Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 10 Desember 2012

PLTM Lapupu Hemat Rp 4,3 M, PLTS Bila Cenge Terbesar di Indonesia

SEMANGAT dan kerja keras PLN menghadirkan terang bagi masyarakat di pedalaman Sumba membuahkan hasil. 

Pulau Savana ini pun ditetapkan sebagai ikon untuk pengembangan energi baru terbarukan. Bukan saja untuk Indonesia, melainkan oleh dunia, mengakui Sumba sebagai salah satu wilayah penyimpan energi listrik non fosil terbesar di dunia.



LONGGINUS ULAN

ANGIN sejuk, teduhnya rimbun pohon membuat Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat memiliki kekhasan alam tersendiri. Udara sejuk Minggu (25/11) pagi itu mengawal perjalanan rombongan safari PLN menuju luar kota.

Bus travel yang dikemudikan Om Umbu Janji melaju mulus. Obyek yang dituju kali ini adalah air terjun Lapupu di Desa Katikuluku, Kecamatan Wonokaka, Sumba Barat. Dari Wingapu jaraknya kurang lebih 20-an kilometer. Soal jalan, tak lagi jadi persoalan, bila dibanding jalan ke Kananggar di ujung utara Sumba Timur.

Dari ketinggian jalan, nampak tak ada jurang terjal hanya hamparan sawah yang hijau membentang. Kuda, sapi, kerbau dan kambing nampak asyik merumput di tengah petak sawah yang tak ditumbuhi padi. Ternak-ternak itu dijaga satu dua orang gembala.
Hewan-hewan piaraan itu asyik mengunyah rumput hijau, sementara sang gembala mengawasi dari jarak dekat.

Sesekali bila ada ternak yang nakal maka gembala bertelanjang dada itu mengarahkan dengan kayu kecil seperti rotan. Hewan-hewan piaraan itu pun seolah tahu isyarat dan pesan lewat ayunan rotan pada genggaman tangan si gembala. Menikmati gembala dan ternak piaraan, rombongan pun memasuki hutan lindung.

Sekira dua kilometer akan tiba di air terjun Lapupu. Saat memasuki lokasi, jalan belum diaspal. Walau demikian tak ada lagi jurang di kiri dan kanan jalan. Air terjun ini berada di antara lokasi hutan lindung. Pembangkit energi listrik tersebut ini dalam proses finishing untuk segera dikembangkan sebagai PLTM.

Menurut Nyoman Sudjana, manajer teknik PLN Wilayah NTT, PLTM Lapupu, berkapasitas 2 x 800 kW. Lokasi ini pun jelasnya, merupakan taman nasional dan diawal 2013, PLTM ini sudah akan mulai beroperasi. Ada dua turbin penggerak yang dioperasikan. Dan, bila terjangkau maka penghematan BBM akan mencapai 4,3 miliar lebih.

Setelah mereguk sensasi alam air terjun Lapupu, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke Sumba Barat Daya (SBD). Di Lokomboro, daerah yang subur dengan curah hujan tinggi, berdiri PLTM yang sudah beroperasi.

Namanya PLTM Lokomboro, Kecamatan Wewewa Timur (baca Wejewa Timur untuk dialek orang setempat, red), SBD. Ada lima unit mesin di PLTM ini dengan kapasitasnya masing-masing. Unit satu berkapasitas 850 kW, unit dua dan tiga 500 kW, dan unit berkapasitas 500 kW.

Sumber air terjun Lokomboro ini bisa dimanfatkan untuk tiga kabupaten yakni Sumba Tengah, Sumba Barat dan SBD. PLTM ini sudah diresmikan dan beroperasi sejak tahun 1998 silam.
Manejer Rayon PLN Sumba Barat Daya, Juniarto Adhi Prayitno, mengatakan potensi energi air tejun ini pada pembuangan pertama dan dua bisa diolah lagi menjadi pembangkit listrik.

Sementara ini, jelasnya sedang dibangun lagi dua unit. "PLTM Lokomboro merupakan pembangkit listrik tenaga air terbesar di wilayah NTT yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk empat kabupaten di Sumba, yakni Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya," ujar Juniarto Adhi Prayitno.

Dijelaskan, dengan beroperasinya PLTM Lombokoro ini, diperkirakan potensi pengurangan penggunaan BBM dalam penyediaan listrik bisa mencapai 1.226.940 liter. Ini setara dengan nilai penghematan sekitar Rp 11 miliar untuk wilayah NTT.

"PLTM Lokomboro memiliki dua buah pembangkit yang masing-masing berkapasitas 500 kW. Air buangan dari dua mesin PLTM Lombokoro ini, ternyata masih berpotensi untuk digunakan kembali oleh PLN dengan membangun PLTM turunannya (cascading) berkapasitas 2 x 200 kW. Diharapkan pada tahun 2012 ini dua mesin yang lain sudah bisa dioperasikan.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Bila Cenge, Kecamatan Kodi Utara, SBD itu merupakan yang terbesar di Indonesia.

Di sana modul penangkap sinar surya berdiri tegak, berjajar rapih menghadap untuk menangkap sinar matahari di atas lahan seluas lebih kurang dua hektar. Kapasitas daya total PLTS itu mencapai 500 kWp dan mampu mengalirkan listrik untuk 1.000 rumah dengan daya 500 watt per rumah.


Sumber : Timex
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD