Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 20 Juli 2011

80 Persen Warga Tambolaka Beli Air Tangki

 Air bersih masih menjadi masalah serius bagi warga di Tambolaka, Ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Diperkirakan sekitar 70-80 persen warga Tambolaka membeli air dari tangki. Harganya pun mencekik, mencapai Rp 80 ribu/tangki.

“Air masih menjadi masalah serius bagi warga di sini. Sumba Barat Daya memang semakin maju, tetapi air masih sangat susah,” kata Markus Tamo Ama, Manajer Hotel Sinar Tambolaka, kepada Pos Kupang di Tambolaka, Jumat (15/7/2011). Kesulitan akan air bersih juga dikemukakan sejumlah warga Tambolaka ketika ditemui di Pasar Inpres Tambolaka, Sabtu (16/7/2011).

Markus mengatakan,  seharusnya air bersih merupakan prioritas pembangunan. “Boleh bangun yang  lain seperti  jalan raya, jembatan, gedung, tetapi air itu vital bagi masyarakat. Kalau listrik tidak ada, warga masih bisa cari alternatif lain, tetapi kalau air tidak ada, itu sangat susah bagi warga,” tutur Markus.

Karena  susah, kata Markus, harga air bersih pun meroket.  Satu tangki ukuran lima ribu liter dijual  Rp 80 ribu.  Warga yang tidak mempunyai bak penampung di rumah, kata Markus, lebih menderita lagi. Karena mereka mesti membeli air dengan ukuran drum.  “Drum minyak tanah, satu drum lima ribu rupiah,  drum aspal, satu drum empat ribu rupiah,” kata Markus.

Pemilik Hotel Sinar Tambolaka, kata Markus, menangkap  peluang bisnis itu dengan terlibat bisnis air bersih menggunakan teknologi sumur bor.  “Bayangkan, satu hari bisa 40 tangki keluar. Ke mana saja air itu? Pasti kebutuhan warga sangat  tinggi,” kata Markus. Di Tambolaka, kata Markus, ada dua sumur bor yang menyiapkan air bersih untuk dijual kepada warga.

Markus mengatakan, warga yang tidak memiliki drum paling  menderita. Soalnya, mereka harus membeli dengan takaran jerigen. Satu  jerigen lima liter dijual seribu rupiah. Sebagaimana disaksikan Pos Kupang di jalan umum di Tambolaka, telah menjadi pemandangan biasa kalau anak-anak kecil usia sekolah menenteng jerigen ukuran lima liter. “Mereka itu cari air, bukan cari minyak tanah,” kata John Lado, seorang tukang ojek.

PDAM Belum Ada

Kesulitan air bersih itu juga dibenarkan Kabag Humas SBD, Lukas  Gaddi. “Memang air bersih masih menjadi masalah di SBD, tetapi hanya di beberapa tempat saja,” kata Gaddi di ruang kerjanya, Jumat (15/7/2011).

Menurut Gaddi, sejauh ini Pemda SBD belum membentuk instansi pengelola air bersih semisal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) seperti di kabupaten lain. Rancangan peraturan daerahnya, kata Gaddi, telah ada. “Mungkin bulan Oktober nanti dibahas,” tambahnya.

Gaddi menyebut, mata air di sekitar Tambolaka yang bisa dimanfaatkan yakni Mata Air Weemasa di Kecamatan Wewewa Barat. “Saat ini CV  Sonofa Mandiri sedang kerja pasang jaringan perpipaan. Bulan Oktober diperkirakan sudah bisa didistribusikan kepada warga,” kata Gaddi.

Meski belum ada PDAM, kata Gaddi, Pro Air, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM),  mencoba mengatasi masalah air bersih.  Menurut keterangan yang diperoleh, Pro  Air hanya menangani masalah air di desa-desa, bukan di Tambolaka.

Sumber air paling dekat untuk warga Tambolaka, kata Gaddi, adalah Sumber Air Puutimu di Desa Watulambara, Kecamatan Wewewa Barat. Saat ini juga sedang dibangun jaringan perpipaan memanfaatkan air dari sumber ini.

Sumber : Pos Kupang
Penulis : TONNY KLEDEN
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD