Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 15 Desember 2012

DI NTT Hanya Dua Daerah Otonomi Baru Yang Sukses

Pengamat Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Thomas Ola Langoday menilai hanya dua dari delapan daerah otonomi baru (DOM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil yakni Kabupaten Rote Ndao dan Sumba Barat Daya.

Sisanya yaitu Manggarai Barat, Manggarai Timur, Negekeo, Lembata, Sabu Raijua, Sumba Tengah masih dililit persoalan. Persoalan tersebut meliputi kantor, infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan, air bersih, dan listrik.

Bupati atau wali kota yang memimpin daerah otonomi baru harusnya kreatif bekerja sesuai aturan mengelola sumber daya untuk didedikasikan bagi kesejahteraan rakyat.

"Maju mundurnya DOM itu tergantung kreatif kepala daerahnya," kata Thomas.

Kepala daerah yang kreatif akan mampu mengelola anggaran daerah yang sedikit, sampai menerapkan pendidikan dan kesehatan gratis. Sebaliknya anggaran pembangunan besar, tetapi kepala daerah tidak memiliki perspektif peningkatan kesejahteraan rakyat, pembangunan bisa terkendala.

Daerah otonomi baru selalu identik dengan kekurangan fasilitas pelayanan publik sehingga rakyat merasa terbeban karena dipaksa membayar retribusi dan pajak untuk kepentingan pembangunan.

Sebenarnya pemunggutan pajak tidak menjadi masalah  jika seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi. Dengan demikian ekonomi pun ikut tumbuh.

"Kalau pendapatan masyarakat naik, barulah pendapatan asli daerah (PAD) naik," ujarnya.

Di sisi lain, rakyat selalu beranggapan bahwa tugas mensejahterakan rakyat hanya berada di pundak pemerintah. Ini menjadi persoalan serius karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di daerah pemekaran membuat kreatifivitas menjadi minim.

Harus diakui, rata-rata SDM daerah pemekaran di Nusa Tenggara Timur memiliki kompetensi yang rendah. "SDM yang baik itu ada di kabupaten induk, tetapi mereka menolak ditempatkan di daerah baru," ujarnya.

Kalaupun pemerintah memaksa memindahkan pegawai berkemampuan ke daerah pemekaran, biasanya mereka tidak betah sehingga suasana kerja menjadi tidak fokus.

Kondisi inilah yang pernah terjadi saat pemekaran Kabupaten Sabu Raijua dari Kabupaten Kupang. Ratusan pegawai yang dipindahkan menggelar unjuk rasa penolakan.

Pertanyaan yang muncul, apa yang mendesak dibenahi? Kemampuan keuangan daerah ibarat hidup enggan, mati tak mau. Berjalan dalam kondisi apa adanya. Rata-rata kemandirian keuangan di provinsi dan kabupaten berkisar 3% saja. Itu artinya saban tahun ketergantungan daerah terhadap keuangan pusat mencapai 97%. Karena itu di awal kepemimpinan, kepala

daerah cukup metangani tiga sektor penting yaitu membangun jalan raya, anggaran kesehatan minimal 15%, dan pendidikan minimal 20%.

Bila perlu kesehatan dan pendidikan digratiskan. Ia menyarankan pembangunan tiga sektor tersebut berlangsung dalam dua periode kepemimpinan. Setelah itu baru melirik pembangunan sektor lain seperti pertanian, peternakan, kehutanan, dan lainnya.

"Masyarakat yang sehat dan berpendidikan akan bekerja maksimal dan di sana ekonomi bertumbuh dengan sendirinya," kata Thomas. 
 
 
 
Sumber : mediaindonesia

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD