Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 04 Juni 2012

SMART MICRO GRID TERANGI SUMBA DENGAN MENGGABUNGKAN MATAHARI, AIR DAN DIESEL

Kepala BPPT, Marzan A Iskandar
“Teknologi Smart Grid untuk kelistrikan yang memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi, komputer dan cyber untuk dapat melakukan pengendalian dan pegoperasian sistem tenaga listrik dalam menyalurkan energi listrik  ini merupakan salah satu teknologi kelistrikan yang dikembangkan oleh BPPT. Teknologi ini menggunakan pendekatan baru dalam memberikan solusi terhadap permasalahan pengendalian dan pengoperasian sistem tenaga listrik”.

Demikian antara lain dikatakan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar pada acara Peresmian Demo Plant Smart Micro Grid untuk Integrasi Pembangkit Energi Terbarukan di Sumba Barat Daya (SBD), NTT (2/6). Karena itu, menurut Marzan teknologi konvergensi energi listrik ini merupakan teknologi cerdas dalam jaringan listrik yang dicita-citakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang dimasa sekarang maupun masa mendatang menjadi kebutuhan primer. “Dengan mengimplementasikan Smart Grid maka jumlah pembangkit terbarukan dan unit penyimpan yang terdistribusi dan terintegrasi  meningkat dan tentunya emisi CO2 menurun, efisiensi meningkat dan biaya operasional menurun. Keandalan pun meningkat melalui optimalisasi jaringan karena memiliki kemampuan mengoreksi diri atau penyembuhan diri,” jelasnya.

Demo plant tersebut, lanjut Marzan, merupakan pilot percontohan teknologi Smart Grid yang mengintegrasikan energi terbarukan dari matahari dengan menggunakan photovoltaic, mikro hidro, dan pembangkit diesel. Bekerjasama dengan PT PLN, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Riset dan Teknologi, dan Perguruan Tinggi, serta Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, BPPT mendirikan Demo Plant Smart Micro Grid  yang pertama di Indonesia saat ini akan menjadi rujukan baik dari segi teknologi maupun segi keekonomiannya terhadap perkembangan Smart Grid  yang mengintegrasikan energi terbarukan pada sistem kelistrikan di Indonesia.

Menanggapi pernyataan Kepala BPPT, Bupati Sumba Barat Daya, Kornelius Kodi Mete menyatakan nilai pentingnya dibangunnya Demo Plant Smart Micro Grid di daerahnya tersebut. “SBD merupakan daerah otonom hasil pemekaran Sumba Barat pada 2007 lalu. 80% penduduk SBD merupakan petani yang hidup didaerah pedesaan. Oleh karena itu sejak awal SBD ingin melaksanakan pembangunan berbasis pedesaan yang mengacu pada empat tujuan strategis diantaranya yaitu kecukupan air dan cahaya. Melalui demo plant ini maka tujuan-tujuan tersebut saya yakin dapat tercapai lebih cepat,” ungkapnya.

“SBD bertekad menjadi garda terdepan untuk mendukung penerapan energi terbarukan di Indonesia. Kami ingin menjadikan Pulau Sumba sebagai Iconic Island yang menggunakan renewable energy,” tegas Kornelius.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhamad Hatta yang meresmikan Demo Plant Smart Micro Grid tersebut mengatakan bahwa teknologi pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh BPPT untuk bisa menstabilkan integrasi energi terbarukan tersebut sangat diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan rasio energi terbarukan dalam energy mix Indonesia. “Melalui demo plant ini mari kita bersama-sama kurangi energi yang merusak lingkungan. Karena permasalahan lingkungan bukan hanya masalah Indonesia, tapi juga masalah internasional,” jelas Menristek.

Berbicara mengenai Smart Micro Grid di Sumba, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM), Unggul Priyanto, mengatakan bahwa teknologi ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya yaitu relatif stabil keluarannya terhadap perubahan radiasi karena menggunakan thin film, penggunaan teknologi Flow Battery yang memiliki kapasitas Depth Of Discharge (DOD) hingga 100% memiliki kecepatan Charge/Discharge lebih dari 1C serta memiliki lifetime hingga 100 ribu cycle. Kemudian penggunaan sistem SCADA berbasis komunikasi data satelit VSAT yang digunakan untuk mengoptimalkan suplai daya listrik dari seluruh pembangkit listrik yang terdapat di Sumba bagian barat. Sehingga dapat diketahui pembangkit-pembangkit mana saja yang paling optimal beroperasi saat itu.

“Peresmian hari ini akan disusul dengan soft launching sistem Smart Storage berkapasitas 500kWh, launching sistem Smart Diesel berkapasitas 2x135 kW serta launching sistem SCADA yang mengintegrasikan seluruh pembangkit di Sumba Bagian Barat. Dengan keberhasilan sistem Smart Grid di Sumba ini, maka diharapkan sistem yang sama juga akan diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia,” jelas Unggul.

Mengamini pernyataan Unggul, Direktur Utama PT PLN Persero, Nur Pamuji mengatakan bahwa PV dengan menggunakan Thin Film merupakan yang pertama dikembangkan di Indonesia. “Yang menarik dalam penerapan Smart Micro Grid di Sumba ini adalah integrasinya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro. Ini tentu saja mendukung upaya Sumba untuk menjadi Iconic Island renewable energy. Mudah-mudahan dengan adanya Demo Plant ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ungkap Nur.

Keesokan harinya acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Demo Plant Smart Micro Grid yang berlokasi di Desa Billa Cenge, Sumba Barat Daya NTT. Hadir pula pada acara Direktur Utama PT LEN, Direktur Teknologi PT LEN, Direktur Utama PT SEI, Direktur Operasi PT SEI, serta beberapa pejabat BPPT.



Sumber : bppt.go.id
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD