Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 02 November 2012

Bapak Tian Injak Leher Istrinya

Agustina Bili (28) melaporkan suaminya Malo Bulu alias Bapak Tian (30) ke Polsektif Loura karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Setelah diambil keterangan oleh penyidik, Agustina bersama dua anaknya disuruh mandi.

Agustina, warga Kampung Labu, Desa Keruni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya mendatangi Mapolsektif Loura, Sabtu (27/10/2012) siang, bersama tiga dari empat anaknya yang masih kecil, masing-masing berumur 5 tahun, 3 tahun dan 5 bulan.

Kepada Kapolsektif Loura, Kompol Antonia Pah, Agustina menjelaskan, ia dipukul suaminya Sabtu sekitar pukul 09.00 Wita. "Masalah sepele saja. Sehabis kasih makan babi, suaminya tanya babi sudah bunting atau belum. Istri menjawab tidak tahu lihat. Suami langsung maki istrinya. Tidak terima, istrinya maki balik suaminya. Suaminya emosi dan pukul istrinya. Istrinya sampai jatuh dan diinjak di leher," jelas Kompol Antonia.

Akibatnya, Agustina mengalami lebam dan luka memar di wajah. Jidatnya bengkak. Ia mengeluh sakit leher karena diinjak. Karena tidak tahan, apalagi sebelumnya suaminya pernah memukul, kata Kompol Antonia, sehingga Agustina melaporkan suaminya.

Menurut Kompol Antonia, Agustina sudah divisum. Sementara, suaminya kabur saat anggota hendak menangkapnya. "Polisi akan tangkap pelakunya," katanya.

Kompol Antonia geram dengan sikap Malo Bulu karena memukul Agustina yang sedang menyusui anak mereka berumur lima bulan. "Saya akan tetap proses. Bagaimana bisa memukul dan menginjak istri yang sedang menyusui bayi," sesal Kompol Antonia.

Kondisi Agustina dan anak-anaknya mengundang keprihatinan Kompol Antonia, apalagi tubuhnya mereka terlihat kotor. Ia lantas menyuruh Agustina dan anak-anaknya mandi di kamar mandi Mapolsektif dengan sabun yang dibelikan anggota polisi.

Kepada dua anaknya yang berumur 5 tahun dan 3 tahun, dipakaikan baju anak-anak pemberian dari anggota polisi. Sementara baju mereka dicucikan dan dijemur. Setelah bersih, anak-anak Agustina tertidur beberapa saat. Setelah bangun saat hari sudah sore, Agustina bersama anak-anaknya pulang ke rumah orang tuanya.

"Harusnya ada ruang khusus untuk penanganan kasus KDRT, dilengkapi juga dengan satu tempat tidur dan aneka permainan anak. Ibu korban KDRT yang pusing bisa tidur sementara. Anak-anak juga bisa bermain permainan. Sambil bermain, anak-anak ditanyai tentang kekerasan apa yang dibuat bapak kepada ibu mereka. Dengan begitu, anak tidak didudukkan dengan penyidik karena secara psikologi akan terganggu," jelas Kompol Antonia



sumber : tribunnews
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD