Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 24 Juli 2011

Pertama di NTT : Terminal Tipe B Akan Dibangun di Tambolaka

Sebuah terminal  angkutan darat tipe B akan dibangun di Tambolaka, Ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Terminal seluas 20.000 meter persegi ini akan menjadi terminal Tipe B pertama di NTT.  Saat ini Pemda  SBD tengah menunggu jawaban dari Kementerian Perhubungan di Jakarta.

Bupati SBD, dr. Kornelius  Kodi Mete, membenarkan rencana pembangunan terminal itu kepada Pos Kupang di ruang kerjanya,  Kamis  (21/7/2011). Ketika memberi penjelasan, Kodi Mete didampingi Kabag Humas Pemda SBD, Drs. Lukas Gaddi, dan Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) SBD, John Tende, S.H.

Bupati Kodi Mete mengatakan, terminal itu merupakan terminal  angkutan antar kota dalam wilayah  propinsi (AKAP) dan antar kota antar propinsi yang menghubungkan lalu lintas angkutan antar kabupaten se-daratan Sumba dan antar  propinsi melalui penyeberangan angkutan laut Sape (NTB) - Waikelo (SBD-NTT).  Terminal ini, jelas Kodi Mete, akan dibangun di  Desa Weepangali, Kecamatan Loura.

Pemda SBD, jelas Kodi Mete, sudah mengajukan dana senilai Rp 15 miliar kepada Kementerian Perhubungan di Jakarta. “Rencana  pembangunan terminal ini sudah dibahas dalam musrenbang propinsi,” tegasnya.

Jika jadi dibangun nanti, jelas Kodi Mete, terminal ini menjadi terminal Tipe B pertama di NTT. Satu-satunya terminal Tipe A di NTT adalah terminal di perbatasan Belu (NTT) dengan Timor Leste, yang nyatanya belum dimanfaatkan secara optimal. Sedangkan terminal lain di NTT adalah Tipe C.

Terminal di Tambolaka ini merupakan Tipe B karena selain menghubungkan lalu lintas angkutan antar kota dalam wilayah propinsi,  juga menghubungkan  lalu lintas antar kota antar propinsi. Pemda SBD melihat ke depan akan terjadi lonjakan arus penumpang dari dan ke Sape (NTB) melalui Pelabuhan Feri Waikelo di SBD. Total dana yang diajukan, kata Kodi Mete, senilai Rp 15 miliar.

Kapal Cepat
Masih terkait sektor angkutan, Bupati Kodi Mete juga mengutarakan rencana pemda setempat mengoperasikan satu armada kapal cepat yang menghubungkan Waikelo dengan Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Kapal  cepat itu akan ‘menangkap’ para wisatawan yang kembali ke Bali atau Jakarta tetapi tidak bisa melalui Labuan Bajo karena kapasitas armada penerbangan yang terbatas.  Dengan kapal cepat  itu, jarak Waikelo-Labuan Bajo bisa ditempuh dalam waktu dua jam.

“Pelabuhan udara di Labuan Bajo sudah sulit dikembangkan untuk pesawat-pesawat besar. Kita bisa alihkan para penumpang yang tidak bisa terbang melalui Labuan Bajo untuk terbang melalui Bandara Tambolaka. Karena bandara di sini bisa  didarati pesawat berbadan lebar seperti boeing,” kata mantan Wakil Bupati  Sumba Barat ini.

Sumber : Pos Kupang
Penulis : TONNY KLEDEN
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD