Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 12 Desember 2011

Listrik Ganggu Rapat Paripurna Dewan

Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumba Barat Daya (SBD), Sabtu (10/12/2012) siang, terganggu karena listrik yang mati hidup. Peralatan sound system (pengeras suara) dalam ruangan tidak bisa berfungsi maksimal karena mesti menyesuaikan diri dengan aliran listrik.

Dalam hitungan Pos-Kupang.Com, empat kali listrik mati hidup. Sesaat sebelum rapat dengan agenda jawaban pemerintah atas laporan komisi-komisi itu listrik juga padam. Setelah listrik menyala rapat dibuka Wakil Ketua DPRD SBD, Gerson Tanggu Dendo.

Ketika Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, mulai membacakan jawaban pemerintah, listrik padam lagi. Di meja pimpinan rapat selain Gerson yang memimpin rapat, hadir juga Ketua Dewan, Yosef Malo Lende dan Bupati Kodi Mete.

Kalau listrik padam dan pengeras suara tidak berfungsi, Bupati Kodi Mete mesti membacakan jawaban pemerintah dengan volume suara yang lebih keras. Jawaban pemerintah itu dibacakan bergantian antara Bupati Kodi Mete dan Sekda SBD, Drs. Anton Umbu Zaza, M.Si.

Di kursi para anggota Dewan banyak anggota Dewan tidak hadir rapat. Kepada Pos Kupang, Gerson Tanggu Dendo mengatakan, ada 18 dari 30 anggota Dewan yang menandatangani presensi (daftar hadir). "Yang lain minta izin karena ada kedukaan dan urusan keluarga," kata Gerson.

Listrik mati hidup saat sidang Dewan bukan baru terjadi pertama kali ini sejak DPRD SBD menggunakan kantor baru di kompleks perkantoran di Kadula. Pada beberapa rapat sebelumnya, listrik juga mati hidup. Kondisi ini sangat mengganggu kelancaran dan kenyamanan jalannya sidang Dewan.

Kepala PLN Ranting Weetabula, Blasius Gani, tidak bisa diminta konfirmasinya. Beberapa kali telepon genggamnya dikontak, Sabtu dan Minggu (11/12/2011), tetapi tidak tersambung.

Sebelumnya Gani mengakui listrik yang mati hidup itu banyak kali disebabkan terputusnya jaringan listrik akibat pohon tumbang. Dia mengakui, petugas PLN agak hati-hati ketika berhadapan dengan warga yang pohonnya tumbang menimpa jaringan listrik.

Bupati Kodi Mete dalam jawaban pemerintah menguraikan dan menjelaskan satu demi satu pertanyaan yang diajukan tiga komisi di Dewan. Sekitar satu jam jawaban pemerintah itu dibacakan Kodi Mete diselingi satu kali dibacakan oleh Sekda SBD, A Umbu Zaza.

Salah satu hal penting yang dijelaskan pemerintah adalah proses pemekaran tiga kecamatan baru yang ditanyakan Komisi A. Kepada anggota Dewan, Kodi Mete mengatakan, saat ini usulan pemekaran Kecamatan Wewewa Tengah, Kecamatan Kodi Balaghar dan Kecamatan Kota Tambolaka telah disampaikan pemerintah kepada pemerintah provinsi untuk mendapat rekomendasi Gubernur NTT.

"Saat ini rekomendasi dimaksud sedang dalam proses untuk ditandatangani oleh Bapak Gubernur NTT," tegas Kodi Mete dalam jawaban pemerintah.

Komisi A juga mempertanyakan kualifikasi pendidikan camat dan sekretaris camat (Sekcam) telah sesuai dengan profesinya. Kodi Mete menjelaskan, hingga saat ini Pemda SBD belum memiliki sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku sehingga belum semua camat berasal dari latar belakang ilmu pemerintahan.

"Dan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan kewilayahan tersebut, maka perlu dilakukan bimbingan teknis bagi camat dan sekcam sebagaimana yang telah diprogramkan pada tahun anggaran 2012," kata Kodi Mete.


Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD