Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 27 Desember 2012

Mengoleksi Tenun Harus Tahu Cara Merawatnya

Sebagian orang sangat gemar mengoleksi kain tenun, baik untuk dijadikan pakaian, atau hanya sekadar memiliki karena motif dan warnanya yang menggoda. Kain tenun bila tidak dirawat dengan baik bisa cepat rusak, warnanya pudar, atau robek karena digigit serangga atau pemakaian yang tidak hati-hati.

 

Benny Gratha, Asisten Kurator Museum Tekstil Jakarta, membagi tips cara merawat kain tenun agar tahan lama. Mungkin tips ini bisa dijadikan panduan untuk Anda yang gemar mengoleksi kain tenun.

Menurut Benny, yang terpenting tenun harus bebas dari debu. Karena debu layaknya gunting, dapat memotong serat-serat kain hingga kain rusak.

Nah untuk menghidari kain dari debu, kain harus disimpan ditempat yang benar-benar bersih. "Nyimpannya itu sebaiknya digulung, dibungkus kertas bebas asam, lalu ditutup lagi dengan kain," katanya.

Ia menambahkan bahwa kain yang telah dipakai jangan disimpan dengan dilipat. "Lebih baik digulung saja, kalau dilipat akan ada bekas lipatan di kainnya," katanya.

Selain debu, tenun juga harus dihidari dari jamur dan serangga. Maka, untuk menjaga tenun, suhu ruangan juga diperhatikan, antara 22-25 C dengan kelembaban 60 derajat.

"Kalau suhunya terlau tinggi jamur bisa nempel dan serangga suka di situ. Serangga itu bisa gigit-gigit kain. Nah serangga itu kan bertelur menghasilkan larva. Larvanya itu yang suka makan-makanin seratnya. Akhirnya tenun bisa bolong," tutur Benny.

Faktor cahaya juga mempengaruhi terhadap ketahanan tenun. Jangan biarkan tenun terkena cahaya terlalu sering dan terang.

Mencuci tenun pun juga ada aturannya. "Kalau bisa sih jangan dicuci, diangin-anginkan saja kalau nggak kotor-kotor banget," katanya.

Jika memang tenun sangat harus dicuci, Benny menyarankan agar jangan menggunakan bahan kimia, seperti deterjen dan sabun cuci. Tapi bisa diganti dengan lerek, bahan khusus untuk mencuci tenun, atau jika sulit menemukan lerek, bisa diganti dengan shampo bayi yang mengandung kadar kimia rendah. "Cucinya juga jangan dikucek-kucek," katanya. 


Sumber : Kompas.com

 
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD