Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 06 Desember 2011

Tidak Mau Miskin, Kurangi Pesta!!


Jika tidak ingin terus hidup miskin maka warga NTT, khususnya masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) harus mengurangi menggelar pesta atau hajatan. Karena pesta menyedot banyak anggaran.

Demikian saran Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete, dalam arahannya di hadapan lebih dari 400 unsur pimpinan di pemerintahan di seluruh SBD, Senin (5/12/2011).

Hadir semua pimpinan SKPD, para asisten, camat, kepala bagian, kepala desa/lurah, sekretaris desa, fasilitator desa, para kapolsek dan danramil.

Rapat  'akbar'  yang digelar Bagian Tata Pemerintahan Setda SBD ini untuk melihat seluruh kegiatan dan penyelenggaraan pemerintahan selama tahun 2011 dari semua aspek dan dimensinya.

Bupati Kodi Mete menggugah semua yang hadir, terutama para kepala desa untuk mengimbau masyarakat untuk mengurangi pesta. Kodi Mete mengatakan, sebenarnya pesta tidak perlu dilarang karena telah menjadi bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat Sumba secara umum.

"Bolehlah bikin pesta karena itu juga menjadi bagian dari kehidupan sosial budaya kita. Saya mau tanya, boleh pesta atau tidak? Ada yang bilang boleh, yang lain bilang tidak boleh. Saya punya jawaban, kepada yang bilang boleh saya larang, kepada yang bilang tidak boleh saya bilang boleh, tetapi siapkan argumentasinya," kata Kornelius.

Menurut Kornelius, pesta tetap boleh saja diselenggarakan asal diimbangi dengan kerja keras, kerja tuntas dan kerja cerdas.

"Saya kira kita sepakat pesta boleh asal kerja juga keras, kerja tuntas dan kerja cerdas. Kalau  tidak kerja, mengapa perlu pesta? Kalau tidak mau miskin tidak perlu bikin pesta yang berlebihan," Jelas Kodi Mete.

Di daratan Sumba secara umum, pesta seperti pesta adat, kenduri/kedukaan dan pembelisan membutuhkan banyak sekali ternak untuk dibantai. Kerbau dan babi adalah dua jenis ternak yang 'wajib' dibantai dalam jumlah yang banyak.

Jumlah ternak yang dibantai tergantung dari status sosial dan kedudukan seseorang dalam masyarakat.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda SBD, Drs. Nobertus Dus, menjelaskan, rapat evaluasi ini bermaksud melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan.

"Dewasa ini masyarakat sipil selalu kritis menyoroti kinerja penyelenggaraan pemerintahan termasuk pemerintahan daerah. Karena itu perlu dilakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan sebagai feedback dalam upaya peningkatkan kinerjanya di masa akan datang," kata Dus.


Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD