Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Kamis, 19 Januari 2012

Bintara TNI AL Bertambah 640 orang : Sersan Dua asal Waimangura raih predikat lulusan terbaik

TNI Angkatan Laut, kembali mendapat tambahan personel baru, setelah Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Dankobangdikal) Laksda TNI Sadiman,SE mengambil sumpah dan melantik 640 orang siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AL Angkatan ke-31 TA. 2011, Desember 2011 lalu.
 
Pegambailan sumpah dan pelantikan bintara baru TNI AL tersebut di gelar di Lapangan Candradimuka Pusat Latihan dan Pendidikan Dasar Kemiliteran (Puslatdiksarmil), Kobangdikal, Juanda, Sidoarjo.
 
Dari jumlah lulusan tersebut, 559 diantaranya adalah bintara laki-laki dan 81 orang sisanya adalah bintara Korps Wanita TNI AL (Kowal). Dari jumlah itu pula, 146 diantaranya memiliki kejuruan Pelaut dan akan melanjutkan pendidikan Dasar Golongan di Kodikopsla, kemudian 50 orang melanjutkan pendidikannya di Komando Pendidikan Marinir dan Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum) mendapat siswa terbanya dengan 444 siswa bintara yang akan disebar ke Pusdikbanmin, Pusdiktek, Pusdiklek, Pusdik Pomal dan Pusdikes.
 
Upacara yang juga dihadiri Wadan Kobangdikal Brigjen TNI (Mar) P. Verry Kunto.G, SH, Danpuspenerbal Laksma TNI Halomoan Sipahutar, M,Sc, Dankodikopsla Kolonel Laut (P) Yayat Achmad Hadirat, M. Si (Han)., dan para pejabat teras Kobangdikal lainnya tersebut, juga di hadiri ribuan orang tua dan keluarga besar para siswa Dikmaba TNI AL angkatan Ke-31 ini yang turut menyaksikan jalannya acara..
 
Suasana ceria, hingar bingar dan menghibur mulai terlihat ketika para sisiwa Dikmaba Angkatan ke-31 ini, mepertontonkan ketangkasannya dalam berbagai aneka demontrasi militer, diantaranya gerakan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dengan paduan semapor dan kolone  senapan, bela diri militer yang diperankan siswa Kowal, senam balok, halang rintang, taktik serangan kecil, bongkar senjata laras panjang dan pendek serta taktik serangngan tingkat regu..
 
Dalam amanatnya, Dankobangdikal menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang berhasil lulus dan berhak atas pangkat Sersan Dua. Menurutnya, upacara  penutupan  pendidikan merupakan momen bersejarah dan istimewa bagi masa depan seorang prajurit.
“Usai dilantik dan diambil  sumpah, berarti kalian resmi menjadi prajurit  TNI AL, dan berhak  atas  pangkat  Sersan  Dua (Serda),” terang orang nomor satu di jajaran Kobangdikal ini.
 
Sumpah, lanjutnya, adalah  janji  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa  yang  harus  ditepati.  Bagi  yang  melanggar,  pasti  ada  sanksi,  sehingga  setiap prajurit  harus mampu  memahami  isi  dan  jiwa  dari  sumpah  tersebut  agar  kelak  dapat  melaksanakan  tugas  dengan penuh keikhlasan,  jujur  dan  bertanggungjawab  sesuai  dengan  hati  nurani.
 
Dibagian lain Laksamana kelahiran Kulon Progo, 1 Februari 1956 ini berharap, setelah lima bulan mengikuti  pendidikan  di  Puslatdiksarmil, siswa Dikmaba XXXI mampu  merubah  pola  pikir,  pola sikap dan pola tindak dari masyarakat  sipil  menjadi  pola  tindak  seorang  prajurit  matra  laut   yang     tanggap,  tanggon  dan  trengginas. 
 
Selain itu, Sadiman –sapaan akrab dankobangdikal ini- mengingatkan 640 bintara baru ini agar tidak terus  larut oleh kebanggaan  menjadi  prajurit  TNI AL,  karena  meskipun  sudah  menyandang  pangkat Serda,  tetapi  status  sebagai  siswa masih melekat, karena masih harus melanjutkan  pendidikan  ke  tahap  dasar  golongan  lanjutan  di  Pusdik-pusdik  terkait  selama  5  hingga  8  bulan  sesuai  kejuruan  masing-masing.
 
Kebahagian pun terpancar dimuka Serda Bah Vitalis Ngongo Dairo, yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik Dikmaba angkatan ke-31 ini. Dairo –sapaan akrab Sersan Dua kelahiran Waimangura, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT ini, adalah anak ke tiga dari lima bersaudara dari pasangan Bpk. Dairo Dendo dan Ny. Sulfiana Solimila.
 
Menurutnya, masuk menjadi anggota TNI AL adalah kebanggaan tersendiri yang diraihnya, karena dia meyakini bahwa dia adalah orang pertama dari desa Waimangura yang berhasil menjadi anggota TNI Al dengan pangkat Sersan.
 
“Hormat dan bangga ini saya persembahkan untuk orang tua tercinta, dan mudah-mudahan dengan masuknya saya menjadi anggota TNI AL, saya mampu untuk membantu orang tua dan adik-adik saya untuk lebih dari saya,” terang alumnus SMK 1 Maumere ini.

sumber : www.tnial.mil.id

Rabu, 18 Januari 2012

"LENDE URA, SEBUAH INISIATIF MASYARAKAT DALAM REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DI SUMBA BARAT DAYA"

Penulis : Gerson ND. Njurumana & Budiyanto Dwi Prasetyo

Masyarakat lokal memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Berbagai pola adaptasi masyarakat lokal terhadap lingkungan merupakan salah satu sumberdaya yang perlu mendapatkan perhatian dalam perencanaan pembangunan kehutanan berkelanjutan.

Manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya, dan sebaliknya manusia adalah produk dari lingkungan, sehingga berbagai bentuk adaptasi lingkungan banyak dijumpai berdasarkan persepsi dan pengalaman berinteraksi dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hutan, tanah dan air. Inisiatif lokal pada tataran filosofis maupun praktis, sesungguhnya merupakan modal dasar bagi pembangunan. Penelitian ini mengkaji tentang inisiatif lokal Lende Ura yang ada pada masyarakat Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif melalui pendokumentasian literatur dan wawancara mendalam terkait fokus kajian. Penelitian dilakukan tahun 2009. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif. Lende Ura merupakan salah satu bentuk inisiatif lokal yaitu sebuah filosofi kehidupan masyarakat di Sumba Barat Daya yang memandang hutan sebagai jembatan bagi datangnya hujan. Masyarakat memahami bahwa hutan yang terpelihara dengan baik akan menjadi jembatan bagi turunnya hujan sehingga mendukung usaha pertanian dan ketersediaan air bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Konsep Lende Ura mendorong masyarakat menghargai setiap komponen sumberdaya alam yang ada, serta berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap proses terjadinya hujan. Karenanya, masyarakat tidak melakukan penebangan liar, menghindari kebakaran hutan dan lahan, memelihara daerah tangkapan air melalui budidaya pertanian campuran lahan kering serta memanfaatkan hasil hutan non kayu

Selengkapnya dan dowload file klik Publikasi

Selasa, 17 Januari 2012

Pemkab SBD Bangun Pembangkit Listri Tenaga Surya

Tekad Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) menyediakan listrik untuk masyarakat bukan isapan jempol belaka. Dalam kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pemkab SBD membangun pembangkit listrik tenaga surya skala besar dengan smart micro grid controller. Pembangkit listrik ini menghasilkan energi listrik sebesar 500 Kwh.
Pembangkit listrik tenaga surya skala besar ini dibangun di Desa Billa Cenge, Kecamatan Kodi Utara. Penandatanganan nota kerjasama ini antara Pemda SBD dan BPPT telah dilakukan di Jakarta, 6 Juni 2011 lalu.
Pada hari Rabu (9/11/2011), Deputi Teknologi Informasi, Elektronika dan Material BPPT, Dr. Ir. Unggul Priyanto, menyempatkan diri datang melihat pembangunan pembangkit listrik itu.
Bupati SBD, dr. Kornelis Kodi Mete, menyambut baik kerjasama ini. Pasalnya, salah satu dari empat isu strategis Pemda SBD adalah desa bercahaya.

Sabtu (12/11/2011) lalu, para tukang terlihat sibuk membangun ratusan beton setinggi kurang lebih 30 cm yang ditanam dalam tanah. beton-beton itu merupakan tempat pancang tiang-tiang penyanggah panel yang berfungsi menangkap dan menyimpan tenaga matahari.
Hampir semua peralatan untuk pembangkit tenaga listrik ini sudah ada di lapangan. Kontraktor lokal sedang membuka jalan baru sekitar 1,5 km menuju titik pembangkit listrik ini.

Sejumlah tiang penyanggah panel telah berdiri. Menurut rencana, Januari 2012, pembangkit listrik ini sudah selesai dibangun dan siap beroperasi. Pembangkit listrik ini di bangun di atas lahan seluas dua hektar. Lahan di kawasan ini merupakan hamparan padang savana yang tidak banyak pohon. Lokasi ini dipilih berdasarkan hasil survai dan melihat kekuatan cahaya matahari yang bersinar.

Pembangkit listrik dengan sistem ini merupakan yang terbesar di Indonesia saat ini. “Jika jadi nanti, pembangkit listrik tenaga surya skala besar ini menjadi yang teresar di Indonesia dan pertama di NTT,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi SBD, Aloysius Bulang, S.H, di ruang kerjanya.

Bulang menjelaskan, pembangkit listrik tenaga surya ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar500 Kwh. Energi listrik ini, jelas Bulang, akan dijual kepada PT PLN dan selanjutnya dijual lagi kepada masyarakat sebagaimana biasanya.


Sumber : sergap ntt

Senin, 16 Januari 2012

Dukun Pijat asal SBD Gerayangi Organ Vital Lima Pasien

Dukun pijat Agustinus Lelu Bulu (43) asal Sumba Barat Daya, NTT ditangkap petugas Polres Badung karena melakukan pencabulan terhadap lima perempuan yang sebelumnya minta diurut.

Prilaku dukun pijat itu terkuak dari laporan KK (26) yang sedang hamil tiga bulan. Perempuan itu meminta diurut karena mengeluh sakit pada perut. “Pemijatan itu berlangsung di kos korban di wilayah Abianbase, Mengwi pada Kamis (22/1) sekitar pukul 09.00,”kata Kapolres Badung AKBP Beny Arjanto,  Rabu (11/1).

Layaknya pemijatan pada umumnya, satu pesatu bagian tubuh korban disentuh. Kemudian perempuan yang juga asal Sumba, NTT itu diminta melepas semua pakaian dan disarankan menggunakan sarung dengan alasan supaya lebih mudah memijat pada selangkangan. “Dari sinilah korban merasa ada keanehan karena tersangka menyentuh bagian sensitif tubuh perempuan itu,”beber Beny.

Usai melakukan pemijatan, tersangka balik ke tempat tinggalnya di Perum Cempaka Mas, Dalung, Kuta Utara. Setelah suaminya datang dari kerja, korban menceritakan prilaku dukun pijat itu. Tidak terima, suami korban memancing tersangka supaya datang ke kosnya karena istrinya mau dipijat lagi.

Setibanya di tempat tinggal korban, tersangka langsung dihajar sebelum diamankan polisi. Setelah terungkapnya peristiwa itu, empat perempuan yang juga rekan korban juga melapor masing-masing berinisial TD (17), SY (18), AM (19),dan MK (21) karena mendapat perlakuan yang sama.

Sementara tersangka berdalih melakukan pencabulan walaupun mengakui sempat menyentuh bagian organ vital korban dan itu dilakukan secara tidak sengaja. Pria beristri dan punya dua orang anak ini sudah ahli memijat sejak tahun 1999 dengan tarif Rp 150 ribu. "Saya baru sebulan di Bali pak maunya mencari pekerjaan,"ucap tersangka.

Sumber : beritadewata.com

Kemensos Tambah Dua Kabupaten Sasaran PKH Tahun 2012

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) pada tahun 2012 akan menambah dua kabupaten lagi sebagai kabupaten sasaran pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dari selama ini sebanyak tujuh kabupaten, yakni Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Sosial NTT, Pieter Sinun Manuk.

Tujuh kabupaten yang sudah melaksanakan PKH sejak program ini digulirkan tahun 2007 yakni Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Barat, Alor, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Sumba Barat. Setiap kabupaten, ditetapkan minimal 2.000 kepala keluarga (KK) sebagai penerima program. Sekitar 66.000 lebih kepala keluarga yang dilayani dengan program dimaksud. PKH merupakan program Kemensos yang menelan dana terbesar yakni sebesar Rp98 miliar lebih. Jika ditambah dua kabupaten pada tahun 2012, dananya akan dinaikkan mencapai Rp100 miliar lebih.

“Program ini bukan untuk mengentaskan kemiskinan tapi memutus mata rantai angka kemiskinan dengan sasaran membuka askss ke fasilitas kesehatan dan pendidikan,” ujar Pieter.

Menurutnya, walau bantuan yang diberikan dalam bentuk uang tunai, tapi bersyarat. Misalkan, anak-anak pada rumah tangga sangat miskin itu minimal 75 persen sedang mengenyam pendidikan. Sehingga uang tersebut dapat dipakai untuk biaya transportasi ke dan dari rumah ke sekolah atau membayar uang sekolah. Sedangkan untuk aspek kesehatan, bagi ibu yang hamil, minimal empat kali memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan. Sehingga diharapkan, saat melahirkan ibu dan anak tidak meninggal.

Tentang persiapan untuk dua kabupaten pada tahun 2012, Pieter sampaikan, sudah dipersiapkan secara baik. Jumlah KK yang akan dilayani pun sudah memenuhi syarat yakni 2.000 KK. Bahkan dua bulan lalu Kemensos telah melakukan rekruitmen untuk tenaga pendamping, koordinator wilayah (Korwil), dan operator yang akan mengoperasikan semua teknologi yang ada di Unit Pelaksana (UP) PKH. Setiap pendamping ditugaskan untuk mendampingi 150 KK penerima program. Gaji pendamping cukup baik yakni Rp1,6 juta/bulan.

Sementara itu, Kepala Seksi Jaminan Sosial dan Sumber Dana Sosial Dinas Sosial NTT, Rosalia Prada sampaikan, ada empat hahap pembayaran dana PKH. Saat ini sudah tiga tahap yang telah dibayar, sisa satu tahap yang dibayar pada Desember 2011. Berdasaran Memorandum off Understanding (MoU) antara PT Pos dan Kemensos, dananya disiapkan oleh Kemensos dan pembayarannya oleh PT Pos.

Setiap pembayaran, dilaporkan ke Dinas Sosial sebagai bukti pertanggungjawaban. Tentang RTSM yang memanfaatkan dana tidak sesuai peruntukkan, Rosalia katakan dikeluarkan dari daftar penerima program. Tapi hampir semua RTSM memanfaatkan dana sesuai peruntukkan. Memang ada yang dikeluarka dari daftar penerima, karena pindah permanen ke daerah lain, usia telah lewat, dan meninggal dunia


Sumber : http://beritanda.com

Minggu, 15 Januari 2012

AGUST DAPA LOKA RAIH NTT ACADEMIA AWARD 2011


Setelah tahun 2010 lalu Pater Robert Ramone CSsR berhasil meraih penghargaan NTT Academia Award 2010, Kembali di NTT Academia Award 2011 satu lagi putra terbaik sumba berhasil mengharumkan nama baik pulau sandlewood.

Sabtu (14/01/2011) bertempat di aula museum negeri kupang, penganugerahan NTT Academia Award 2011 kembali dilaksanakan. Event tahunan untuk menghargai putera-putri NTT yang berkarya di berbagai bidang ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2007 oleh komunitas Forum Academia NTT (FAN). Event yang biasanya dilaksanakan menjelang hari NTT di bulan desember setiap tahunnya ini baru terlaksana di awal 2012 karna ada beberapa kendala.
 
Untuk NTT AA 2011 ada 4 yang diberikan penghargaan kategori yaitu Kategori I : Bidang sains dan inovasi keteknikan, Kategori II : Inovasi Pembangunan, Kategori III : Humaniora dan inovasi sosial budaya ,Kategori IV: enterpreneurship/kewirausahaan. Putra Sumba Bapak Agustinus Dapa Loka lewat  novel "Perempuan itu Bermata Saga" terbitan Elex Media Komputindo (Gramedia Group). Agust berhasil menyisihkan nominator penerima lainnya untuk kategori tersebut.
Meskipun sempat mengalami kecelakaan lalu lintas pada 10 Mei 2009  dan amputasi pada 14 Juni 2009, namun Agust Dapa Loka tetap membuktikan bahwa kita dapat tetap berkarya meski ditengah keterbatasan.

Sementara itu untuk Kategori Bidang sains dan inovasi keteknikan diraih Maria Loretha, Pemburu Benih Sorgum Flores. untuk Kategori Entrepreneurship/kewirausahaan diraih dr. Bobby Koamesah, Dalam usaha peternakan babi di Oenesu yang juga memberdayakan masyarakat sekitar dan pembangunan pabrik pakan babi di Kupang

Acara penganugerahan NTT  academia Award 2011 berlangsung meriah dengan penampilan dari sanggar rumah poetika. Hadir juga diantara undangan anggota DPR RI Fary Francis. (snd)


Baca juga : http://kupang.tribunnews.com/read/artikel/65246

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD