Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 19 Januari 2013

Komplotan Pembobol Pertokoan Rimo Diringkus : Pelaku Asal Sumba Barat

Pelaku Ngaku Sakit Hati Dipindahkan Tugas
 
 
Denpasar  - Upaya keras pasukan Sat. Reskrim Polresta Denpasar untuk mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di Pertokoan Rimo, Jalan Diponegoro Denpasar, akhirnya membuahkan hasil. Beberapa jam melakukan penyelidikan, tim buser yang dikomandoi Kanit I Sat Reskrim Polresta Denpasar AKP I Gede Ardana berhasil menangkap tiga pelaku pembobolan. Para tersangka mengaku nekat membobol toko tersebut karena merasa sakit hati dipindahkan tugas.
 
Mereka yang ditangkap masing-masing bernama Cristyan Engbeko alias Eko (31), Andreas Lande alias Sole (20) dan Lexi Tawelan (30) asal Sumba Barat. Ketiga tersangka dibekuk secara bergiliran. Sementara satu rekannya berinisial AG, masih buron hingga sekarang. ''Tim buser masih melakukan pengejaran terhadap AG,'' kata Kasubag Humas Polresta Denpasar AKP I.B. Sarjana, Rabu (16/1) kemarin.
 
 

Didampingi AKP Ardana, Sarjana menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka itu berawal dari hasil penyelidikan polisi di lapangan. Polisi sebelumnya menerima laporan dari korban Agus Kristian (39), pemilik Toko JCOM di Pertokoan Rimo, Minggu (13/1). Korban mengaku tokonya dibobol maling dan sejumlah barang elektronik lenyap dari tempat penyimpanannya.
 
Adanya laporan itu, pihak Reskrim Polsek Denpasar Barat dan Polresta Denpasar langsung turun ke TKP guna melakukan pemeriksaan. Penyidik menggelar olah TKP dengan mengambil sidik jari. Tak hanya itu, sejumlah saksi dari warga dan tiga satpam yang jaga saat itu juga dimintai keterangan. ''Ada beberapa saksi yang diperiksa saat itu,'' katanya.
 
Semua keterangan saksi tidak menunjukkan adanya titik terang. Akhirnya, penyidik memeriksa CCTV yang terpasang di dalam Pertokoan Rimo. Meski CCTV telah dirusak, namun masih ada rekaman sebelumnya. Nah, dari sanalah penyidik mendapat petujuk. ''Rekaman CCTV sedikit kabur, namun bisa terbaca,'' ucap Sarjana.
 
Berdasarkan rekaman CCTV itu, polisi berhasil mengidentifikasi para tersangka. Tanpa membuang waktu lagi, tim buser mengejar para pelaku. Tersangka pertama yang ditangkap yakni Andreas. Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini dibekuk di tempat kosnya di Jalan Raya Sesetan Gang Durian No. 25, Denpasar Selatan, Minggu (13/1) pukul 22.00 wita.
 
Saat tempat kosnya digerebek, polisi menemukan empat buah laptop yang disembunyikan di plafon. Hasil pengembangan, muncul nama kedua yakni Cristyan. Pria yang mantan satpam Rimo ini ditangkap di kos-kosannya di Jalan Tukad Petanu, Denpasar. Selanjutnya, polisi meringkus tersangka Laxi di Jalan Kenyeri Denpasar, Selasa (15/1) pukul 13.00 wita.
 
''Baru tiga tersangka yang kami tangkap. Tersangka Cristyan dan Laxi ini sama-sama mantan satpam Rimo. Karena ada masalah, mereka pun dipindahkan ke Diamon Kuta dan Hotel Ice,'' jelasnya. Sementara tersangka AG, belum berhasil ditangkap dan masih buron. ''AG ini juga mantan satpam Rimo karena dipecat,'' ungkapnya.
 
Dari penangkapan ketiga tersangka itu, polisi menyita barang bukti hasil curian yakni 5 buah laptop, 8 buah tab dan uang Rp 10,5 juta. Sementara alat transportasi yakni dua sepeda motor Jupiter MX dan Supra, juga diamankan. ''Masih banyak barang bukti yang belum ditemukan. Kemungkinan barang-barang itu sudah dijual,'' terangnya.
 
Sarjana menambahkan, para tersangka masuk ke dalam toko dengan cara mengambil kunci rolling door utama di pos satpam. Dua tersangka yang masuk yakni tersangka Andreas dan AG. Begitu masuk toko, mereka naik ke lantai dua dan mencongkel rolling door toko JCOM. Yang diambil yakni 4 buah laptop merek Accer dan 2 buah laptop merek Axioo. Barang lainnya yang juga diembat yakni sebuah laptop merek Azus, sebuah laptop merek Toshiba, 3 buah tab Axioo 10 inc, sebuah tab merek GGC dan GGA, tab Samsung, tab Smartfren dan uang tunai Rp 10,5 juta. ''Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian total sekitar Rp 42 juta,'' imbuhnya.
 
Selain mengejar tersangka AG, penyidik juga mengembangkan kasusnya ke internal. Sebab, polisi juga mencurigai tiga satpam yang jaga saat itu. Saat para tersangka beraksi, mereka mengaku tidur lelap. ''Masa tiga satpam itu tidur semua. Kalau mau tidur kan mestinya secara bergantian. Masa tak ada yang jaga,'' cetusnya.

Sumber : Bali Post
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD