Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 28 Agustus 2012

Dermaga Feri Weekelo Rusak, Warga Kesulitan Beraktivitas

Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelis Kodi Mete
Pengeluhan Masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap pelayanan di Dermaga Weekelo sangat meresahkan masarakat karena terjadi banyak pungutan yang membuat kenaikan harga kebutuhan masyarakat semakin tidak terkontrol. 

Pengeluhan masyarakat itu disampaikan kepada Bupati sebagai kepala daerah di wilayah itu,  karena sulit memberikan pelayanan di pelabuhan Weekelo karena Kapal Feri menggunakan dermaga Laut yang tidak sesuai dengan pelabuhan khusus  Angkutan Sungai  Danau  dan Penyeberangan (ASDP). “Banyaknya pungutan itu terjadi karena kapal feri sulit melakukan bongkar muat di pelabuhan itu. karena dermaga feri rusak dan sampai dengan saat ini belum diperbaiki,”kata Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelis Kodi Mete, melalui telepon dari Weetabula, Sabtu (25/8). 

Rusaknya Dermaga feri Waekelo  akibat badai Lua yang merusak pelabuhan feri itu pada bulan Maret 2012 lalu membuat  kapal feri tidak bisa sandar untuk melakukan aktivitas bongkar muat. Untuk sementara kapal feri terpaksa dialihkan ke dermaga laut yang tidak jauh dari pelabuhan itu. 

Kini masyarakat kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, NTT, mulai merasakan dampak dari kerusakan dermaga feri tersebut  terhadap  ksulitan pelayanan bongkar muat di pelabuhan itu. kesulitan itu diperparah dengan banyaknya pungutan terhadap pelaksanaan bongkar muat barang dan penumpang di kapal Feri. 

Para sopir truck yang mengangkut hasil perkebunan dan pertanian seperti pisang dan ubi-ubian untuk dibawa ke Bima – NTB dan Bali, mengeluhkan banyaknya pungutan yang terjadi di pelabuhan itu sebagai berikut, truck yang membawa pisang wajib menyetor ke ASDP Rp 1.500 ribu dan membayar parkir Rp 20 ribu serta untuk petugas keamanan sebesar Rp 50 ribu sehingga totalnya mencapai Rp 1.570 ribu/ truck.

Masyarakat SBD mengharapkan dermaga feri yang rusak diperbaiki sehingga aktivitas bongkar muat kembali normal, karena akses yang paling baik dan disenangi oleh masyarakat Sumba Bagian Barat  yang terdiri dari dua kabupaten yaitu, kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya. 

Pelabuhan Waekelo, selain disandari kapal feri dari Kupang NTT dan kapal feri dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam seminggu dua kali melakukan pelayaran pada hari Selasa dan Jumat dan jumlah penumpang dan barang menggunakan jasa kapal feri sangat tinggi. 

Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelis Kodi Mete, mengatakan, bahwa kerusakan dermaga Waekelo disebabkan bencana alam dan sesuai data dari BMKG yang menyatakan bahwa badai Lua yang terjadi pada Maret 2012 lalu telah merusak berbagai fasilitas umum dan rumah-rumah penduduk di seluruh wilayah NTT. 

“Kami telah melakukan rapat bersama dengan  instansi  terkait dan hasilnya kami sudah menyampaikan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti kerusakan dermaga feri tersebut dan saya berharap pemerintah pusat dapat membantu dana untuk memeperbaiki kembali dermaga tersebut,” jelas Bupati SBD, dr. Kornelis Kodi Mete. 

dr. Kornelis Kodi Mete, mengatakan, “Kerusakan dermaga tersebut memerlukan dana puluhan miliar untuk memperbaiki kerusakan itu sehingga bisa kembali operasi seperti sediakala. Kerusakan dermaga feri  Waekelo sangat mengganggu perekonomian di dua kabupaten sumba bagian barat,”  jelas  dr. Kornelis Kodi Mete.




Sumber : Suara Pembaruan
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD