Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 17 September 2011

Warga Hombakaripit Keluhkan Harga Air


Warga Desa Hombakaripit, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), mengeluhkan harga air bersih yang disediakan Pro Air. Dengan harga Rp 8/liter, warga merasa sangat berat. Sementara pihak Pro Air mengharapkan masyarakat disiplin menggunakan air.
Kepada Pos Kupang di Desa Hombakaripit, Rabu (14/9/2011), sejumlah warga mengungkapkan keluhan mereka tentang harga air yang mahal. Sudah begitu, meteran air juga dicurigai tidak normal, sehingga ada keluarga yang dalam sebulan bisa memakai mencapai 40 ribu liter lebih.
Warga yang mengungkapkan keluhan mahalnya air, antara lain Dominikus Japa Nuni, Esty Bani, Paulinus Sene, Permina R Palonda, Marta Tunu dan beberapa warga lainnya. Mereka terlihat sangat kecewa ketika mengungkapkan harga air yang begitu mahal dan mencekik leher. “Sekarang ini beban kita yang mahal dalam rumah tangga adalah air. Listrik cuma Rp 4 ribu sampai Rp 50 ribu, tetapi air bikin kita jadi pusing,” keluh Ny. Permina R Palonda.
Domi Japa Nuni dan Paulinus Sene mengatakan, harga air Rp 8/liter mungkin masih bisa dibayar. Tetapi yang justru lebih membuat mereka pusing adalah meteran air yang mencatat volume pemakaian air yang di luar dugaan. “Pak bayangkan, dalam sebulan saya pakai air 40 ribu liter lebih. Masuk akal tidak itu kalau satu rumah pakai sebanyak itu?” kata Domi.
Domi sangat kesal dengan meteran yang mencatat volume penggunaan air seperti itu. Tiga bulan pertama sejak ditarik biaya penggunaan air, kata Domi, hampir semua warga mengeluh dan protes tidak mau membayar. “Habis kami bayar ratusan ribu. Ada yang sampai 600 ribu lebih, yang lain 400 ribu lebih. Wah, ini sudah mencekik kita,” kata Domi.
Pada tagihan bulan pertama, kata Domi, dia harus membayar Rp 200 ribu lebih. “Saya tidak mau bayar. Mereka datang lagi dan minta bayar Rp 105 ribu, baru saya bayar. Yang benar bagaimana?” katanya.
Tagihan kedua, kata Domi, dia diminta membayar Rp 321.000 sesuai volume penggunaan air. “Menurut meteran, saya pakai air 40.125 liter dan membayar Rp 321.000. Masuk akal tidak, dalam sebulan saya pakai sebanyak itu? Orang Kodi itu mandi paling-paling satu kali dalam sehari. Ada yang bahkan dua hari sekali baru mandi. Kita juga tidak proyek di sini, terus air begitu banyak kita pakai masuk akal tidak?” gerutu Domi.
Air seharga itu, kata Domi, tidak dibayarnya. Petugas kemudian datang lagi dan mengatakan volume pemakaian air 8.125 liter dan Domi diminta membayar Rp 65 ribu tambah ongkos administrasi Rp 5 ribu sehingga total pembayaran Rp 70 ribu.

Penulis : TONY KLEDEN
Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD