Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 03 Agustus 2012

Pengelola Proyek Buku Rp 18 Miliar Jadi Tersangka

Kejaksaan Negeri Sumba Barat menetapkan tiga tersangka pemberi dan penerima gratifikasi pada proyek pengadaan buku dan alat peraga lainnya di Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga (PPO) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tahun anggaran 2010 dengan nilai proyek sekitar Rp 18 miliar lebih. Tiga tersangka itu adalah pengelola proyek, yakni pejabat pembuat komitmen, FD; Ketua Panitia, HB, dan rekanan, HW.


Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Yulianto, S.H, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasie Pidsus), Ihsan Asri, S.H, menjelaskan, ketiga pelaku dijerat pasal 11 dan 12 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi No. 31 Tahun 1999 yang diubah ke UU Tindak Pidana Korupsi No. 20 tahun 2011 dengan ancaman hukuman maksimum 4 tahun penjara dan minimum satu tahun.

FD dan HB diduga telah menerima gratifikasi (berupa hadiah/janji) sekitar ratusan juta rupiah. Sedangkan HW selaku rekanan juga ditetapkan sebagai tersangka karena yang bersangkutan diduga kuat sebagai pemberi gratifikasi.  Perbuatan ketiganya telah melanggar undang-undang pidana korupsi baik penerima ataupun pemberi gratifikasi dan harus diproses sesuai ketentuan berlaku. "Ketiganya dinilai cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka," ujar Ihsan, di ruang kerjanya, Senin (23/7/2012). 

Saat ini, kata Ihsan, berkas tersangka FD telah rampung dan dinyatakan P-21. Diharapkan  awal Agustus 2012 sudah dapat disidangkan di Pengadilan Negeri Sumba Barat. Sedangkan berkas perkara tersangka HB dan HW sedang dalam pemberkasan. Meski demikian, Ihsan optimis berkas para tersangka selesai bulan ini.
 Ihsan menambahkan, proses pengembangan penyelidikan terhadap para tersangka terus berlanjut  sehingga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

Menjawab pertanyaan apakah pemberian gratifikasi berkaitan dengan  proyek pengadaan buku dan alat peraga lainnya di Dinas PPO SBD  tahun anggaran 2010 yang menelan dana Rp 18 miliar lebih itu, Ihsan mengatakan, yang pasti pemberian gratifikasi karena jabatannya dan ada kaitan dengan proyek pengadaan buku dan alat peraga lainnya itu. Ihsan menambahkan, penerima gratifikasi FD dan HB tidak saling kenal.



Sumber : www.tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD