Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 01 Juni 2011

Kumpulan Puisi oleh Andreas Dunga

 
SEPAKAT
(utk SBD tercinta selamat ulang tahun)

Kemarin kita sepakat
Membangun kampung kita
Biar tak ada lagi busung lapar
Biar sekolah tak jauh lagi dari rumah kita

Kemarin kita sepakat
Tak ada lagi tanah lapang
Agar tak ada lagi kelaparan
Yang mendera warga kampung kita
Dan petani bisa tersenyum
Mengantar anaknya jadi sarjana

Kemarin kita sepakat
Berbagi derita dengan warga kita
Bersama bangunkan warga
Tuntaskan kerja mereka
Agar tidak kita tinggalkan
Derita untuk anak cucu kita

Kemarin kita sepakat
Bersama kita mufakat
Membuang kemiskinan
Agar sejahtera milik kita bersama

Dan..
kemarin kita sepakat
hidup rukun dan damai


 JEJAK TANAH MARAPU I
Hembus angin menyapu ilalang
Harum cendana terbawa pergi
Ringkik kuda gemuruh langit
Buat jiwa enggan berpaling

Bocah gembala berharap cemas
Pada lembayung di ujung mata
Pelangi hadir di kaki bukit
Padang sabana bercumbu harap
Bumipun enggan telanjang

Kuda berpacu arena alam
Tampa pelana semangat membara
Gegap gempita sorakan
Berharap asa pada sang jawara

Tanah memerah sirih dan pinang
Amarah memuncak tersapu senyum
Dari tangan gemulai kandingang dan woleka

Kombu kawuru bermotif ragam
membalut indah ditubuh
Dari jari-jari hitam para penenun

Bunyi gong bertabuh tambur
Kabokang,kataga menjemput
Pekik purba kakalak,payawau memecah alam
Junjung hormat padamu marapu


 JEJAK TANAH MARAPU 2

Bunyi gong memecah sunyi
Terjaga bumi dari tidurnya
Menanti harap pada rembulan
Dalam dekapan Tanya
Saat rembulan berlalu
Tersingkap kisah
Satu kehidupan telah pergi
Menghadap ilahi
Yang hidup bersiap diri
Atur sembah pada sang khalik


JEJAK TANAH MARAPU 3

Sebilah parang terhunus
Kokok jantan meregang nyawa

Darah mengucur membasah bumi
Merobek jantung takdir menggantung
Berharap restu dari maha melihat, maha mendengar

Bunyi gong pertanda awal
Seribu jiwa tersungging senyum
Seribu ternak siap meregang

Bara ditungku tak pernah padam
Gemulai tari tak jua berhenti
Menyambut tamu siap bertandang
Sirih dan pinang jadi jamuan

Saat jedah duduk bersila
Menunggu makan selingkar daging dipiring
Meski esok jadi misteri
Hari ini pesta berlanjut



KAMPUNGKU

Bunyi jantan berkokok
Di selingi kicauan burung

Merapat aku ke tungku dapur
Menghangatkan jemariku dekat tungku

Sesekali terdengar desiran angin
Yang menerpa pepohonan diluar sana
Menembus celah-celah dinding
Membuat aku gemetaran

Kugenggam segelas teh panas
Memberiku sedikit kehangatan

Dingin belum juga beranjak
Uap menyumbul dari mulutku

Terima kasih nenek
Untuk segelas teh dan ubi bakarnya




Andreas Timbu Dona Dunga atau yang lebih dikenal dengan  Andreas Dunga, lahir di Waingapu 24 Juli 1970. Pria berdarah Wewewa Timur Sumba Barat Daya ini adalah putra dari Bapak Agustinus Mali Dunga dan Ibu Veronika Beka Mayorga. Saat ini Andreas menetap di Kota Waingapu Sumba Timur tepatnya di daerah Matawai dan kesehariannya Andreas aktif dalam FPLH ( FORUM PEDULI LINGKUNGAN HIDUP) sebagai aktivis lingkungan.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD