Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 26 Agustus 2011

50 Ekor Kuda Ditahan di Waikelo



BERLABUH --PLM Jintan berlabuh
di Dermaga Feri Waikelo, Tambolaka, SBD,
Selasa (23/8/2011) petang.
Terlihat sejumlah kuda diikat di dek kapal.
Dicurigai melanggar aturan dan diangkut malam-malam, Syahbandar Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya (SBD), menahan Perahu Layar Motor (PLM) Jintan yang mengangkut 50 ekor kuda tujuan Jeneponto, Sulawesi Selatan. PLM itu ditahan karena 15 dari 50 ekor kuda itu adalah betina. Rabu (24/8/2011) pagi ini ternak-ternak itu akan dikir ulang lagi di Karantina Dermaga Waikelo.

Informasi tentang penahanan PLM Jintan ini dibenarkan Kepala Pos Polisi KP3 Laut Waikelo, Bripka Aris Munandar, dan Sekretaris Dinas Peternakan SBD, Drs. Agustinus Pandak. Menurut ketentuan, pengantarpulauan ternak kuda diatur dengan ratio 4:1. Artinya, dari lima ekor yang dikirim ke luar, empat ekor adalah kuda jantan dan satu ekor kuda betina.

Dengan merujuk pada aturan itu, maka untuk ternak kuda 50 ekor yang dikirim, 40 ekor di antaranya adalah kuda jantan dan sepuluh ekor kuda betina. “Tetapi yang mau dikirim ini 35 ekor kuda jantan dan 15 ekor kuda betina,” kata Kapospol KP3 Laut Waikelo, Bripka Aris Munandar, kepada Pos Kupang di Pospol KP3 Laut Waikelo, Selasa petang.

Aris menjelaskan, anak buahnya yang pertama menahan pengantarpulauan ternak kuda itu. Kronologinya, jelas Aris, Selasa dinihari sekitar pukul 04.00 Wita, dua anak buahnya yang piket mencurigai kendaraan yang mengangkut kuda yang hendak dibawa ke Jeneponto. “Kita tahan dan tanyakan, mengapa angkutnya malam-malam. Kita kemudian koordinasikan dengan syahbandar dan disepakati agar pas jalan (izin berlayar, Red) tidak dikeluarkan,” kata Aris.

Mestinya, PLM Jintan berlayar ke Jeneponto Selasa petang. Sebagaimana disaksikan Pos Kupang, Selasa petang, PLM Jintan yang berbobot sekitar 25 ton masih berlabuh di bagian timur Dermaga Feri Waikelo. Di atas dek dan palka kapal kecil ini terdapat ternak kuda yang diikat berjejer. Terlihat juga beberapa ekor kambing di atas kapal ini.
Kepala Karantina Hewan Waikelo, Vera Lobo, tidak mengangkat telepon ketika dihubungi kemarin petang. Dua kali dihubungi ke nomor handphonenya, Lobo tidak mengangkat. Begitu juga dengan Kepala Dinas Peternakan SBD, Ir. Thimotius Bulu.
Dua kali dihubungi ke handphonenya, terdengar nada sambung, tetapi tidak diangkat.
Sekretaris Dinas Peternakan SDB, Drs. Agustinus Pandak, ketika dihubungi melalui handphonenya menjelaskan, ternak itu ditahan karena melanggar ketentuan. “Dari kir oleh Dinas Peternakan ditemukan bahwa 15 ekor di antaranya adalah kuda betina. Umur kuda yang diantarpulaukan juga mesti di atas delapan tahun,” jelas Pandak.

Menurut keterangan yang dihimpun, ternak itu diantarpulaukan oleh UD Hijrah. Dalam surat kesepakatan bersama yang dikeluarkan tanggal 14 Januari 2010 diatur hal-hal mengenai prosedur pemasukan dan pengeluaran ternak. Untuk ternak kuda, diatur ketentuan bahwa ternak kuda jantan yang dikirim keluar berumur 5 tahun, sedangkan betina 8 tahun. Rationya 4:1 (4 jantan, 1 betina).

Pengusaha Ternak Antar Pulau, Abdollah H Ibrahim, yang juga pemilik UD Hijrah yang dipercayakan sebagai pihak yang mengatur dan mengelola pengiriman dan pemasukan ternak, membenarkan PLM Jintan ditahan oleh syahbandar. “Sudah selesai pak (urusannya),” kata Abdollah ketika dihubungi ke handphonenya, Selasa malam.

Ditanya apa maksudnya ‘selesai’, Abdollah mengatakan, dari hasil rapat bersama dengan instansi terkait kemarin siang, pemilik kapal diberikan surat peringatan pertama. “Kasihan mereka karena sudah rugi. Mereka tidak banyak tahu ketentuannya,” kata Abdollah.

Tentang pengangkutan yang dilakukan dinihari, Abdollah membenarkan. “Itu karena tergantung cuaca. Pagi hari dinaikkan ke kapal ketika dermaga dan badan kapal sudah sejajar. Kalau tidak susah sekali, apalagi angin juga kencang,” kata Abdollah.
Menurut rencana, Rabu petang hari ini kapal itu bisa berlayar. Rabu pagi ini, kata Abdollah, ternak itu akan dihitung ulang.
“Akan dihitung ulang oleh petugas dari peternakan dan karantina. Setelah itu rekomendasinya ditambah lagi karena di atas kapal ada beberapa ekor kambing yang dibeli awak kapal. Kasihan mereka, sudah jauh-jauh dan sudah keluarkan uang,” kata Abdollah.

Penulis : Tony Kleden
Sumber : Pos-Kupang.Com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD