Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 01 Oktober 2011

Bupati dan Wabup Sumba Barat Syukuran : Satu Kerbau, Dua Sapi, Delapan Babi Dibantai


Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, menggelar acara syukuran satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Reko Deta, S.I.Pem dengan masyarakat Sumba Barat, di Lapangan Manda Elu-Waikabubak, Senin (26/9/2011).
Dalam acara syukuran itu, delapan ekor babi, dua ekor sapi dan satu ekor kerbau dibantai untuk makan bersama rakyat. Acara syukuran itu dipoles dalam budaya Sumba. Semua warga yang datang dalam acara itu lengkap dengan busana Sumba. Acara syukuran itu dimeriahkan dengan menggelar tari-tarian daerah serta berbagai atraksi budaya Sumba lainnya.

Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, dalam sambutannya mengatakan, acara syukuran itu terdiri dari tiga hal. Pertama, syukuran atas satu tahun kepemimpinannya bersama Wabup Reko Deta memimpin Kabupaten Sumba Barat. Kedua, ucapan terima kasih kepada pimpinan SKPD, muspida, camat, desa/lurah dan rakyat umumnya atas dukungan selama ini.
Ketiga, syukuran atas dukungan rakyat dalam menjalankan visi dan misi program kerja kepemimpinannya.
Dikatakannya, selama setahun masa kepemimpinannya terlihat adanya perubahan di berbagai bidang kehidupan. Walaupun perubahannya tidak drastis tetapi sedikit demi sedikit mengalami perubahan, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan dan lain-lain.

Pandango dan Reko Deta bertekad menjadikan Kota Waikabubak menjadi milik rakyat kota. “Saya ingin rakyat kota ini merasa memiliki kota ini. Karena itu, langkah utama harus dimulai dari para pemimpin, misalnya pimpinan  SKPD, sekolah, camat, kepala desa dan tokoh masyarakat,” katanya.

Para pemimpin, kata Pandango, harus memberi contoh. Misalnya pekarangan rumah ditanami berbagai bunga dan tanaman hortikultura. Ia juga memberi contoh seputar halaman rumah jabatan yang sangat hijau. Bukan karena bunga semata tetapi juga tanaman lainnya seperti ubi jalar yang isinya besar-besar.

“Saya ingin memberi contoh agar rakyat menirunya. Rakyat harus berkebun karena dapurnya ada di kebun. Untuk mewujudkan rencana itu, mulai Oktober mendatang, bupati dan wakil bupati serta seluruh pimpinan SKPD turun ke desa-desa dan bermalam di desa. Langkah itu dilakukan untuk mengecek sejauhmana tindakan nyata para camat dan kepala desa mempersiapkan lahan tanam sebagai contoh bagi rakyatnya,” katanya.

Bupati dan wakil bupati turun ke desa, demikian Pandango, bukan untuk memeriksa persiapan kebun  tetapi kebun milik camat dan kepala desa. “Kalau kebun rakyat, itu urusan kepala desa dan camat. Kalau camat dan kepala desa tak memiliki kebun, patut dipertanyakan,” katanya.


Penulis : TONNY KLEDEN
Sumber : POS KUPANG
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD