Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 15 Maret 2012

Parang Itu Simbol Kebijakan, Bukan untuk Mematikan

Parang Sumba
Bagi lelaki Sumba di Nusa Tenggara Timur, keberadaan parang antara lain merupakan simbol kebijakan, bukan senjata tajam yang mengancam atau mematikan. Maka, melarang lelaki Sumba membawa parang saat bepergian sama saja melucuti budaya Sumba.

Demikian disampaikan sejumlah tokoh masyarakat Sumba di Tambolaka, kota Kabupaten Sumba Barat Daya di Pulau Sumba, Kamis (15/3/2012). Mereka adalah Lukas Jaipa (Kepala SD/SMP Satu Atap Karanggi Rowa, Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, Kabupaten Sumba Tengah), Yulius Pada Riwang (Pengawas TK/SD Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat), dan B Hama Mbani (Pengawas SD/TK Kecamatan Umbu Ratunggai, Sumba Tengah).

Mereka dimintai komentarnya terkait wacana larangan membawa senjata tajam saat bepergian, terutama parang, sebagaimana dicanangkan pihak Kepolisian Resor Waikabubak dua bulalu. Polres Waikabubak membawahi tiga kabupaten, yakni Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya.

Bersama puluhan rekan seprofesinya, ketiga narasumber tersebut sedang mengikuti pelatihan kependidikan di Tambolaka. Menurut Lukas dan Yulius, lelaki dewasa Sumba tanpa parang di pinggang apalagi sedang berpakaian adat, selalu dianggap atau dilecehkan sebagai perempuan.

"Dalam anggapan dasarnya parang itu simbol kebijakan, karena diyakini hanya benda itu yang dapat dipakai meretas lilitan tali penghambat atau yang sedang membelenggu sebatang pohon" jelas Lukas.

Atas wacana tersebut, mereka menyarankan pihak Polres Waikabubak cukup melakukan penertiban atau larangan membawa parang saat situasi sedang berpotensi konflik, memanas atau mencekam. "Orang Sumba pasti menentang keras kalau larangan membawa parang itu berlaku pada segala kesempatan," tambah Yulius.


Sumber : Kompas.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD