Blogger Themes

Ucapan

Ucapan

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 22 Maret 2012

PROGRAM ANGGUR MERAH UNTUK KEADILAN

Untuk mengetahui dari dekat keberhasilan dan kemajuan pelaksanaan Program Desa / Kelurahan Mandiri Anggur Merah yang merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi NTT sejak tahun 2011 dengan mengalokir dana Rp 250 juta untuk usaha ekonomi produktif, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT mengunjungi Desa Wee Pangali Kecamatan Laura Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Sabtu (17/3). “Program Desa Mandiri Anggur Merah adalah untuk keadilan bukan pemerataan. Artinya, program ini dimaksudkan untuk mengentaskan masyarakat miskin di daerah ini agar mereka tidak lagi miskin,” tandas Sekda di Aula Kantor Desa Wee Pangali.

Sekda NTT, Frans Salem, SH, M.Si pose bareng para PKM di Desa Wee Pangali di depan Kantor Desa usai tatap muka bersama masyarakat penerima dana Anggur Merah, Sabtu (17/3). (Foto : Verry Guru/Humas Setda NTT)


Menurut Sekda, ketika tidur ia bermimpi bahwa hidup ini indah. Tapi kata dia, ketika bangun dari tidur ternyata hidup ini sebuah perjuangan. “Karena itu, kehidupan yang baik itu harus diusahakan dan diperjuangkan. Kita jangan tunggu orang lain datang untuk buat hidup kita jadi baik. Pemerintah Provinsi NTT hanya memfasilitasi pemberian dana Anggur Merah agar dana tersebut dapat dilipatgandakan lalu disetor kembali pinjamannya dan keuntungan usaha produktif yang berasal dari pinjaman dana Anggur Merah harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Sekda.

Dana Anggur Merah, sebut Sekda, merupakan dana hibah yang tidak akan diambil kembali oleh pemerintah. “Uang ini tidak dikembalikan. Karena itu, saya harap di dalam kelompok masyarakat ini harus ada koperasi. Sehingga kalau ada kesulitan uang datang pinjam di koperasi,” pinta mantan Kadis Sosial Provinsi NTT.

Sekda juga meminta kepada para Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) untuk mengecek dengan baik data anak-anak sekolah yang berasal dari keluarga penerima dana Anggur Merah. “Anak-anak penerima manfaat dana Anggur Merah harus bisa dapat bea siswa. Sehingga dana Anggur Merah tidak dipakai untuk membayar uang sekolah anak-anak,” kata Sekda dan menegaskan, “Orang tua harus perhatikan pendidikan anak-anak. Kalau kita sudah pintar, minimal orang tidak akan datang tipu kita.”

Sebelumnya Kepala Desa Wee Pangali, Yohanes Geli dalam laporannya mengatakan, pihaknya telah membentuk 15 kelompok usaha dalam masyarakat yang meliputi 13 kelompok ternak babi dan 2 kelompok ternak kambing. “Memang sejak awal program ini banyak mendapat tantangan dan hambatan dari masyarakat. Tetapi akhirnya masyarakat menerima program ini dengan suka cita dan mereka telah bersepakat untuk mengembalikan pinjaman dana Anggur Merah,” jelas Kades Geli.

Terhadap usaha masyarakat yang bergerek di sektor peternakan ini, Sekda Frans Salem menyambut gembira. “Saya setuju dengan usaha ternak babi dan kambing. Karena hal ini sejalan dengan tekad Pemerintah Provinsi NTT yang menjadikan NTT sebagai Provinsi Ternak. Ternak untuk masyarakat NTT juga untuk orang Sumba tidak hanya soal ekonomi tetapi soal martabat atau harga diri keluarga atau masyarakat itu sendiri,” tandas Sekda.

Sedangkan Sekda SBD, Drs. A. Toni Umbu Zaza, M.Si yang mendampingi Sekda Frans Salem mengatakan, selama ini pemerintah telah memberikan perhatian kepada masyarakat dengan berbagai program agar bisa keluar dari jeratan kemiskinan. “Selama ini pemerintah telah memberi banyak bantuan melalui program-program seperti dana Anggur Merah, PNPM Mandiri, dana BOS, PUAP, Raskin dan sebagainya. Karena itu, saya berharap agar masyarakat yang memperoleh dana ini harus bekerja keras dan bertanggungjawab. Sehingga kehidupan kita bisa lebih baik di masa yang akan datang,” pinta Umbu Zaza.


Sumber : suryainside.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD