Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 10 Oktober 2012

Di Sumba BBM Langka, Pengecer Mewabah

Sudah lebih dari seminggu terakhir, antrean panjang kendaraan bermotor beragam jenis menjadi pemandangan rutin pada sejumlah SPBU di dua kabupaten di Pulau Sumba, NTT. BBM jenis solar dan bensin (premium) adalah yang paling sulit diperoleh warga Kabupatern Sumba Barat dan Kabupaten Sumba barat Daya.

Warga yang hendak mendapatkan BBM tidak hanya harus menunggu berjam-jam namun bahkan ada yang harus menginap bersama kendaraannya di lokasi SPBU dan sekitarnya.

“Sudah lebih dari satu minggu seperti ini, kalau begini terus kami jelas rugi dan stres," gerutu salah seorang tukang, ojek Agus di salah satu SPBU di kota Waikabubak, Rabu (10/10/2012).

Warga yang berprofesi sebagai tukang ojek dan sopir, adalah segaian warga yang paling merasakan dampak dari situasi ini. Mereka mengaku, pendapatan mereka menurun dratstis lebih dari 50 persen. “Saya biasa ojek dapat Rp50 ribu, sekarang paling tinggi Rp20 ribu saja,” imbuh Agus.

Sementara itu, petugas SPBU menjelaskan, kondisi keterbtasan pasokan BBM justru telah terasa sejak sebulan silam.

“Sudah mau hampir sebulan kondisi begini, mungkin memang Pertamina stoknya kurang. Kami sudah berusaha tidak layani pengisian dengan jerigen, tapi ada warga yang bisa saja pakai kesempatan isi dengan mobil atau motor baru dipindahkan ke jeriken atau ditimbun saat keluar SPBU,” urai Sin, petugas SPBU di Kota Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Jejeran kendaraan bermotor di seputaran areal SPBU bahkan berjubelan di pinggir jalan justru sering dengan berderetnya sejumlah pedagang bensin dan solar eceran dadakan. Mereka memanfaatkan kondisi ini untung mendulang keuntungan berlipat dengan menjual BBM. Bensin dalam kemasan botol ukuran satu liter dijual seharga Rp10 ribu.

Walau situasi antrean sudah menjadi realita saban hari, hingga menjamurnya penjual eceran dadakan,  pihak Depot Pertamina wilayah Pulau Sumba, menyatakan stok BBM mencukupi juga enggan dijadikan kambing hitam.

“Stok BBM aman, hanya saja yang perlu dipertanyakan jika sampai terjadi antrian dan kelangkaan dimasyarakat adalah SPBU-nya. Bagaimana dan kepada siapa mereka menjualnya. Kami selalu memasok BBM ke SPBU cukup. Kalau sudah begini, perlu juga sikap proaktif dari pemerintah setempat,” tandas Titus Mooy, Kepala Depot Pertamina setempat, ketika ditemui terpisah di ruang kerjanya.

Ditanya apakah pihak Pertamina, menangkap adanya sinyalemen, BBM subsidi di SPBU dijual ke pelaku industri atau untuk kepentingan proyek, Titus enggan berkomentar lebih jauh. “Saya baru dua bulan bertugas, jadi tidak begitu tahu hal itu,” pungkasnya.

Sinergi antara Pertamina dan pemerintah setempat, sebenarnya sangat diperlukan dalam menyikapi persoalan ini. Bukannya saling melemparkan kesalahan atau mencari kambing hitam, toh rakyat jua tetap dalam kepanikan hingga kini.




Sumber: okezone
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD