Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 16 Februari 2013

Bawaslu "Mengadu" ke Komisi A

Kupang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi NTT akhirnya mengadukan persoalan penolakan Bupati Sumba Barat, Jubilate Pandango kehadiran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten yang telah dilantik dengan alasan perekrutan anggota panwaslu itu tanpa ada koordinasi dengan pemerintah daerah setempat ke Komisi A DPRD NTT.

 

Persoalan ini disampaikan Ketua Bawaslu Propinsi NTT, Nelce R. P Ringu dalam rapat koordinasi antara Komisi A DPRD NTT dengan Bawaslu Propinsi TT, Sekda NTT dan KPU Propinsi NTT di Ruang rapat komisi A DPRD NTT, Senin (11/2/2013).

Dalam rapat itu, Nelce menyampaikan bahwa hingga saat ini, Bupati Jubilate Pandango masih ngotot menolak salah satu anggota Panwaskab Sumba Barat yang telah dilantik pada Desember 2012 lalu. "Bupati Sumba Barat tetap menolak panwaskab sampai sekarang. Beliau tetap ngotot sampai pergantian salah satu anggota panwaskab. Bupati harus menyampaikan secara resmi dan mengajukan bukti dan sah.

Jangan lembaganya (panwaskab) dicut, biarkan lembaganya berjalan. Bupati tolak salah satu oknum anggota tapi mengcut semua pengawasan," katanya dalam rapat itu.

Bawaslu NTT, lanjut Nelce akan segera mengambi langkah dengan menyurati  Bupati Sumba Barat untuk menindaklanjuti kasus itu.


Beberapa anggota Komisi A DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Gusti Beribe dan Gabriel Beri Binna mengatakan, harus ada solusi terkait masalah itu dan  berharap Sekda NTT, Frans Salem yang turut hadir dalam rapat itu untuk membantu mengkomunikasikan penyelesaian masalah itu dengan Bupati Sumba Barat.
"Saya yakin kalau Pak Sekda yang bicara dengan bupati (Bupati Sumba Barat,red) pasti bisa," kata Anwar Pua Geno.
Ditemui usai mengadakan rapat dengan tim pemenangan pasangan calon di Kantor Bawaslu NTT, Senin (11/2/2013) sore, Nelce mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah tegas jika Bupati Sumba Barat tetap menolak keberadaan Panwaskab di wilayah itu. "Kami akan ambil alih dan kami proses sebagai tindakan menghalang-halangi tugas pengawasan. Kita lihat dalam satu dua hari ini," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Bawaslu  Propinsi NTT, Nelce R.P Ringu menilai penolakan Bupati Sumba Barat, Jubilate Pandango terhadap kehadiran panwaslukab sebagai bentuk tidak pahamnya bupati terhadap aturan perundang-undangan tentang penyelengara pemilu.

Menurutnya, alasan penolakan bupati itu sangat aneh dan tidak masuk akal lantaran anggota panwaslu yang telah dilantik itu telah melalui proses perekrutan dan seleksi yang ketat. "Dengan penolakan ini, saya melihat ini karena kurang pahamnya aturan oleh pak bupati. Beliau kurang paham tentang undang-undang penyelenggaraan pemilu. Seandainya beliau sempat tahu, sempat baca UU saya yakin tidak akan seperti ini. Tapi kita tidak akan terpengaruh siapapun dia termasuk bupati karena memang ini amanat undang-undang, kami independen," tegas Ringu sambil menambahkan bahwa keberadaan Bawaslu itu sama seperti lembaga lainnya seperti KPK, KPU, KY dan lainnya.




Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD