Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 07 April 2012

Nasib Bayi Ester : Lahir Prematur, Ditinggal Ibu dan Kehilangan Kembaran

Lahir memang tak bisa memilih orang tua. Demikian halnya bayi Ester (2 bulan) harus menerima pahitnya ditinggal ibu. Lahir prematur dengan berat 1.500 gram, bayi laki-laki ini juga harus kehilangan saudara kembarnya yang pergi mendahuluinya. Bayi mungil ini sudah dua bulan lebih dirawat oleh perawat maupun dokter di Ruang Cempaka Bayi RS Sanglah. Dan selama itu pula, sang ibu tidak pernah datang untuk melihatnya.

Berdasarkan informasi, bayi Ester lahir dari ibu bernama Ester pada 20 Januari 2012 di IRD RS Sanglah. Sang ibu, Ester, mencantumkan alamat tempat tinggal di Banjar Semila Sari, Denpasar saat mendaftar di RS Sanglah. Namun, alamat KTP-nya adalah Kelena Wana, Kecamatan Laura, Sumba Barat Daya.

Ester kemudian melahirkan bayi kembar berjenis kelamin laki-laki. Karena belum diberi nama, ke-2 bayi ini diberi identitas yakni bayi Ester 1 dan Ester 2. Karena lahir prematur dan berat badan lahir rendah yaitu sekitar 1.500 gram, ke-2 bayi kemudian dirawat dalam inkubator di ruang Cempaka Bayi RS Sanglah. Sementara Ester sendiri dirawat di Bakung Timur.

Pada tanggal 25 Januari, Ester yang kondisinya sudah pulih setelah melahirkan minta izin untuk pulang. Namun setelah itu, keberadaannya tidak terlacak lagi dan ia tidak menampakkan diri kembali untuk melihat ke-2 anaknya. Ia juga tidak datang ketika bayi Ester 1 meninggal pada tanggal 26 Januari 2012. Hingga Rabu (4/4/2012) kemarin, jenazah bayi malang ini masih dititipkan di Kamar Jenazah RS Sanglah.

Kehilangan saudara kembarnya membuat bayi Ester 2 kini sebatang kara. Tidak seperti saudaranya, ia mampu bertahan dan perlahan-lahan kondisinya berangsur membaik. Berat badannya pun terus meningkat, dari 1.500 gram menjadi 2.200 gram. Meski demikian, untuk bayi umur dua bulan yang idealnya 3-4 kilogram, bayi Ester 2 tampak sangat kecil.

Ditemui di ruang Cempaka Bayi, ia tampak sehat meski badannya lebih mungil dibandingkan bayi seusianya. Dengan mata setengah mengantuk, bayi Ester 2 tampak tidak terganggu dengan kilatan sinar kamera yang memfoto dirinya. Selama dua bulan ini, ia dirawat bergantian oleh perawat maupun dokter yang bertugas di ruang Cempaka Bayi.

Pakaian serta pampers pun dibagi pengadaannya secara patungan oleh perawat atau dokter. Sementara untuk susu, bayi Ester 2 mendapatkannya dari RS Sanglah. Karena kondisinya yang membaik, bayi Ester 2 kini tidak perlu mendapatkan perawatan lagi di inkubator dan sebenarnya ia sudah boleh pulang.

Menurut Kabag Humas RS Sanglah, I Putu Putra Wisada, pihak RS telah menyurati Poltabes Denpasar untuk mencari keluarga dari bayi Ester 2. "Saat ibunya tidak muncul, pihak RS Sanglah sudah berusaha menghubungi nomor telepon yang dicantumkan namun tidak tersambung. Kami juga sudah meminta bantuan ke pihak kepolisian," ujar Wisada.

Pihak kepolisian di Poltabes Denpasar mencari ke alamat tercantum namun hasilnya nihil dan akhirnya mengontak pihak kepolisian di Sumba Barat untuk melanjutkan pencarian ibu si bayi ke alamat KTP-nya. Namun hingga sekarang masih belum mendapatkan hasil.


Sumber : Bali Post
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD