Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 17 Maret 2012

Cuaca Ektsrem, Pelabuhan Sape Bima Ditutup

Angin kencang yang disertai hujan di wilayah Kabupaten Dompu dan Bima, membuat Pelabuhan Sape diututup. Tingginya gelombang dan kecepatan angin diatas 50 km per jam menyebabkan terputusnya transportasi penghubung antara Pulau Sumbawa NTB dengan NTT. 
Nelayan di Kabupaten Dompu pun tidak berani melaut lantaran cuaca ekstrem.

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyerangan (ASDP), Ferry Indonesia cabang pelabuhan Sape Bima menutup jalur penyebrangan dari Pulau Sumbawa NTB menuju
Pulau Bajo dan Waikelo Sumba Barat Daya,  NTT, sejak Kamis (15/3). Cuaca ekstrem yang melanda perairan wilayah Indonesia timur sejak tiga hari terakhir, penyebab ditutupnya pelabuhan tersebut.

Pimpinan cabang ASDP Ferry Indonesia, Jumono kepada RRI, Jumat (16/3) mengatakan, sejak ditutup, antrian panjang terjadi di Pelabuhan Ujung Timur Pulau Sumbawa tersebut. Tercatat ada 79 kendaraan truk besar (TB), 17 truk sedang (TS) dan 10 kendaraan kecil mengantri untuk disebrangkan. ASDP belum berani memastikan kapan pengantri tersebut akan disebrangkan.

Dari laporan BMKG Bandar Udara Salahuddin Bima, prakiraan cuaca yang diterima ASDP Sape kondisinya naik turun. Kecepatan angin antara 50 sampai 60 km per jam, sementara tinggi gelombang diwilayah perairan tersebut mencapai 6 hingga 7 meter.

“Penutupannya belum kita pastikan karena ini faktor alam, kecepatan angin berubah-ubah karena setiap hari BMKG Bima melakukan pemberitahuan. Tapi tinggi gelombang mencapai 6 sampai 7 meter,” katanya.

Sementara itu, di Kabupaten Dompu dilaporkan banyak pohon tumbang dipinggir jalan akibat angin kencang. Hingga kini belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat angin kencang tersebut, namun banyak dilaporkan rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan di kecamatan Kilo, terdapat 3 rumah roboh diterjang angin.

Nelayan di daerah ini, juga tidak berani melaut lantaran angin kencang. Pantauan RRI dibeberapa lokasi, nelayan terlihat hanya menambatkan perahunya. Menurut Hairul Hiasa, warga kecamatan Kilo, cuaca angin kencang ini jauh lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika tahun sebelumnya, nelayan masih berani melaut meski hanya berjarak 100 meter dari bibir pantai, saat ini tak satupun nelayan yang berani. Tinggi gelombang di teluk sanggar kecamatan Kilo, mencapai 6 meter.

“Sudah tiga hari ini terus-terusan hujan angin besar sejak tiga tahun terkahir ini, saat ini yang paling besar. Pokoknya selama ini tidak pernah terjadi,” katanya.

Sementara itu, akibat cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kelangkaan ikan di pasar-pasar tradisonal. Harga ikan tawar yang biasanya  jauh dibawah harga ikan laut, kini melambung tinggi.

Harga ikan Nila di Pasar Bawah Dompu mencapai Rp 40 ribu per kg, yang sebelumnya hanya mencapai Rp 25 ribu per kg. Naiknya ikan tawar yang sebelumnya kurang diminati warga Dompu, lantaran pasokan ikan laut ke daerah ini langka.

Pemilihan ikan tawar didaerah ini, lantaran warga di daerah ini tidak memiliki pilihan lain. Warga didaerah ini enggan mengkomsusmi daging ayam, lantaran takut terinfeksi virus H5N1, yang saat ini melanda Kabupaten Bima.


Sumber : rri.co.id
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD