Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 29 Juli 2011

Jualan di Jalan Supaya Laku

POS KUPANG/TONY KLEDEN
MELUBER KE JALAN ? Para penjual hasil bumi, seperti 
sayur, ubi, pisang, sirih menggelar jualan mereka di sisi 
ruas jalan umum di luar Pasar Radamata, Tambolaka, 
Sumba Barat Daya, seperti dalam gambar yang diambil, 
Senin (25/7/2011) pagi.
Para pedagang kecil yang menjual sayur-sayuran, ubi-ubian, jagung, pisang meluber ke ruas jalan umum di Pasar Radamata, Tambolaka.  Mereka mengaku menjajakan jualan mereka hingga ke jalan supaya lebih cepat laku.

Pasar ini merupakan pasar utama di Tambolaka saat ini. Pemerintah telah menyiapkan los-los pasar, meja-meja  jualan di tempat yang sebenarnya.  Tetapi para pedagang sayur-sayuran lari ke pinggir jalan menjajakan jualan mereka di situ.

Ny. Lusia Mete dan Matius Radubila, dua penjual sayur, kepada Pos Kupang, Senin (25/6/2011), mengatakan,  pilihan menjajakan jualan di pinggir jalan merupakan pilihan yang  terpaksa. “Kalau jual di dalam, tidak laku, tidak ada pembeli. Daripada tidak laku, kami jual di sini,” kata Ny. Lusia.
Ibu rumah tangga asal Desa Mbukubero, Kecamatan Kodi Utara ini, menjelaskan, sebelumnya dia menjual di dalam pasar dan punya meja jualan.

Tetapi sejak lima bulan lalu, dia keluar dan menggelar jualannya di pinggir jalan. Hasil bumi jualannya seperti pisang, ubi, sayur-sayuran, tembakau, sirih, lombok, kelapa, kata Ny. Lusia, lebih cepat laku diincar pembeli jika dijual di dalam los pasar.
Sebagaimana disaksikan, ruas jalan di samping mulut gang masuk ke Hotel Sinar Tambolaka itu padat dengan para penjual hasil bumi. Mereka hanya menguasai sisi utara jalan yang langsung berbatasan dengan  areal pasar.

Ny. Lusia dan Matius menjelaskan, saat awal-awal mereka menggelar jualan di situ, aparat Sat Pol PP mengusir dan menghalau mereka untuk kembali masuk ke pasar.
“Tetapi karena kami sampaikan ke bupati, kami boleh menjual di sini. Bisa lihat khan, kami jual di sini tetapi tetap bersih, tidak kotor. Kami juga hanya mencari uang untuk hidup,” kata Ny. Lusia.

Matius menambahkan, setiap hari mereka dipungut retribusi Rp 1.000. Tiap pagi petugas bagi karcis. Nanti siang mereka datang ambil uang. Retribusi yang ditarik dari para pedagang kecil itu berdasarkan Perda Nomor 18 Tahun 2008. “Petugas dari Dispenda yang datang ambil uang nanti,” kata Matius.


Sumber : Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD