Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 13 Oktober 2011

Warga Bondo Boghila Siap Tanam Jarak


INVESTOR -- Investor Kanada foto bersama
setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU)
 antara pemilik tanah dengan Koperasi Lara Moripa
 yang diwakili Mikael Umbu Zaza dengan pihak investor,
 Jumat (17/10/2011).
Investor Kanada melirik jatropha di Desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Investor telah mendekati warga yang  menyatakan siap menanam jarak pagar (jatropha) di lahan mereka. Kesediaan mereka dinyatakan dengan merelakan tanah dijadikan perkebunan jatropha oleh investor dari Kanada.
Hari Jumat (7/10/2011) dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemilik tanah dengan Koperasi Lara Moripa yang diwakili Mikael Umbu Zaza dengan pihak investor. Hadir antara lain CEO Martan Resort Group, Ronald J Tabalujan, bersama lima investor, termasuk dua ahli pertanian dan seorang ahli teknik pengairan. Hadir juga Camat Loura, Aloysius B Bili, BA, dan Kepala Desa Bondo Boghila, Yohanes S Pote.
Para investor ini yang kemudian bergabung dalam satu perusahaan akan mengembangkan tanaman jatropha di SBD. “Kemungkinan perusahaan yang akan dibentuk itu bernama PT Martan Inti Moripa,” kata Mikael Umbu Zaza.
Mikael kepada Pos Kupang di Tambolaka, Jumat (7/10/2011), menjelaskan, investor yang ingin mengembangkan jatropha ini akan serius.
“Betul, saya sudah belasan kali membawa investor jatropha ke sini. Investor sudah bolak balik, tetapi tidak ada action dengan alasan macam-macam. Tetapi kali ini kami serius, karena sistemnya berbeda dengan yang ditawarkan investor-investor sebelumnya,” jelas Mikael.
Mikael mengaku kegagalan investor sebelumnya adalah sosialisasi yang tidak transparan kepada masyarakat tentang jatropha.
“Mestinya kepada masyarakat dikatakan dengan transparan seperti apa tanaman jatropha itu. Masyarakat harus tahu bahwa harga satu liter solar itu Rp 4.000. Untuk membutuhkan minyak satu liter kita butuh empat kg jatropha. Itu berarti harga 1 kg jatropha itu sama dengan Rp 1.000,” kata Mikael.
Mikael mengatakan, pertimbangan paling penting mengapa dia mengajak investor jatropha masuk ke SBD adalah memanfaatkan lahan-lahan kering dengan padang-padang rumput yang tidak dimanfaatkan.

Penulis : TONNY KLEDEN
Sumber : POS KUPANG

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD