Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 19 Agustus 2011

Warga Atedalo Minum Air Asin


Menikmati air minum bebas dari rasa asin masih merupakan kesempatan langka dan mahal buat warga Desa Atedalo, Kecamatan Kodi, Kabupaten  Sumba Barat Daya (SBD). Tujuh sumur di desa ini semuanya berada di dekat pantai dan memberikan air asin kepada warga setempat. Air bersih dan tawar dari pemerintah belum sampai di desa ini.

Sekian lama hidup di kawasan itu mereka masih kesulitan mendapat air bersih dengan rasa tawar. Tujuh sumur yang ada sengaja digali di kawasan pantai dengan harapan bisa mendapat air. “Memang ada air, tetapi airnya sangat  asin. Mau tidak minum, bagaimana? Hanya itu saja yang bisa kami harapkan,” kata Justinus  Ohaate (57 tahun), seorang warga dan tokoh umat di Desa Atedalo kepada Pos Kupang, Sabtu (13/8/2011).

Justinus melukiskan, tujuh sumur itu tidak dalam, cuma tiga sampai tujuh meter. Tetapi yang selalu menjadi soal buat warga setempat, kata Justinus, adalah rasa asin dari air itu yang nyaris sama dengan air laut. Justinus  mengatakan, air dari sumur itu bisa sekitar 80 persen sama dengan air laut.

Perkiraan Justinus masuk akal, karena air dalam sumur itu sangat tergantung dari pasang naik dan surut di laut. “Kalau meting (pasang surut, Red), sumur  kering. Kalau air naik baru sumur penuh lagi,” jelas Justinus. Konsekuensinya, kata Justinus, warga mesti mengetahui persis kapan pasang surut kapan pasang naik. “Kalau air naik tidak pergi ambil, berarti tidak dapat air,” katanya.
Air Pisang
Pengakuan yang sama juga diungkapkan Andreas Rado Bani. Pemuda desa ini mengatakan, jika warga tidak sempat menimba air dari sumur, maka  air dari batang pisang menjadi alternatif warga. “Potong pisang sudah untuk ambil air,” kata Bani.
Meski terasa sepat dan tidak enak di mulut, air dari batang pisang itu bisa membantu warga setempat. Biasanya batang pisang yang buahnya sudah diambil, ditebas di bagian pangkalnya.
“Sore kita potong batang pisang dan buat lubang di batang itu. Besok pagi, air sudah penuh, bisa sampai satu jerigen isi lima liter,” kata Bani.
Bani melukiskan, air dari batang pisang itu rasanya sangat sepat dan melengket di langit-langit mulut kalau diminum.
“Baunya juga lain sekali. Kalau minum rasanya beda sekali. Tetapi kita tetap pakai saja. Kadang-kadang untuk masak,” kata Bani.
Justinus dan Bani mengatakan, warga setempat sudah beberapa kali membahas kesulitan dan kebutuhan air itu melalui musrenbangdes. “Sudah berkali-kali dibahas, tetapi belum ada realisasinya,” kata Justinus.

Keduanya mengakui warga sebenarnya bisa mendapat air bersih dari mobil tangki. Tetapi harga masih selangit, membuat banyak warga terpaksa mengonsumsi air sumur dan air pisang. Di desa ini, air tangki seharga Rp 150 ribu/tangki. “Yang punya baik air, jual air bersih empat jerigen ukuran lima liter seribu rupiah.” kata Justinus.



Penulis : TONY KLEDEN
Sumber : POS KUPANG
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD