Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 08 Agustus 2011

Pulang Sahur, Pelaut Asal Pinrang Tewas di Pelabuhan

Pulang menikmati sahur, Kapten KM  Multiniaga  8, Taufik Rahman (21), dan Kepala Kamar Mesin (KKM), Isak Tahar (21), tercebur ke laut di Dermaga Waikelo, Sumba Barat Daya (SBD), Sabtu (6/8/2011) pagi.

Tiga setengah jam kemudian, keduanya muncul ke permukaan laut  di tempat mereka jatuh dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Menurut keterangan yang dihimpun Pos Kupang di Dermaga Waikelo, Sabtu, orang pertama dan kedua di kapal barang itu adalah dua karib yang sangat dekat.

Mereka seangkatan menyelesaikan pendidikan di sekolah kelautan yang sama di Surabaya. Pada masa pendidikan, sama-sama menjalani praktek di kapal yang sama, bekerja di kapal yang sama dan sama-sama menemui ajal di tempat yang sama di Waikelo. Isak berasal dari Pinrang, Sulawesi Selatan, sedangkan Taufik dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepala Pos Polisi (Kapospol) KP3 Laut Waikelo, Bripka Arif M Alam, menjelaskan, dua sobat kental itu barusan kembali dari makan sahur di salah satu rumah di kawasan pelabuhan. Dalam perjalanan kembali ke kapal, jelas Arif, Taufik Rahman berjalan bersama dengan salah seorang ABK bernama Sugeng Heri.

Sedangkan Isak menyusul dari belakang, terpaut cuma beberapa meter  dari Taufik dan Sugeng. Mereka jalan sementara asyik menelepon. Polisi sudah mengambil keterangan dari Sugeng Hari.

Menurut Sugeng, tutur Arif, baru sekitar belasan meter dari palang masuk pelabuhan, Isak tercebur ke laut. Padahal di dermaga saat itu tidak ada kendaraan  atau hambatan yang mengurangi ruas jalan. Arif melukiskan kejadian itu aneh. Setelah Isak tercebur ke laut,  Taufik dan Sugeng mendengar suara teriakan minta  tolong.

"Mereka lihat ke belakang Isak sudah tidak lagi, dia jatuh ke laut. Taufik kemudian lompat ke laut hendak menolong Isak. Sedangkan Sugeng lari ke kapal mengambil pelampung.  Waktu kembali ke tempat kejadian, Sugeng tidak  lagi melihat  Isak dan Taufik," tutur Arif. Peristiwa itu  terjadi sekitar pukul 04.00 Wita.

Menurut Arif, pada saat kejadian laut di Dermaga Waikelo lagi tidak bersahabat. Sedang terjadi pasang naik dengan ombak sangat besar dan arus kencang. Diduga setelah terjatuh, Isak dihantam gelombang dan membentur ke tiang-tiang  dermaga.

Temannya, Taufik, yang juga turun ke laut berniat membantu juga diduga digulung ombak dan membentur tiang-tiang dermaga.
Sesaat setelah kejadian, warga beramai-ramai mencari dua sahabat karib ini, namun tak ditemukan. Baru sekitar pukul 07.30 Wita, keduanya muncul di atas permukaan laut dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Padahal kita sudah cari ke sana ke mari di sekitar dermaga, tidak temukan juga. Jam setengah delapan baru ada warga yang melihat keduanya di atas permukaan laut di tempat yang sama," tutur Arif.

Setelah divisum, jasad keduanya disemayamkan di kerabat mereka di kawasan dermaga. Kemarin siang, dua sahabat itu berpisah, dibawa ke kampung halaman masing-masing menggunakan pesawat terbang.



Sumber : tribunnews.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD