Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 17 Mei 2012

Ada 300-an Kasus HIV/AIDS di Sumba Barat



Wagub: AIDS dan Narkoba Tanggungjawab Anak Bangsa

Bupati Sumba Barat, Drs. Jubilate Pandango, M.Pd sedang mendampingi Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si di sela-sela kegiatan Raker KPA tingkat Provinsi NTT yang digelar di Aula Hotel Karanu Waikabubak Sumba Barat,(Foto : Verry Guru/Humas Setda NTT)

Menurut Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Esthon Foenay urusan AIDS dan narkoba di daerah ini musti menjadi tanggungjawab bersama seluruh komponen anak bangsa yang ada di daerah ini. 


“Ini semua menjadi tanggung jawab bersama mulai dari preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif,” jelas Wagub saat membuka Rapat Kerja (Raker) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) tingkat Provinsi NTT di Hotel Karanu Waikabubak Sumba Barat, Kamis (10/5). 

Posisi strategis yang dimiliki Provinsi NTT karena berbatasan langsung dengan Republic Demoratic Timor Leste (RDTL) dan Australia Utara mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTT. Apalagi secara nasional yang mengurus AIDS dan Narkoba adalah putra-putri terbaik yang berasal dari NTT.

“Sebagai pimpinan di daerah ini mustinya orang NTT bangga. Karena secara nasional Ketua Komisi Penanggulangan AIDS dipimpin oleh dr. Nafsiah Mboy dan Badan Narkotika Nasional dipimpin Komjen Pol. Gories Mere. Kebanggaan ini harus dibarengi dengan pelayanan yang makin baik terutama dalam urusan AIDS dan narkoba,” ucap Wakil Gubernur NTT.

Wagub mengaku, ada tren yang fluktuatif kasus AIDS yang ada di Sikka, Lembata, Ende, Labuan Bajo dan Rote Ndao. “Daerah-daerah ini tren kenaikan kasus AIDS sangat fluktuatif. Karena itu, saya minta agar sekretariat KPA harus benar-benar menjadi ujung tombak agar bisa bekerja sama dengan institusi lain yang ada di tengah-tengah masyarakat,” tegas Wagub dan meminta agar dilakukan sosialisasi yang berkesinamungan khususnya kepada lembaga-lembaga pendidikan.

Wagub berharap, momentum Raker ini dapat dicarikan solusi yang efektif dalam mengatasi berbagai problem pembangunan khususnya problem HIV dan AIDS yang ada di Provinsi NTT. “Sosialisasikan terus agar terjadi perubahan perilaku dan kharakter masyarakat khususnya dalam memahami dan menyelesaikan berbagai kasus HIV dan AIDS di daerah ini,” kata Wagub.

Di tempat yang sama Bupati Sumba Barat, Drs. Jubilate Pandango, M.Pd mengaku di daerahnya terdapat kurang lebih 300-an penderita HIV dan AIDS. “Saya pikir Raker seperti ini amat dibutuhkan. Karena untuk kami di Sumba Barat sudah ada kasus HIV dan AIDS kurang lebih 300-an orang; baik tua, muda maupun anak-anak. Bahkan ada satu keluarga di satu desa, semuanya sudah terjangkit AIDS,” ujar Pandango, prihatin.

Menurut dia, awalnya kasus HIV dan AIDS ini ditularkan oleh para TKI/TKW yang baru pulang dari luar negeri. “Para TKI dan TKW ini waktu pergi ke luar negeri kita awasi kesehatan mereka dengan baik tetapi pada waktu mereka pulang, kita tidak awasi lagi. Karena itu, saya minta agar Pak Wagub bisa perhatikan hal-hal seperti ini,” pinta Bupati Pandango.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesehatan Biro Kesra Setda NTT, Dra. Neldy Pandie dalam laporannya mengatakan, Raker KPA tingkat Provinsi NTT ini diikuti oleh peserta yang berasal dari unsur Bappeda, Dinas Sosial, Bagian Kesra, sekretariat KPA se Provinsi NTT.


Sumber : nttonlinenow.com

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD