Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 19 Agustus 2011

Tak Berdasar, Ditertibkan


KETUA Komisi B DPRD NTT, Drs. John Umbu Deta, pantas gerah dengan pungutan yang terkesan tumpang tindih di Waikelo itu. Itu sebabnya dalam rapat dengan Sekda SBD, Drs. Antonius Umbu Zaza, bersama para pimpinan dari SKPD terkait, Umbu Deta meminta agar pungutan-pungutan yang meresahkan masyarakat itu ditertibkan.

“Saya minta agar semua pungutan yang tak berdasar itu ditertibkan. Yang namanya kesepakatan bersama itu tidak ada lagi dalam tata urutan peraturan, dan aturan yang di bawah tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi,” kata Umbu Deta.

Umbu Deta beralasan, Pelabuhan Laut Waikelo dan Pelabuhan Feri Waikelo diperjuangkan untuk dibangun dengan harapan agar Kabupaten SBD semakin terbuka dan teretas isolasinya. Karena itu pungutan yang terlalu banyak dan tumpang tindih akan menghambat arus barang masuk ke SBD.

“Kita sedang memperjuangkan agar ada penambahan armada laut yang menghubungkan Waikelo dengan Borong dan Aimere. Tetapi pelayanannya perlu dibenahi dulu,” kata Ketua Komisi B DPRD NTT ini.
Senada dengan Umbu Deta, Supervisor Pelabuhan Feri Waikelo, Anas, juga meminta agar aneka pungutan itu diatur sehingga tidak terkesan tumpang tindih. “Yang seperti di Waikelo ini tidak ada di tempat lain. Kalau ada pungutan seperti ini, kesannya kita menghambat barang masuk ke sini,” kata Anas.

Dia merasa aneh dengan pungutan-pungutan itu. Untuk satu kegiatan, pungutannya macam-macam. “Karantina sudah pungut, dinas peternakan pungut lagi. Sepertinya terjadi keroyokan atas satu kegiatan,” sesalnya.



Penulis : TONY KLEDEN
Sumber : POS KUPANG CETAK

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD