Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 05 Juni 2012

Menegristek ResmikanSmart Grid Teknologi Masa Depan Untuk Menjawab Permasalahan Krisis Energi

Penggunaan energi Indonesia meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Hingga saat ini Indonesia masih mengandalkan dan bergantung pada sektor energi fosil. Mengingat persediaan cadangan energi fosil yang terbatas serta semakin meningginya harga komoditas tersebut di dunia Internasional, diperlukan solusi khusus dalam pemenuhan ketersedian energi khususnya energi baru atau terbarukan.

Pengembangan energi terbarukan tidak saja menjawab permasalahan krisis energi yang terjadi di Indonesia saat ini.  Namun juga, bisa mendukung dunia dalam pencegahan global warming dikarenakan energi terbarukan sangat ramah lingkungan.

Target kontribusi sumber energi terbarukan pada tahun 2025 mencapai 17%, termasuk salah satunya tenaga surya sebesar 0,2%-0,3.  Jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, setiap tahunnya diperlukan penambahan kapasitas sekitar 65 MWp per tahun.

Akan tetapi pada kenyataannya tingkat penetrasi pemanfaatan PLTS masih terhitung rendah yaitu hanya sekitar 2,5 MWp per-tahun. Untuk mengejar target kontribusi dari tenaga surya tersebut, diperlukan sekitar 0,8-1,0 GWp kapasitas terpasang PLTS dengan berbagai aplikasinya.

Kebutuhan listrik dari tenaga surya masih cukup besar. Rasio kelistrikan nasional masih sekitar 67,2% (2010). Bahkan di daerah pedesaan dan daerah terpencil, seperti di daerah Papua dan NTT baru sekitar 31,6% dan 29,1% terpenuhi. Untuk daerah-daerah terpencil seperti pulau-pulau kecil, atau desa-desa terpencil, di mana tidak terhubung dengan jaringan listrik PLN, PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) merupakan salah satu solusi yang sangat tepat untuk melistriki daerah-daerah tersebut.

Berdasarkan kenyataan tersebut, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek), Gusti Muhammad Hatta meresmikan demo "Plant Smart Micro Grid" yang mampu mengintegrasikan dan mengatur pemanfaatan berbagai pembangkit listrik energi terbarukan salah satunya energi surya di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Mengingat energi yang berasal dari fosil (BBM) akan habis di tahun 2025. Sudah saatnya Indonesia mengembangkan energi terbarukan seperti menggunakan tenaga surya/matahari, air dan angin. Oleh karena itu saya sangat mendukung pembuatan demo Plant Smart Micro Grid. Karena ini merupakan teknologi masa depan yang sangat ramah lingkungan dan dapat menjadi solusi terhadap krisis energi yang terjadi saat ini,” kata Menegristek.

“Demo Plant Smart Micro Grid” merupakan salah satu proyek percontohan di Billa Cenge, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya. Demo Plant Smart Micro Grid merupakan integrasi pembangkit energi terbarukan dari hasil karya anak bangsa yang dilaksanakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Inisiatif dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) ini bagus dan yang pertama di Indonesia,” ujar Menegristek, Sabtu, 3 Juni 2012, di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sementara itu, Kepala BPPT Marzan A Iskandar mengatakan, smart grid ini merupakan pendekatan baru untuk mengoperasikan sistem tenaga listrik yang memanfaatkan teknologi komunikasi, komputer dan cyber dalam menyalurkan energi listrik di masa datang.

Hal ini didukung oleh Menegristek yang mengatakan smart grid yang didukung berbagai teknologi maju baik peralatan elektronik maupun piranti teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah solusi tepat pada era semakin meningkatnya pemanfaatan berbagai energi terbarukan.

Oleh karena itu Kementrian RISTEK beranggapan bahwa mendirikan industri terkait teknologi tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak, tidak saja untuk menggantikan produk impor dengan produk lokal dengan biaya bersaing, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian teknologi secara nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menegristek juga mengatakan pembangunan proyek ini juga sesuai dengan kebijakan Kementerian Riset dan Teknologi, dalam mengakselerasi percepatan pembangunan ekonomi Nasional atau yang disebut MP3EI serta Sistem inovasi Daerah.

Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya, menurut Menegristek, merupakan pemda pertama yang cepat merespon pembangunan proyek Plant Smart Micro Grid ini.  Hal ini salah satunya dikarenakan Sumba Barat Daya, NTT berada dalam koridor ekonomi V MP3EI yang termasuk sebagai gerbang pariwisata dan ketahanan pangan nasional. Untuk mengoptimakan potensi daerah dibidang pariwisata dan pangan tersebut maka dengan sendirinya, Sumba Barat Daya sangat memerlukan energi listrik guna mendukung peningkatan kegiatan perekonomian di bidang tersebut.  

Maka dari itu, dengan adanya peningkatan pemenuhan kebutuhan listrik melalui pembangunan PLTS di Sumba Barat Daya, tentunya dapat mendukung peningkatan potensi daerah. Hal ini juga sejalan dengan apa yang diharapkan pemerintah kabupaten setempat.

“Kami ingin Sumba Barat Daya dapat maju dalam bidang pariwisata juga.  Sumba Barat Daya punya potensi pariwisata. Untuk itu, apabila potensi pariwisata ini digali tentunya butuh sumber daya yang mendukung termasuk didalamnya kebutuhan listrik,” kata Bupati Sumba Barat Daya, Kornelius Kodi Mete.

Peresmian demo Plant Smart Micro Grid dihadiri antara lain Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, Direktur Utama PT LEN, Wahyudin Bagenda, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Jakobus Malo Bulu , Bupati Sumba Tengah, Umbu Pateduk, Staf Ahli Menegristek Bidang Energi dan Material Maju, Agus R Hoetman,  Staf Khusus Menegristek Bidang Media Massa dan Daerah, Gusti Nurpansyah, serta para undangan lainnya



Sumber : http://www.ristek.go.id
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD