Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 27 Agustus 2011

Sirih Mati, Harganya Melonjak


 Banyak tanaman sirih di Kecamatan Wewewa Utara dan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mati diserang penyakit. Belum diketahui apa penyakit mematikan itu. Akibatnya, harga buah sirih di pasaran melonjak tajam.
Penjual sirih di pasar dadakan Marokot, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Senin (21/8/2011).

Dua warga Desa Mata Loko, Kecamatan Wewewa Utara, Y Bili Ela dan Martinus Bili, kepada Pos Kupang di desa itu, Minggu (21/8/2011), mengakui, penyakit mematikan itu sudah menyerang tanaman sirih sejak tahun lalu. “Sudah dua tahun ini sirih mati. Kita belum tahu apa penyakit atau hamanya,” kata Bili Ela.

Bili Ela mengatakan, hama tanaman sirih itu menyerang hampir di semua wilayah di Kecamatan Wewewa Utara. Dia belum bisa memastikan apakah hama itu juga menyerang semua kecamatan di Wewewa. “Tetapi penyakit ini kan menyebar,” kata pensiunan guru itu.

Kondisi yang sama juga terjadi dengan nasib tanaman sirih di Marokot, Kecamatan Wewewa Barat. Di kawasan ini tanaman sirih banyak yang mati terserang penyakit. “Sudah dua tahun mati. Harganya mahal sekali dan susah dapat sekarang,” kata Martina Bora, salah seorang penjual sirih di Marokot.
Disaksikan Pos Kupang di Desa Mata Loko, Minggu, tananam menjalar ini banyak yang sudah mati dan mengering di pohon inangnya.
Ada sirih yang mati dari akar menuju ke daun. Ada yang sebaliknya dari daun menuju akar. Sebelumnya, hanya sirih yang mati. Tetapi sekarang ada juga pohon inangnya yang ikut mati.
Ditanya, apakah sudah ada petugas yang datang memonitor, Bili Ela mengatakan, sudah ada petugas pemerintah yang datang. “Tetapi apa penyakit atau hamanya, belum tahu,” katanya.
Harga Melonjak
Matinya tanaman yang buahnya menjadi konsumsi harian warga Sumba umumnya ini langsung berdampak pada harganya yang melonjak tajam di pasaran.
Bili Ela mengatakan, jika tidak terserang penyakit dan produksi buahnya normal, harga buah sirih mudah terjangkau.
“Biasanya satu kumpul seribu rupiah. Sekarang tiga kumpul sepuluh ribu rupiah. Mahal sekali harganya,” kata Bili Ela. Tragisnya, tambah Bili Ela, sudah mahal stoknya juga terbatas.

Sejumlah pedagang yang menjual sirih di Pasar Tambolaka membenarkan kalau sekarang buah sirih mulai berkurang stoknya. Mereka mengakui pasokan buah dari desa-desa di Wewewa berkurang. Kondisi itu sudah terjadi sejak tahun lalu. “Sekarang susah dapat sirih dari Wewewa. Katanya tidak ada buah lagi. Berbuah juga cuma sedikit, dan itu tidak dijual lagi karena makan sendiri,” kata Ama Lede, seorang penjual sirih di Pasar Tambolaka, Senin pagi.

Ama Lede mengatakan, dari informasi yang diperolehnya tanaman sirih di hampir semua kecamatan di daerah Wewewa terserang hama penyakit. “Katanya banyak yang mati karena penyakit. Kami tunggu saja kalau datang, ya kami beli dan jual lagi,” kata Ama Lede.
Penulis : TONY KLEDEN
Sumber : POS KUPANG

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD