Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 17 November 2012

BPNST Teliti Ritual Wulla Poddu di Sumba

Balai Pelestarian Nilai Sejarah dan Tradisional (BPNST) Bali, NTB dan NTT melakukan penelitian tentang ritual wulla poddu (bulan pahit) yang digelar warga Kampung Umbu Koba, Desa Delo, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Jika ada warga yang melanggar dikenakan sanksi adat dipukul dengan tongkat dan denda uang.

Wulla poddu dilaksanakan sekali setiap tahun. Kali ini, acara puncaknya dilaksanakan Senin, 12 November 2012. Dihadiri Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, tim peneliti dari BPNST, Kepala Dinas Pariwisata SBD, John Bora, Camat Wewewa Selatan, Agustinus Dappa dan pejabat lainnya.

Penentuan dimulainya wulla poddu oleh rato (kepala suku) di Kampung Umbu Koba, berpatok pada bulan purnama. Selama wulla poddu, kampung itu seperti mati. Bunyi-bunyian tidak terdengar. Tumbuk padi tidak bisa dilakukan. Tidak ada pesta-pesta, termasuk meratapi kematian seseorang.

Adapun aktivitas yang bisa dilakukan warga dengan kepercayaan marapu ini adalah kaum lelaki ke hutan untuk berburu. Hasil buruan dipersembahkan kepada arwah leluhur. Selain itu, dagingnya juga dibagikan kepada warga di kampung itu. Jika warga melanggar larangan-larangan yang telah disepakati, yang bersangkutan mendapat sanksi adat, di antaranya dipukul dengan tongkat dan denda uang.

Adapun inti dari wulla poddu yakni memberi makan kepada leluhur menjelang musim tanam. Tujuannya agar leluhur merestui usaha bercocok tanam dan memberi hasil yang melimpah.

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete menjelaskan, wulla poddu dilakukan dengan harapan mereka ingin bersama leluhur untuk mengatur hidup masa depan yang lebih baik, sekaligus memohon ampun akan kesalahan masa lalu. "Jadi, mereka satukan langkah untuk berjuang, bekerja dan meminta perlindungan," ujar Kodi Mete.

Dikatakannya, pemerintah mendukung ritual wulla poddu yang berdampak memicu semangat kerja  dan yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan. "Pemerintah mensuport agar kebudayaan wulla poddu ini dijaga. Terus dipertahankan," katanya.

Mengenai bentuk perhatian pemerintah, Kodi Mete mengatakan, pemerintah akan memenuhi sarana menuju kampung Umbu Koba. "Saya janji bangun jalan dan air bersih dengan tetap berpijak pada lingkungan dan apa yang ada di Umbu Koba. Juga, intervensi kesehatan, tidak untuk menggangu kebudayaan. Selain itu, kita dorong terus pemenuhan sarana," ujar Kodi Mete.

Mengenai keaslian rumah adat, Kodi Mete mengatakan, jika alang-alang semakin susah didapat maka pemerintah akan bersikap menyiapkan lokasi tertentu untuk ditanami alang-alang. "Ini konsep ke depannya, dimaksudkan agar keaslian rumah adat terpelihara dan terjaga," ujarnya.

Sehari setelah wulla poddu, bertempat di Sumba Cultural Research and Conservation Institute, tim peneliti dari BPNST Bali, NTB dan NTT menggelar seminar hasil penelitian ritual wulla poddu kampung Umbu Koba.

Forum yang dihadiri kepala dinas pariwisata dan sejumlah rato itu digunakan tim peneliti untuk memverivikasi informasi tentang ritual wulla poddu, di antaranya tata cara serta istilah-istilah adat.




Sumber : tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD