Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 22 Agustus 2012

Drs. Ndara Tanggu Kaha : Kita Sudah Mekar Tapi Belum Sejahtera

Drs. Ndara Tanggu Kaha, Salah satu penggagas pemekaran Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) untuk tingkat pusat ini sudah bukan lagi pribadi yang asing bagi Masyarakat SUMBA Barat Daya, Pria Kodi yang lahir di Karuni, Loura tahun 1953 ini, pernah juga mengikuti Pilkada SBD di tahun 2008 namun sayangnya saat itu dewi fortuna belum berpihak padanya. Tahun 2013 ini namanya kembali muncuat sebagai Kandidat Bakal calon Wakil Bupati yang akan mendapingi Markus Dairo Talu dengan paketnya MDT-DT.
Apa yang mendorong DT untuk maju kembali di Pilkada SBD 2013? Berikut wawancara Moripanet Online dengan Ndara Tanggu Kaha.  


Pak DT dipastikan akan maju dalam Pilkada SBD 2013 mendampingi Pak MDT, apa yang mendorong bapak untuk maju??
Awalnya saya tidak berpikir maju dalam Pilkada 2013 nanti, karna yang saya dengar pemimpin yang sekarang sudah bagus membangun Kabupaten Sumba Barat Daya. Pernah ada beberapa anggota DPRD datang ke rumah saya di Jakarta dan menwarkan saya untuk maju tapi jawaban saya waktu itu kalo sekarang sudah bagus ngapain lagi kita ganggu lebih baik yang ada sekarang kita dukung.

Lalu apa yang membuat Bapak berubah pikiran?
Saya sudah 4 tahun tidak pulang ke Sumba, bulan November tahun 2011 saya datang ke SBD Kebetulan ada rencana pembangunan rumah adat di kampung saya Wainyapu. Begitu turun dari pesawat saya langsung menuju ke Kodi, dalam perjalanan saya terkejut melihat kebun-kebun rakyat di punggir jalan dari Loura sampai Waiha hampir 90 persen tidak tumbuh padi, jagung atau ubi kalaupun tumbuh hanya 40 cm dan banyak yang merana. padahal kita ketahui tanah di kodi itu subur. kemudian ketika sampai di rumah kakak saya di kodi saya tanyakan kenapa seperti itu, jawaban mereka kemungkinan karena sering disemprot dengan obat-obat kimia sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Yang membuat saya lebih kaget lagi ketika akan makan, beras yang dipakai itu beras toko. Padahal selama saya ke sumba sebelumnya selalu beras gogo yang dihidangkan karena memang di daerah Waiha dan Kodi balaghar itu pusatnya beras gogo alasannya panen tidak berhasil sudah kurang lebih 3 tahun.

Apa tanggapan Bapak saat melihat kondisi tersebut saat itu?
Kalau sudah lebih dari 2-3 tahun mestinya pemerintah daerah sudah harus melakukan intervensi, kenapa mereka membiarkan kondisi masyarakat seperti ini?  mereka pasti tau caranya. Karena saat saya datang itu bulan November saya prediksi saat itu bahwa di bulan Maret akan terjadi gagal panen, dan ternyata benar. Hal ini membuat saya sedih, saya ingatkan lagi bahwa kita mekar untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan motto kita waktu itu saat mengurus pemekaran Kabupaten SBD yaitu "mekar untuk sejahtera" ini karena saya dan pak MDT sebagai penggagas pemekaran SBD untuk tingkat pusat. dan kita tahu bahwa penduduk Sumba pada umumnya berkerja di sektor pertanian dalam hal ini pertanian dalam pengertian yang luas, kalau di Kodi khususnya padi ladang, kalau Wewewa padi sawah dan tanaman perdagangan lainnya.

Ada tindakan lain yang Pak DT lakukan?
Ya, saya tanya langsung ke petani apa yang dilakukan pemerintah? ternyata jawaban menurut petani tidak ada. padahal gampang sekali mengatasi masalah ini, dan saat saya kembali ke Jakarta dan karena saya ingin tahu apakah benar obat-obatan penyemprot itu penyebab masalahnya dan saya juga berpikir bagaimana caranya mengembalikan kesuburan tanah dengan kembali menggunakan pupuk organik karna itulah saya ke IPB Bogor.

Apa hasil Pak DT ke IPB?
Setelah ngobrol dengan teman-teman di IPB khususnya yang paham tentang struktur tanah, Mereka mengatakan obat-obatan yang kita gunakan itu memang khusus digunakan untuk perkebunan khususnya sawit yang berfungsi mematikan rumput yang tumbuh di bawah sawit sehingga kalau panen tidak masuk ke alang-alang. Obat-obatan stersebut tidak diperuntukan untuk pertanian sedangkan di Sumba khususnya di Kodi kurang lebih sudah sepuluh tahun menggunakan obat tersebut. Ini membuktikan tanah kita sangat subur sudah sepuluh tahun menggunakan barulah di tahun ke tiga belas mengalami penurunan. Kalau seandainya data statistik kita bagus harusnya kelihatan trend penurunannya tidak mungkin mendadak harusnya lima atau enam tahun lalu sudah ketahuan penurunannya. Nah, sebelum saya ke Bogor pak MDT sempat menelpon saya ingin ketemu saya esok harinya namun saya meminta untuk tunda dulu pertemuannya setelah saya kembali ke Bogor.

Bapak akhirnya bertemu pak MDT setelah kembali dari Bogor?
Ya, kami bertemu setelah saya kembali dari IPB Bogor. Kami ngobrol banyak hal dan intinya SBD keadaannya sekarang sangat parah jadi pak MDT mengajak saya untuk mendampingi beliau sebagai wakil di Pilkada SBD 2013.

Bapak menerima pinangan Pak MDT?
Saat itu saya mengatakan saya tidak punya pikiran lagi untuk maju karena pengalaman tahun 2008 yang lalu saya sempat terjegal untuk ikut dalam Pilkada. Tapi Waktu itu saya juga berpikir kondisi masyarakat Karna kita yang mengajak untuk mekar tapi masyarakat skrg sangat terpuruk jadi motto kita mekar untuk sejahtera sama sekali jauh dari kenyataan, mekarnya sudah sejahteranya yang belum. Saya kemudian bertanya ke Pak MDT apakah masyarakat masih ingin saya maju karena waktu saya ke Sumba November lalu saya tidak bicara pilkada jadi saya tidak tahu bagaimana animo masyarakat apalagi sudah lama saya tida pulang ke Sumba.

Apa jawaban pak MDT?
Menurut pak MDT beliau sudah keliling ke kecamatan-kecamatan dan masyarakat menginginkan beliau berpasangan dengan saya soal siapa yang jadi Bupati dan Wakilnya itu tergantung kesepakatan kami berdua. Pak MDT juga mengatakan posisi Bupati dan Wakil Bupati itu hanya mengikuti perintah undang-undang tapi dalam prakteknya kami akan kerjasama kami sama-sama Bupati D
dan juga sama-sama Wakil Bupati.

Tanggapan Pak DT bagaimana?
Saya tidak memberikan syarat apapun. intinya dalam posisi apapun saya hanya ingin bagaimana kita sampai di tengah masyarakat karna masyarakat membutuhkan kita karna mereka sedang menghadapi banyak persoalan. Saya terima pinangan beliau apalagi idelismenya sama dengan saya dan Pak MDT bukan orang baru buat saya kami sudah kenal sangat baik di Jakarta.

Pak DT dan MDT memiliki pengalaman yang sama, pernah terjegal di Pilkada tahun 2008. Bagaimana persiapannya agar pengalaman pahit itu tidak terulang lagi?
Kami sudah bicarakan itu, Nasdem ormasnya sudah ada dan Pak MDT sebagai ketuanya Di Sumba Barat Daya. Kita berharap akan lewat partai namun jika pengalaman 2008 sampai terulang lagi maka kami lewat ormas Nasdem akan memilih untuk masuk lewat pintu Independen. Bedanya tahun 2008 dan 2013, kalau di ibaratkan untuk pilkada kali ini kami siap barangnya dulu baru cari mobil kalo yang lalu kami sibuk cari mobil tapi belum mempersiapkan barang makanya kamu tidak siap ketika terjegal. Partai pasti ingin mengusung calon yang siap menang jadi kita yakin peritiwa 2008 tidak akan terulang lagi karna kali ini kami susah siap. (snd)


 

Nama           : Drs. Ndara Tanggu Kaha
TTL             : Karuni, Loura 5 Februari 1953
Pekerjaan    : Penguasaha
Pendidikan    :
- SDM Waiha
- SMP Kristen Waikabubak                      
- SMEA Kristen Waikabubak
- Fakultas Ekonomi Universitas Satya Wacana Salatiga

Nama Istri     : Maria Eli – Kaha
Nama Anak    :
Maria Hironima Barnesi Kaha
Fransisko Yohanes Kaha (Almarhum)
Leonardo Kaha






Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD