Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 07 Mei 2012

YOHANA LINGU LANGO: PEREMPUAN SUMBA BISA DAN MAMPU

Dra. Yohana Lingu Lango

Membagi peran sebagai seorang abdi negara sekaligus ibu rumah tangga sudah dijalaninya sejak tahun 1986 saat menjadi menjadi pegawai negeri sipil.

Sosok Dra Yohana Lingu Lango, perempuan kelahiran Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, 19 Juli 1960 ini di lingkup pemerintahan propinsi Nusa Tenggara Timur sudah tidak asing lagi. 


Sejak menjadi Kepala Taman Budaya NTT berbagai prestasi tingkat nasional sudah diukirnya, bahkan Ketika menjadi Kepala UPTD Pengembangan  Pendidikan Nonformal dan Informal (PPNFI) NTT, 2006-2009, gebrakan demi gebrakan dilakukannya.

Beruntung kami dapat menemui beliau di kediamannya di jalan Sam Ratulangi, walikota. Berikut wawancara Moripanet Online dengan Dra Yohana Lingu Lango.

Bagaimana Pendapat ibu tentang peran perempuan di Sumba saat ini?
Perempuan Sumba sudah maju, seiring dengan perkembangan zaman sekarang ini perempuan Sumba yang memiliki potensi dan berpendidikan ikut berperan dalam pembangunan di Sumba. Sekarang sudah banyak perempuan Sumba ikut ambil bagian dan peran dalam pembangunan di Sumba baik di sektor pemerintahan, ekonomi dan sektor lainnya, Hanya saja kesempatan perempuan untuk bisa melakukan lebih banyak belum maksimal dan juga diharapkan kerelaan dari kaum pria untuk mendukung peran perempuan agar bisa bersama-sama membangun Sumba yang lebih maju lagi.

Dra Yohana Lingu Lango saat menyambut
kedatangan Presiden SBY di Kupang, Februari 2011
Apakah menurut ibu perempuan Sumba belum menjadi prioritas untuk ikut ambil bagian dalam berbagai sektor pembangunan di Sumba?
Tidak juga, kembali ke kita sebagai perempuan. Memang jika dilihat dari data yang ada, jumlah perempuan yang  menduduki posisi strategis masih sedikit tapi kembali ke pribadi kita sebagai perempuan Sumba apakah kita memiliki motivasi membangun diri kita untuk bisa meningkatkan kualitas pribadi agar bisa sejajar dengan kaum pria .

Apa yang harus menjadi prioritas menurut ibu untuk semakin meningkatkan kualitas dan peran perempuan di Sumba?
Menurut saya, pendidikan sangat berperan penting karena segala sesuatu bersumber dari pendidikan. Jika perempuan Sumba tidak memperoleh pendidikan yang baik, tentu akan berpengaruh akses yang akan diperoleh kedepan. Oleh sebab itu sejak dini harus ditanamkan pentingnya pendidikan khususnya bagi kaum perempuan di Sumba sehingga ketika tamat SMP maupun SMA tidak berorientas untuk menjadi TKW saja tapi memprioritaskan untuk melanjutkan pendidikan formal yang akan membangun kualitas diri perempuan Sumba kedepan. Kalau secara instant merubah sekarang  tentunya akan sangat sulit  namun dengan adanya pendidikan dini khususnya pemahaman tentang kesetaraan gender bahwa perempuan adalah mitra dari kaum pria, saya percaya 10 tahun kedepan kualitas dan peran perempuan di Sumba akan mengalami peningkatan.

Untuk kualitas pendidikan, perubahan apa yang ibu lihat pada perempuan Sumba saat ini?
Dulu untuk akses pendidikan pada perempuan dan laki-laki itu dibedakan, kalaupun diberi kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, perempuan sumba cenderung sudah ditentukan jurusan atau bidang ilmu apa saja yang harus diambil sedangkan laki-laki lebih memiliki kebebasan dalam memilih dan menentukan. Namun sekarang perempuan Sumba sudah bisa mengakses segala bidang ilmu asalkan memiliki minat dan kemampuan.

Apakah faktor budaya di Sumba menjadi penghambat bagi perempuan Sumba untuk bisa berperan lebih?
Menurut saya sebenarnya budaya Sumba tidak menghambat kaum perempuan di Sumba karena saat ini kita di Sumba juga mengikuti perkembangan dan perubahan yang ada, dimana kesetaraan gender yang menempatkan perempuan sejajar dengan pria adalah keharusan. Namun tentunya kembali lagi pada kita sebagai perempuan, kalau kita hanya menganggap perempuan hanya sebagai pelangkap dalam rumah tangga dan hanya mengurus dapur maka itulah yang akan terjadi. Sebaliknya jika perempuan Sumba melihat potensi dalam dirinya dan merasa mampu berbuat lebih dan bisa memberikan kontribusi untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat maka disitu perempuan sumba akan menunjukan nilai lebih yang dimilikinya. Yang pasti kita harus bersama menyadari bahwa perempuan adalah mitra dari kaum pria bukan hanya sebagi pelengkap.

Bagaimana saat ini seharusnya perempuan Sumba mengambil peran aktif dalam masyarakat?
Yang pasti sebagai perempuan Sumba, kita diberikan talenta, kemampuan dan kesempatan yang sama dengan kaum pria. Oleh sebab itu kita harus mengambil setiap kesempatan yang dipercayakan kepada kita sesuai dengan kemampuan yang kita miliki misalnya dengan menjadi ketua kelompok atau kepala dusun, kepala desa dan peran lainnya. Selain itu dalam keluarga pun kita bisa meningkatkan kualitas kita disaat yang sama meningkatkan pendapatan keluarga, misalnya yang memiliki kemampuan menenun kita fokuskan untuk meningkatkan kualitas hasil tenunan kita bukan kuantitas sehingga hasil tenunan kita bisa memiliki nilai jual yang lebih. Menurut saya perempuan Sumba bisa dan mampu untuk berperan aktif dalam berbagai bidang.

Dra Yohana Lingu Lango saat membawa Kontingen Tari NTT di Padang.
Tenunan Kodi menjadi kostum kontingen


Dalam sejarah politik pemerintahan di sumba belum pernah ada perempuan yang menjadi pimpinan daerah di Sumba, apa kendalanya?
Dengan adanya otonomi daerah sebenarnya memberikan kesempatan kepada kaum perempuan di Sumba untuk ikut ambil bagian dalam berbagi bidang salah satunya bidang politik. Namun sepertinya belum ada Perempuan di Sumba yang berani untuk ikut masuk dalam suksesi kepala daerah dan wakil kepala daerah di Sumba. Tapi saya percaya kedepan pasti akan ada perempuan yang berani untuk ikut ambil bagian karena saya liat sekarang ini sudah banyak perempuan Sumba yang memiliki potensi dan memliki kapasitas serta kapabilitas asalkan perempuan Sumba diberikan kesempatan.

Tahun 2013 nanti Kabupaten Sumba Barat Daya kembali memilih bupati dan wakil bupati. Apakah ibu siap Jika ibu diberikan kepercayaan atau diminta untuk ikut dalam pencalonan?
Kalau saya dipercaya atau diminta untuk ikut dalam suksesi tahuh 2013 nanti saya siap. Sebagai perempuan Sumba saya berkewajiban memberikan kemampuan terbaik saya dan tentunya secara sinergis dengan pasangan saya nanti saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing dalam membangun Kabupaten Sumba Barat Daya. Tentunya jika Tuhan berkenan dan kalau masyarakat mau dan mendukung. 

Apa saran ibu untuk perempuan Sumba? 
Untuk saudarik saya perempuan Sumba jangan kita merasa rendah, jangan kita hanya merasa hanya sebagai pelengkap atau hanya urusa dapur saja, Tetapi  perempuan Sumba harus bertekad, harus berani harus bangkit dan melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk keluarga, masyarakat dan untuk Sumba kita tercinta karna perempuan Sumba Bisa dan Mampu. (snd)
                                                                                                                

Data Diri:
Nama  : Dra.Yohana Lingu Lango, M.Si
Tempat, Tanggal Lahir : Sumba Barat Daya, 19 Juli 1960
Pendidikan : Sekolah Dasar Masehi (SDM) Lombu SBD 1973 (tamat)
SMP Kristen Waikabubak 1976
SPG Kristen Laikaruda-Anakalang 1979
S1 FKIP Undana jurusan Administrasi Pendidikan tahun 1984
S2 Administrasi Publik-Undana 2011


Keluarga:
Suami : Alex M. Dunga
Anak-anak : Yustinus M.Ng Dunga
Marsel H. D. Loma Dunga
Angelina K.W Dunga
O. Imanuel Dunga
Natalia Putri Dunga

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD