Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 10 Desember 2012

PILKADA NTT: Golkar Khianati Aturannya Sendiri

KUPANG– Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang berpendapat, Partai Golkar telah menghianati aturannya sendiri dalam menetapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2013-2018.

“Dengan penetapan pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Melki Lakalena sebagai calon gubernur dan wakil gubernur sama dengan Partai Golkar menghianati aturan sendiri karena mengabaikan mekanisme partai yang selama ini dianut Golkar,” kata Ahmad Atang di Kupang, Senin (10/12/2012).
Dia menjelaskan, sebelumnya, rapat pimpinan daerah (Rapimda) sebagai mekanisme tertinggi partai sudah menetapkan Ibrahim Medah sebagai calon tunggal untuk diusung dalam pemilihan gubernur yang akan digelar pada 18 Maret 2013 mendatang.

Rapimda yang digelar Oktober 2012 lalu itu selain menetapkan Ibrahim Medah sebagai calon gubernur juga menetapkan Alo Liliweri dan Hugo Kalembu sebagai calon wakil gubernur yang akan mendampingi Ibrahim Medah.

Bahkan awal Desember 2012, DPD Golkar NTT melalui beberapa pengurusnya mengumumkan pasangan Medah-Hugo Kalembu sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung partai berlambang pohon beringin itu.

Namun diluar dugaan pada 6 Desember 2012, DPP Partai Golkar menetapkan pasangan Ibrahim Medah-Melki Lakalena sebagai calon gubernur dan wakil gubernur untuk diusung dalam Pilgub NTT berdasarkan SK bernomor : R.406/Golkar/XII/2012.

SK pengesahan pasangan calon Kepala Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur itu ditandatangani Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham.

Menurut Ahmad Atang yang juga Pembantu Rektor UMK itu, dalam banyak kasus Golkar membuang kadernya sendiri hanya karena kalah survei tetapi kali ini Golkar mengakomodir calon wakil gubernur yang tidak melalui mekanisme internal partai, apalagi hasil survei.

Artinya dengan menetapkan Medah-Melki sama dengan Golkar menghianati aturan sendiri dalam mekanisme penetapan paket calon diluar mekanisme yang selama ini dianut Golkar, katanya. Apalagi kata dia, fakta politik menunjukkan bahwa Golkar telah menetapkan paket Medah-Hugo Kalembu.

Kondisi menimbulkan adanya resistensi internal partai sebagaimana banyak disuarakan oleh sebagian DPD II yang tidak akan bekerja untuk paket ini karena tidak menguntungkan secara politik.

“Saya boleh katakan bahwa penetapan pasangan Medah-Lakalena merupakan paket bunuh diri,” katanya.
Mengenai argumentasi kader mudah dan energik, dia mengatakan, argumen calon wakil gubernur masih mudah dan energik dapat membantu Ibrahim Medah secara optimal menunjukkan sikap arogansi Partai Golkar.

“Ini sikap arogansi Golkar seolah-olah Golkar sudah memenangkan Pilgub NTT. Pilihan anak mudah merupakan pendekatan segmentasi politik tetapi budaya politik kita belum terpola berdasarkan dikotomi tua-muda atau laki-perempuan,” kata Ahmad Atang

Sumber : .bisnis-kti.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD