Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 28 Januari 2013

Paksa PNS Dukung Incumbent, Bawaslu Tegur Bupati Sumba Barat

Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengirimkan surat teguran kepada Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, yang  yang melakukan politisasi aparat  birokrasi di wilayahnya untuk mendukung Pasangan Frans Lebu Raya – Benny Alexander Litelnony   (Frenly)  pada Pemilukada Tahun 2013.
 
Juru bicara Bawaslu NTT, Jemris Fointuna, kepada wartawan di Kupang, Jumat (18/1), menuturkan, teguran itu bukan hanya berkaitan masalah politisasi aparat birokrasi , tetapi juga berkaitan dengan penolakan yang bersangkutan terhadap Panwaslu Kabupaten Sumba Barat.

“Kami merasa heran, ada bupati yang bertindak seperti itu serta tidak mengerti dengan perundang-undangan dan tata aturan di negara ini.  Itu yang patut disayangkan,” kata Fointuna.

Dia mengatakan, yang dilakukan Bupati Sumba Barat,dengan menginstruksikan aparat di bawahnya seperti camat dan kepala desa bekerja untuk pasangan calon incumbent yang diusung  PDI Perjuangan  tersebut, bertentangan dengan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pasal 27  yang antara lain menyatakan kepala daerah wajib memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat serta melaksanakan kehidupan demokrasi.

Menurut Fointuna, dalam surat itu Bawaslu meminta Bupati Sumba Barat untuk menjaga sikap adil dan menjunjung tinggi netralitas dalam pelaksanaan Pemilukada Tahun 2013, sehingga nantinya tidak ada tudingan keberpihakan kepada calon tertentu,kare3na itu mencederai demokrasi yang tumbuh di negara ini .

Terkait keberadaan Panwaslu di Kabupaten Sumba Barat, tambahnya, tetap bertugas seperti biasa sesuai ketentuan perundang-udangan yang berlaku, serta tidak perlu tertanggu dengan pernyataan bupati setempat.

 “ Bawaslu juga akan mengawasi  secara serius  upaya politisasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT saat ini. Malah, sejumlah pejabat tanpa rasa malu terlibat aktif menjadi tim sukses pasangan calon tertentu dan memanfaatkan fasilitas negara untuk mendukung aktivitas tersebut,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, mengancam memecat dan mencoret nama tenaga honor dari daftar surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan honor daerah  itu  bila pada tanggal 18 Maret 2013 tidak memilih Paket Frenly.

Di hadapan 1.660 tenaga kontrak daerah, Bupati Pandango meminta mendukung paket Frendly untuk memenangkan pilgub pada tanggal 18 Maret 2013. Anda akan tahu sendiri bila mengingkari permintaan ini.

 "Jangan salahkan saya jika namamu tidak tertera lagi dalam SK pengangkatan sebagai karyawan kontrak daerah," ujar Pandango di hadapan ribuan tenaga kontrak daerah yang memadati ruangan Aula Gedung Karya Siaga, di Waikabubak, Sabtu , 12 januari 2013 lalu.

Untuk memuluskan langkah itu, Bupati Pandango meminta enam camat se-Kabupaten Sumba Barat mengawasi tingkah laku para tenaga kontrak itu. Para camat juga diminta untuk menyukseskan kemenangan paket Frenly pada pilgub NTT tanggal 18 Maret 2013.



Sumber : aktual.co
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD