Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 05 Agustus 2011

Sumba Krisis Semen, Harga Semen Rp 72 Ribu/Zak (Di Kupang Rp 36.500/Zak )

John Lede, seorang warga Tambolaka, Sumba Barat Daya, mengaku sudah sejak seminggu terakhir kesulitan mencari semen untuk kelanjutan pembangunan rumahnya.

“Sudah seminggu ini saya pusing cari semen. Sudah mendatangi semua toko, tetapi semen tidak ada. Katanya sudah sejak minggu lalu semen tidak masuk. Yang ada cuma satu dua saja. Tetapi kalau dijual pun harganya naik menjadi Rp 70 ribu/zak,” kata Lede saat ditemui  di Toko Bangunan Eka Putra, Tambolaka, Selasa (2/8/2011).
Sejak seminggu lalu, semen  hilang di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Sumba Barat, dan Sumba Tengah.

Stok yang tersisa dijual dengan harga  Rp 70 ribu, bahkan ada yang Rp 72 ribu/zak.  Menghilangnya semen di tiga kabupaten di daratan Sumba ini terjadi lantaran kapal pengangkut semen terlambat masuk ke Tambolaka.
Pantauan Pos Kupang beberapa hari terakhir, kesulitan mendapatkan semen itu dikeluhkan masyarakat yang sedang membangun rumah.

Melkianus Bili, yang mengaku dari Kodi, juga mengungkapkan hal yang sama. Bili bahkan setiap hari ke Tambolaka mengecek semen. “Tiap hari saya ke sini mencari semen. Tetapi tidak dapat juga. Katanya kapal belum masuk. Menurut orang di toko bangunan, kapal yang bawa semen rusak di Bima sehingga semen tidak ada di sini,” kata Bili.
Hampir setiap  hari banyak warga yang mencari semen terlihat mendatangi toko-toko bangunan di  Tambolaka.

Di sejumlah toko bangunan, para penjaga toko mengatakan sudah sejak minggu lalu semen tidak masuk. Menurut mereka, kondisi itu terjadi karena kapal yang mengangkut semen ke  Tambolaka macet di tengah laut. “Katanya kapal rusak di Bima. Mudah-mudahan cepat masuk sehingga semen kembali normal,” kata seorang penjaga toko  yang tidak mau menyebut namanya. Dia juga meminta nama  toko tempat kerjanya jangan ditulis.

Pemilik Toko Lokaki Indah, yang juga menjual semen, mengakui, sudah seminggu terakhir semen hilang dari Tambolaka. “Tidak tahu kapan ada. Kita hanya penjual saja, kurang tahu kapan dapat dan jual lagi,” kata pemilik Toko Lokaki Indah.
Raibnya semen juga dibenarkan Melkianus Lubalu, pemilik Toko Bumi Indah. “Sekarang harganya naik jadi Rp 70 ribu/zak,” kata Lubalu.

Lubalu mengatakan, raibnya semen itu karena kapal pengangkut semen terlambat masuk ke Pelabuhan Waikelo. Lubalu menyebut KM Samudera, kapal pengangkut semen yang sudah masuk Pelabuhan Waikelo, Selasa (2/8/2011), dan siap membongkar semen.  “Kapal Samudera bawa 20 ribu zak. Ada satu kapal lagi  yang akan segera menyusul,” kata Lubalu.

Tentang harga semen yang menembus hingga Rp 70 ribu/zak, Lubalu mengatakan, “Itu mengikuti hukum  pasar. Penjual kan tidak mau rugi. Mudah-mudahan dua tiga hari lagi kapal yang satu segera masuk sehingga masyarakat tidak rugi lagi.”
Lubalu mengatakan, kondisi kelangkaan bahkan raibnya semen itu sebenarnya tidak terjadi. Tetapi ini karena faktor alam juga. “Bulan Juli dan Agustus biasanya laut tidak bersahabat. Kapal juga trouble, pabrik semen juga mengalami gangguan sedikit sehingga terlambat masuk,” kata Lubalu.

Lubalu mengatakan, jika kapal kedua yang membawa semen masuk ke Tambolaka, kondisi semen di tiga kabupaten, yakni Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Tengah akan kembali normal. Dalam kondisi normal, harga semen Rp 60 ribu/zak.  “Mudah-mudahan minggu depan sudah kembali normal,” ujarnya.

Di Waikabubak, Ibu kota Kabupaten Sumba Barat, beberapa kontraktor memborong semen yang dijual di beberapa kios kecil milik rakyat  seharga Rp 72 ribu/zak dari sebelumnya hanya Rp 63 ribu/zak. Hal ini terpaksa dilakukan agar pekerjaan proyek berjalan sesuai waktu yang ditentukan.

Salah seorang kontraktor yang ditemui Pos Kupang di Toko Nuansa-Waikabubak, Rabu (3/8/2011), mengatakan, ia baru saja mengecek persediaan semen di beberapa toko dalam Kota Waikabubak termasuk di Toko Nuansa. Namun, semua semen kosong.

Sehari sebelumnya, katanya, ia terpaksa membeli semen di wilayah Wewewa (SBD) untuk keperluan pekerjaan proyek di Sumba Tengah. Namun hanya memperoleh belasan zak semen saja. Kondisi itu sangat mengganggu waktu pekerjaan proyek mengingat jadwal pekerjaan sudah ditentukan.

Karena itu, ia meminta pemerintah mengambil sikap terhadap kelangkaan semen tersebut. Bila perlu pemerintah melakukan operasi ‘bersih gudang’ guna mencegah terjadinya penimbunan semen di gudang-gudang milik pengusaha tertentu.



Penulis : TONY KLEDEN
Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD