Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 10 Januari 2013

10 Ribu Ternak Sapi di Sumba Terancam Tewas

JAGA TERNAK--Empat warga menjaga ternak agar tidak minum air yang tercemar sampah medik di luar lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Kambata Tana, Kecamatan Pandawai-Sumba Timur, Minggu (6/1/2013).
WAINGAPU - Sekitar 10 ribu ekor ternak  sapi sumba ongole, kerbau dan kuda milik warga Desa Kambata Tana dan Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, terancam mati. Pasalnya, kawasan padang penggembalaan ternak sudah tercemar sampah medik.

 

Kepada wartawan di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  di Desa Kambata Tana, Kecamatan Pandawai, Minggu (6/1/2013), Kornelis K Liwu (53) mengatakan, sekitar 10 ribu ekor ternak milik warga saat ini terancam mati.

Hal ini disebabkan kawasan padang yang selama ini dimanfaatkan oleh mereka untuk menggembalakan ternak sudah dicemari sampah medik.

"Hingga saat ini sudah ada lima ekor sapi yang mati karena ada genangan air yang tercemar sisa  obat-obatan dan diminum ternak. Kami curiga di dalam genangan air ini ada bahan kimia karena sapi mati di tempat itu," ungkap Kornelis.

Ia menjelaskan, genangan air berada di luar lokasi TPA yang sementara di bangun pemerintah. Sekitar sebulan yang lalu, kata Kornelis, ada  pemusnahan obat-obatan oleh pemerintah daerah  melalui instansi terkait.

Obat-obatan itu dikubur dalam lubang yang sudah disiapkan, tetapi proses pemusnahan tidak sesuai prosedur. Pasalnya, lubang tidak ditutup rapat dan saat musim hujan terjadi genangan air.

"Ini lihat sendiri ada botol, plastik bungkusan dan tablet obat yang berserakan di atas permukaan tanah," kata Kornelis.

Dikatakannya, bukan tidak mungkin saat ini sudah terjadi pencemaran di sekitar kawasan padang yang selama ini dihuni ribuan ekor ternak untuk mencari makan.

Pasalnya, ungkap Kornelis,  lokasi TPA berada di ketinggian dan saat saat hujan aliran air selalu bergerak menuju sungai. "Coba mereka buang di dalam lokasi TPA, mungkin tidak ada masalah. Tetapi ini di luar pagar. Pasti akan mencemari kawasan padang ini," katanya.

Hal senada disampaikan  Yama Lundu Tana (55). Dia mengatakan, setelah menyaksikan  kematian sapi miliknya di lokasi genangan air tersebut, ia menyampaikan hal itu kepada pihak berwajib.

Selanjutnya, demikian Yama,  petugas dari Dinas Peternakan Sumba Timur datang dan melakukan pengamatan di lokasi tersebut. "Petugas suruh saya kubur sapi yang mati. Ya, kami kubur. Terus mereka juga bawa air dan sampah untuk diteliti," tutur Yama.

Dijelaskannya, ternak sapi yang mati bisa dijual dengan harga Rp 7 juta  per ekor. Selain itu, total kerugian yang dialami oleh tiga orang pemilik ternak yang mati tersebut mencapai Rp 25 juta.

"Kami mau tuntut siapa sekarang? Kami hanya bisa berharap agar pemerintah bisa memperhatikan masalah ini," kata Yama.

Pantauan Pos-Kupang.Com di lokasi padang penggembalan  terlihat tumpukan sampah di genangan air seluas kurang lebih 5 x 10 meter. Jenis sampah tersebut obat-obatan seperti infus, obat antibiotik berupa tablet dan kapsul, serta botol yang berisi cairan obat lainnya.




Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD