Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 30 Agustus 2012

Umbu S Pateduk: Tak Semua Daerah Pemekaran Gagal

Bupati Sumba Tengah, Umbu S Pateduk

 "Pemekaran terjadi untuk menunjang kebebasan otonomi daerah".

Pemekaran daerah sering menimbulkan pro dan kontra. Ini karena sering kali harapan pemekaran daerah berbeda dengan kenyataan. Untuk itu, wartawan SH Daniel Duka Tagukawi melakukan percakapan dengan Bupati Sumba Tengah, NTT, Umbu S Pateduk di Waibakul, belum lama ini. Sumba Tengah merupakan daerah pemekaran yang berusia sekitar lima tahun.
 
Setelah sekitar lima tahun pemekaran, bagaimana dengan perkembangan Kabupaten Sumba Tengah?
Belum lama ini ada tim dari pusat yang turun ke sini untuk mengecek lapangan soal laporan mengenai perkembangan yang terjadi. Ternyata, ada kepuasan setelah tim menyaksikan sendiri perkembangan. Mereka yakin daerah ini berada di peringkat atas untuk kategori daerah pemekaran. 

Seperti apa konkretnya?
Berdasarkan hasil evaluasi terbaru dari pusat, Sumba Tengah berada di urutan delapan dari 57 daerah pemekaran baru. Tapi, dengan kondisi saat ini bukan tidak mungkin kami lebih baik lagi. Bahkan, bisa urutan satu. Ini semua tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat. Gampang untuk melihat perbandingan apa yang terjadi sekarang dengan awal pemekaran.

Apa saja yang dievaluasi pemerintah pusat?
Semua berdasarkan data yang bisa dicek. Indikator yang ada sangat terukur. Misalnya, infrastruktur. Awalnya semua kantor pemerintah, termasuk kantor bupati, DPRD masih sewa. Sekarang sudah tidak ada lagi menyewa kantor. Begitu juga infrastruktur lain bisa dilihat langsung. Kami ini kan dari nol dan menjadi ada sekarang ini. 

Bagaimana dengan infrastruktur pelayanan dasar seperti kesehatan?
Pada masa awal pemekaran ini, kami memiliki dua puskesmas rawat inap. Tapi, sekarang sudah berkembang menjadi enam puskesmas rawat inap. Kenapa? Ini untuk menyiasati karena belum adanya rumah sakit di sini dan lebih mendekatkan dengan layanan kesehatan ke masyarakat. Selain puskesmas rawat inap, ada juga penambahan puskesmas pembantu, termasuk posyandu. 

Apakah tenaga medis sudah memadai?
Kami masih terus menambah tenaga di bidang kesehatan. Bahkan, kami mendukung dengan beasiswa untuk pendidikan bagi bidan, perawat, dan dokter. Tapi, dengan satu syarat harus mengabdi di Sumba Tengah. Ini antara lain upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga di bidang kesehatan. 

Bagaimana dengan pendidikan umum?
Begini ya, program itu bisa dilihat dari alokasi anggaran. APBD Sumba Tengah ini 60 berbanding 40. Artinya, 60 persen untuk belanja publik dan 40 persen untuk belanja pegawai. Alokasi anggaran pendidikan di Sumba Tengah, 25 persen dari total anggaran. Kalau ketentuan dari pusat itu, kan batas minimal 20 persen. Dengan angka ini sangat jelas komitmen terhadap pendidikan. 

Artinya, bidang pendidikan menjadi prioritas Anda?
Kalau soal penting, semua bidang penting. Tapi, pendidikan ini menjadi yang terpenting. Setelah itu, ada kesehatan, ekonomi rakyat, infrastruktur dan sebagainya. Pendidikan sembilan tahun sudah gratis, tapi kami sedang menyiapkan untuk memeberikan subsidi setingkat SMA, sehingga meringankan beban keluarga tidak mampu.
Apa pun yang bisa kami lakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan, kami pasti usahakan. Ini menjadi perhatian khusus. Termasuk pendidikan guru. Mahasiswa untuk pendidikan guru dengan beberapa jurusan, seperti fisika, kimia, biologi dan sebagainya kami menyediakan beasiswa. 

Tadi soal pendidikan dan kesehatan, bagaimana dengan kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik?
Untuk air bersih memang ada masalah, sehingga kami mencoba menyediakan air bersih dengan beberapa cara, seperti sistem pompa dan mengerahkan kendaraan tangki untuk mendistribusikan air ke komunitas masyarakat.
Ada beberapa desa yang sudah mencoba dengan sistem ini, di mana mobil tangki dikelola sendiri masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Biaya operasional kendaraan, masyarakat juga sendiri yang menentukan. 

Bagaimana dengan listrik? 
Pada 2013, ada target agar semua rumah tangga sudah memperoleh penerangan. Kalau menunggu jaringan listrik akan susah dengan kondisi permukiman yang ada. Untuk itu, kami cenderung memilih program PLN, dengan menggunakan aki untuk tiga bola lampu.
Jadi, warga bisa menikmati penerangan, meski tak ada jaringan listrik. Kami menyediakan subsidi program ini melalui program Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemda. Jadi, 100-200 keluarga setiap desa itu kami subsidi uang muka untuk penerangan. Kami ingin tidak ada lagi rumah tangga yang tidak memperoleh penerangan. 

Muara dari pemekaran adalah kesejahteraan, berapa keluarga miskin yang ada?
Ini indikator penting. Kalau menggunakan data kami, mungkin dianggap subjektif. Untuk itu lebih baik mengacu data BPS terbaru, ada sekitar 7.500 keluarga miskin. Coba lihat data tahun 2010, ada 11.075 keluarga miskin. Jadi, ada perbaikan yang cukup baik. Tapi, sejujurnya, sebagai bupati saya belum puas dengan kondisi yang ada. 

Mengapa Anda tidak puas?
Kalau melihat potensi lokal, semestinya kami tidak layak menerima beras miskin. Kami punya lahan sekitar 1.800 km2 untuk 67.000 penduduk. Apa yang terjadi, lahan itu dibiarkan telantar dan tidak diolah dengan baik. Ini yang sedang kami usahakan. Ini soal etos kerja yang harus dibenahi. 

Apa lagi yang harus segera diatasi?
Mengubah pola pikir dan kebiasaan. Ini karena adat istiadat di sini sudah menyebabkan kemiskinan. Terjadi pemborosan luar biasa dengan pemotongan hewan. Masyarakat sebenarnya tidak layak miskin, tapi adat istiadat (pembantaian hewan) berdampak terhadap kemiskinan. 

Ada anggapan pemekaran untuk kepentingan elite. Seperti apa pengalaman Anda?
Saya kira, satu dua kasus tidak bisa digeneralisasi seperti itu. Data yang saya gambarkan, sangat jelas bagaimana kondisi wilayah ini sebelum dan sesudah dimekarkan.
Tidak rasional kalau dikatakan pemekaran daerah gagal, karena ada juga yang menunjukkan perbaikan. Terutama, bagaimana mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Saya kira, tergantung pengelolaan saja. 






Sumber : Sinar Harapan
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD