Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 08 September 2011

Jenazah korban pembunuhan tiba di Sumba


Jenazah Agus R Mone ketika tiba di rumah orangtuanya, Selasa (6/9/2011)

Kejadian di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), harus bisa diterima dengan sikap iman yang dewasa. Ke depan jangan lagi ada tanya dan mencari tahu sebab-sebab masalahnya. Mari kita pertahankan dan bangun kekerabatan di antara kita, baik orang Sumba Daya maupun warga Sumbawa di sini.

Ajakan ini diutarakan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete, ketika menyerahkan jenazah Robert R Rundi dan Agustinus R Mone di rumah duka masing-masing, Selasa (6/9/2011) pagi. Robert dan Mone adalah dua warga SBD yang meninggal terbunuh di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (2/9/2011). Bersama belasan warga SBD lain, mereka terlibat bentrok fisik dengan sesama pekerja di suatu perusahaan di Sumbawa Besar.

Selain keduanya, ada 12 warga SBD lain yang menderita luka-luka dan sekarang masih dalam perawatan di NTB. “Sebagai keluarga, tentu kita sangat berduka dengan kejadian ini. Tetapi sebagai orang beriman kita percaya dan yakin bahwa di mana pun kita berada kita mesti meninggal. Karena itu peristiwa ini harus bisa kita terima dengan besar hati.
Saya harap kita tidak lagi mencaritahu alasan mengapa mereka meninggal, tetapi mari semua mendoakan kedua saudara kita ini agar diterima di sisi Tuhan,” ajak Bupati Kornelius Kodi Mete ketika menyerahkan jenazah Robert R Rundi di duka di Desa Worahomba, Kecamatan Kodi, kemarin. Harapan yang sama juga dikemukakan Kodi Mete di rumah orangtua korban Agustinus R Mone di Desa Kalena Rongo.
Tidak Ada Balas Dendam
Kodi Mete juga mengingatkan warga SBD bahwa masih banyak warga SBD yang tinggal dan bekerja di Sumbawa. Karena itu, dia berharap tidak ada lagi aksi balas dendam. “Sumba dan Sumbawa adalah satu, hanya dipisahkan oleh laut. Karena itu mari kita tetap jaga kerukunan dan kekeluargaan di antara kita,” kata Kodi Mete.
Jenazah kedua warga Kodi itu tiba dengan KMP Cakalang di Dermaga Feri Waikelo, kemarin pagi sekitar pukul 06.00 Wita.
Turut menjemput Wakil Bupati SBD, Jacobus Malo Bulu, B.Sc, Kapolres Sumba Barat, AKBP Yayat Jatnika, para pimpinan SKPD di SBD. Aparat kepolisian siaga di dermaga feri sejak pagi hingga mengantar masing-masing jenazah rumah masing-masing. Jenazah diserahkan utusan dari Pemkab Sumbawa Besar. Rombongan penghantar dipimpin Ketua Paguyuban Sumba di Sumbawa, Lukas Umbu Sogara.

Di dermaga feri, Lukas Umbu Sogara menjelaskan dan melaporkan kejadian yang sebenarnya. “Bahwa di luar ada banyak cerita dan isu yang berkembang tentang kejadian. Jangan percaya isu dan informasi lain. Kejadian ini sifatnya lokal saja, antar para pekerja di satu perusahaan. Tidak benar ada sekian banyak warga Sumba yang dibunuh, yang lain luka-luka. Kami di sana aman-aman saja,” kata Lukas.

Sebagaimana dipantau Pos Kupang, penyerahan jenazah kedua warga Kodi ini berlangsung aman-aman saja. Sanak saudara dan kerabat kedua korban berikut warga SBD yang masih dirawat memenuhi dermaga feri sejak pagi. Mereka juga ikut berkonvoi menghantar jenazah menuju Kodi. Di rumah duka kedua korban, isak tangis keluarga pecah ketika peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat, Alex S Kodi, S.H, kepada Pos Kupang mengatakan, pada hari sebelumnya pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban untuk meyakinkan dan melakukan pendekatan sehingga bisa menerima kejadian ini dengan lapangan dada dan tidak bereaksi.


Penulis : TONY KLEDEN
Sumber : POS KUPANG
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD