resmi negara dalam hal ini panwaslu.

"Menjadi pertanyaan, sah atau tidak penyelenggaraan pemilu gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2013-2018 tanggal 18 Maret 2013 tingkat Kabupaten Sumba Barat jika tanpa diawasi lembaga pengawas pemilu dalam hal ini panwaslu," kata Julianus dan Toda.

Mencermati persoalan yang terjadi, demikian dua tokoh masyarakat Sumba Barat itu, maka Gubernur NTT segera turun tangan  menyelesaikan persoalan ini agar penyelenggaraan Pilgub NTT diawasi lembaga resmi panwaslu.

Toda dan Julianus berharap persoalan Panwaslu dan Bupati Sumba Barat  harus segera berakhir sehingga pesta demokrasi Pilgub NTT dapat berjalan sesuai harapan segenap masyarakat di Sumba Barat.

Toda menambahkan, mengingat masa kampanye dimulai tanggal 1 Maret 2013 dan di satu sisi persoalan panwaslu belum tuntas, sebaiknya Gubernur NTT segera menurunkan dua PNS dari propinsi untuk membantu mengurus sekretariat Panwaslu Kabupaten Sumba Barat.

Toda menyatakan, Panwaslu Sumba Barat tidak bisa bekerja tanpa dana operasional. Sebab,  undang-undang yang berhak mengelola keuangan panwaslu adalah PNS. Karena itu, bila gubernur menurunkan PNS, maka persoalan selesai.

Tokoh masyarakat lainnya, Abdulah Bamualim menambahkan, peran panwaslu sangat penting untuk merekam semua pelanggaran pilgub, sekaligus menjadi masukan untuk perubahan kualitas penyelenggaraan pemilu di masa mendatang. (pet)




Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD