Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 15 Januari 2013

Yayasan Kasih Agape Diadukan ke DPRD

Waingapu - Pembangunan tambahan sekolah TK, SD, dan SMP dan SMA yang dilakukan yayasan Kasih Agape Gereja Bethel Indonesia (GBI) menjadi persoalan bagi Pdt Daniel Agus Sumarno dan sebagian jemaat GBI Kampung Baru (KB).

Rabu (9/1), mereka mengadukan yayasan tersebut ke DPRD Sumba Timur. Dalam pertemuan dengan komisi A DPRD setempat yang dipimpin Mahambal Kaboruk dan dihadiri ketua yayasan Kasih Agape Simson Tanto, Dewan Majelis Jemaat GBI Waingapu Pdt Andreas Hani, Asisten Tata Praja Bertholomeus Nggama Landumeha, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Harlen Sihotang, Kabag Tatapem Frangki Ranggambani, Camat Kota Wilhelmus Lamba, dan Lurah Hambala Burhanudin Hamid.


 

Saat itu Agus Surmarno mengungkapkan, aktifitas pembangunan yang dilaksanakan yayasan Kasih Agape mengganggu di saat jam ibadah hari Minggu. Beberapa tokoh jemaat sudah mencoba menegur bahkan dirinya selaku gembala sidang GBI karena sangat menganggu konsentrasi saat ibadah berlangsung.

Namun ternyata hal itu tidak mendapat respon sebagaimana yang diharapkan. "Pernah terjadi pelemparan diatap gereja saat berlangsungnya ibadah doa malam sebanyak tiga kali. Saat ini sedang terjadi pembangunan pondasi pagar oleh yayasan Kasih Agape yang diduga sudah memasuki batas wilayah milik GBI Waingapu dalam hal ini GBI jemaat KB.

Berdasarkan situasi dan kondisi tersebut maka gembala sidang bersama jemaat dan beberapa tokoh jemaat mewakili seluruh jemaat GBI KB telah mengadakan rapat bersama pada Kamis (13/12) 2012 lalu dan menghasilkan beberapa hal penting guna menindaklanjuti permasalahan tersebut,"jelasnya.

Dikatakan, keputusan dalam pertemuan itu yakni gembala sidang GBI didukung oleh semua majelis dan seluruh jemaat GBI KB akan membawa masalah itu pada pihak yang berwewenang dan bisa menindaklanjutinya sehingga dapat memberikan solusi sebagaimana yang diharapkan oleh semua jemaat GBI KB.

Pihaknya demikian Sumarno juga menghimbau kepada pihak yang berkewenangan untuk meminta kepada yayasan Kasih Agape menghentikan pembangunan tersebut sampai ada penyelesaian dan kepastian kepastian hukum.

"Di atas tanah GBI Waingapu awalnya berdiri sekolah Theologia Pratikta Waingapu atas sawadaya jemaat GBI Waingapu tetapi sekolah tersebut tiba-tiba sudah tidak ada lagi dan sebagai gantinya saat ini sedang direnovasi oleh yayasan Kasih Agape menjadi gedung SMP dan SMA.

Sebagai informasi tambahan dan bahan pertimbangan, bersama laporan ini kami lampirkan juga beberapa dokumen asal usul tanah GBI Waingapu yang didalam perjalanan telah mengalami banyak perubahan nama dan bahkan perubahan kepemilikan tanpa kami ketahui sementara kami notabene adalah jemaat gereja lokal yang beribadah diatas tanah tersebut,"ujarnya.

Menanggapi hal itu, Pdt Andreas Hani yang diberi kesempatan oleh Komisi A DPRD menjelaskan, masalah itu berawal dari pernyataan Deni Sinatra jemaat GBI KB kepada Sem Tanto adik kandung Simson Tanto terkait penjualan tanah tempat dibangunnya sekolah TK dan SD oleh Yayasan Kasih Agape.

Dalam percakapan tersebut, Deni Sinatra jelasnya, mengatakan bahwa Rp
500 juta masih kurang. "Kemudian saya mendapat pesan singkat SMS soal penjualan tanah tersebut senilai Rp 900 juta. SMS yang bertujuan memfitnah saya juga menyebar di semua orang.

Ini kan pencemaran nama baik namanya karena ada upaya mendiskreditkan saya di mata jamaat dan warga Waingapu bahkan masalah ini sampai ke DPRD yang seharusnya bisa diselesaikan secara internal,"sesalnya. Hani mengakui, tanah tersebut diperolehnya sebagai dari pemerintah di era mantan bupati Sumba Timur almarhum Adrianus Soai pada tahun 1986.

"Setelah pulang menamatkan pendidikan pendeta di Amerika saya bercita-cita ingin membangun GBI di beberapa wilayah termasuk di Kampung Baru sehingga tidak saja berpusat di Matawai. Kebetulan saya memiliki ibu angkat di Amerika. Keinginan tersebut saya sampaikan kepada ibu angkat saya yang sekarang sudah meninggal dunia.

Oleh ibu angkat tersebut, saya dikirimi tiket ke Amerika. Disana saya diberi kesempatan untuk berkhotbah di beberapa gereja yang ada di Amerika. Kepada jemaat gereja Bethel di Amerika saya juga menyampaikan niat tersebut dan mendapat respon yang positif.

Ini ceriteranya sehingga ada bangunan GBI KB Waingapu, itu. Saudara Daniel Agus Sumarno saya yang menempatkannya disana sebagai gembala jemaat. Awalnya dia saya tempatkan di Mangili kecamatan Pahunga Lodu dan karena ada pengeluhan dari yang bersangkutan karena tidak kerasan disana maka saya akhirnya menempatkannya di GBI KB Waingapu.

Awalnya jabatannya sebagai kepala asrama dan sekarang menjadi gembala jemaat GBI KB Waingapu. Tapi kalau seperti ini maka saya sudah ditusuk dari belakang,"tandasnya. Pengalihan sebagian tanah tersebut kepada yayasan Kasih Agape, menurut Hani, karena ada keinginan luhur dari Simon Tanto yang juga jemaat GBI Jakarta yang adalah warga kelahiran Waingapu untuk membangun lembaga pendidikan Kasih Agape di Waingapu.

"Itu bukan jual beli tapi sebatas ucapan terima kasih dari pak Simon Tanto dengan memberikan kompensasi atas tanah tersebut sebesar Rp 500 juta. Uang tersebut juga bukan untuk saya pribadi tapi saya serahkan ke kas GBI.

Disini juga ada bendahara GBI yang menerima penyerahan uang senilai Rp 500 juta itu dari saya,"tambahnya. Kepala BPN Waingapu Harlen Sihotang mengatakan, dari dokumen yang ada, sertifikat tanah tersebut yang awalnya seluas 6.860 m2 dan dipecah menjadi tiga sertifikat masing-masing seluas 2000 m2.

"Awalnya status tanah tersebut berupa hak pakai oleh GBI selama 10 tahun dan berakhir pada tahun 1996. Setelah berakhirnya hak pakai tersebut atas permintaan GBI maka sertifikat tanah tersebut kemudian dipecah menjadi tiga. Soal batas tanah yang bergeser tidak bisa diputuskan disini tapi BPN akan melakukan chross check di lapangan,"ingatnya.

Disaksikan wartawan, DPRD dan pemerintah menyerahkan penyelesaian masalah tersebut kepada internal GBI. "Sebenarnya ini masalah internal yang bisa diselesaikan kedalam. DPRD bukan lembaga peradilan yang bisa memutuskan siapa salah siapa benar. Jadi kita kembalikan masalah ini ke GBI untuk diselesaikan secara internal,"tukas Mahambal Kaboruk



Sumber : Timor Express
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD