Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 21 Mei 2011

Sejuta Harapan Sang Bupati

Siang itu, suasana kantor Bupati Sumba Barat Daya begitu terik. Namun tak menghentikan langkah Berita Daerah untuk terus melangkah memasuki ruangan kantor orang yang cukup berperan di Sumba Barat Daya tersebut. Semangat sang Bupati untuk memajukan daerah tersebut cukup menjadi perbincangan menarik siang itu.

Sekitar pukul 12.30, kami melangkah ke ruangan nyaman bersofa empuk. Di sanalah  dr. Kornelius  Kodi Mete, yang menjabat sebagai Bupati Sumba Barat Daya  menjalani pekerjaannya sehari-hari.

Pria kelahiran Karoso, 3 Mei 1963 itu tampak serius dalam menanggapi setiap perbincangan tentang perjalanan dirinya dalam memajukan daerahnya.

Setiap kepala daerah menginginkan masyarakatnya maju. Hal itu pula yang ingin diwujudkan oleh Kodi.

Visi dan misi Kodi cukup sederhana, namun penuh dengan sejuta harapan. Ia membawa slogan untuk mewujudkan masyarakat Sumba Barat Daya yang maju, berdaya saing, demokratis dan sejahtera. Ia juga ingin mewujudkan pemerintahan yang demokratis dan akuntabel, dan mewujudkan kehidupan masyarakat Sumba Barat Daya yang sejahtera.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kodi menyadari bahwa perlunya sarana dan prasarana yang memadai.


Kembangkan pariwisata dan pertanian


Keindahan daerah Sumba Barat Daya memang tak kalah menawan dibanding daerah lainnya. Jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Seperti Bali misalnya.

Sumba Barat Daya memiliki potensi pariwisata yang menarik. Apalagi kalau bukan pantainya yang cantik.

Salah satunya Pantai Kita atau Mananga Aba. Sengaja dikatakan pantai kita supaya hampir sama dengan pantai kuta di Bali.

Pantai ini memiliki bentangan garis pantai sepanjang 10 km dan terdiri dari pasir putih dengan air lautnya yang jernih.  Selain itu masih ada lagi pantai Weekurri, pantai Rate Garo dan pantai Tosi.

Keanekaragaman pantai nan cantik jelita menjadi investasi paling menguntungkan bagi Kodi di daerahnya.

“Pariwisata Sumba Barat Daya  bukanlah hal yang tidak mungkin dapat dkembangkan seperti Bali. Daerah kami kaya akan wisata budaya, seperti kampung adat yang masih asli, pesisir pantai yang indah dan adat budayanya,” tutur Kodi.

Tak mau ketinggalan dengan daerah lain, setiap tahun, kabupaten ini memiliki pesta rakyat unik bernama “Pasola”.

Budaya yang mengedepankan adu kuda di sana, cukup menarik minat banyak wisatawan. Biasanya festival ini berlangsung pada bulan Februari dan Maret tiap tahunnya.

Karakter orang Sumba yang memperlakukan tamu seperti raja, juga menjadi daya pikat lain ketika para wisatawan berkunjung ke sana. Hal ini juga yang kemudian dilirik oleh sang Bupati menjadi potensi selanjutnya.

“Orang sumba tidak akan segan-segan memasak beras yang mereka miliki untuk menjamu tamu itu. Bahkan akan meyembelih ayam mereka.” Jelasnya.

Karena itu, saat ini ia ingin membangun kembali prilaku masyarakat wisata. Ia dan jajarannya bersiap untuk membangun ketersediaan air dan MCK di kampung-kampung .  Hal tersebut bertujuan supaya ketika ada wisatawan yang datang ke kampung-kampung adat merasa senang.

Selain pariwisata, daerah ini memiliki potensi lain yang terlihat begitu menjanjikan, diantaranya  adalah komoditas hasil pertanian.

Penduduk Sumba Barat Daya yang didominasi oleh petani, menumbuhkan semangat bagi Kodi agar mereka nantinya mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri.

“Rata-rata petani tradisional tidak tamat SD. Maka saya mendorong mereka untuk membangun desa. “ katanya.

Nantinya  juga akan diterapkan juga kerja pintar pada para petani supaya hasilnya akan lebih optimal. Hal ini sudah mulai terlihat dimana hasil pertanian sudah mulai meningkat.

Beberapa komoditas hasil pertanian, seperti pisang, ternyata cukup menjanjikan. Setiap minggu, pisang dikirim dalam bentuk gelondongan ke beberapa daerah, seperti Bima, Surabaya, dan daerah lainnya.

“Andaikan SDM masyarakat sudah lebih baik, pisang itu akan dibuat keripik dan minuman yang nilai ekonominya sudah pasti akan lebih tinggi. Tapi itu mimpi berikutnya. “ katanya sambil tertawa.

Selain petani, masyarakat Sumba Barat Daya juga memiliki mata pencaharian sebagai peternak. Tak jarang, pencurian ternak pun kerap terjadi.

Untuk melihat dan mendapatkan kembali ternaknya yang telah dicuri, orang harus  membayar mahal. Dan biasanya terjadi keadaan yang tidak aman.

“Ini saya namakan menindas orang lain. Para kepala desa dan kecamatan saya ajak untuk mendaftarkan nama-nama orang yang sering membuat kerusuhan. Lama kelamaan keadaan menjadi membaik. Mari Orang baik bergabung dengan orang baik! Itulah ajakan saya kepada masyarakat. Karena tugas pemerintah adalah membuat orang menjadi lebih baik.” Tuturnya.

Alhasil, sejak saat itu, pencurian ternak pun jarang terjadi.

Ingin mengentaskan kemiskinan

Perjalanan karir Kodi bisa dibilang mulus. Usai meraih gelar sebagai Sarjana di Universitas Gadjah Mada tahun 1989, ia berkarir sebagai dokter di Puskesmas.

“Menjadi dokter memberikan saya kesadaran bahwa untuk melayani masyarakat haruslah penuh kasih, dan tanpa pamrih. Itu juga yang menjadi tolak ukur kesuksesan saya sampai detik ini.” Katanya.

Ia pun lalu menjadi Kepala Puskesmas Waroraka dan    Kepala Puskesmas Purweri. Lalu, ia sempat menjabat Direktur RSUD BA’ A Roto, Kab Rote Ndao, dan   Direktur RSUD Waikabubak, Kab. Sumba Barat.

Tahun 2008, Kodi lantas terpilih sebagai   Bupati Sumba Barat Daya periode 2008-2013.

Berbagai kesulitan dilaluinya sedikit demi sedikit. Kodi merasakan perbedaan karakter yang terjadi pada anak buahnya menjadi satu hambatan kecil.

“Ada yang bersemangat melakukan tanggung jawabnya dan ada yang belum optimal.  Harus mencari jalan terbaik  supaya tidak mengakibatkan reduksi.  Yaitu dengan menerapkan jiwa organisasi dari tingkat desa sampai kecamatan. Selain itu memberikan “reward” pada desa/kecamatan yang berhasil.” Demikian solusinya.

Namun, Kodi memiliki mimpi lain untuk memajukan daerahnya. Ia ingin mengentaskan kemiskinan di sana.

“Untuk mengentaskan kemiskinan, masyarakat desa harus dapat memenuhi 4 kebutuhan dasar, yaitu desa berair, desa bercahaya, desa berkecukupan pangan dan desa yang tertib dan aman.” Tuturnya.

Kodi juga berharap agar pariwisata di Sumba Barat Daya berkembang, agar dapat meningkatkan APD, sehingga banyak lapangan kerja yang terbuka.

“Saya ingin banyak orang datang ke sini dan pulang dengan puas bahkan kalau memungkinkan  mereka dapat tinggal disini. Dan terus memotivasi masyarakat Sumba Barat Daya untuk tetap bekerja. Karena orang yang tidak bekerja tidak akan mendapatkan makanan.” Katanya.

Sejuta lakon diperankan Kodi dalam perjalanan karirnya. Mulai dari menjadi dokter hingga menjabat sebagai Bupati. Semua ia lakukan dengan penuh ketulusan. Karena Kodi percaya, melayani tanpa pamrih merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Sumber : http://beritadaerah.com/journal/success/21928

Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD